JUNTAE KIM Mendefinisikan Ulang Identitas Punk untuk Musim Semi/Panas 2027
“Korean Sabotage” menghidupkan kembali fragmen-fragmen terbuang lewat koordinat indigo super distressed dengan motif boro yang intens.
Ringkasan
Koleksi SS27 “Korean Sabotage” dari JUNTAE KIM menghadirkan kembali ruas-ruas jalan Dongmyo di Seoul lewat semangat pemberontakan dan rekonstruksi.
Deretan busana bernuansa punk ini menonjolkan denim bermotif boro, outerwear laser‑slash, dan leather dengan detail multi-belt.
Sorotan utamanya meliputi jaket kulit embossed, mantel transformable M‑65, serta kolaborasi sneaker ASICS GEL‑Kinetic FR.
Untuk musim Semi/Panas 2027, JUNTAE KIM mengambil sikap memberontak lewat koleksi bertajuk tepat “Korean Sabotage”. Rangkaian ini hadir sebagai medium subversif yang dengan sengaja mengacaukan, melukai, lalu merekonstruksi tata bahasa busana kustom yang sudah mapan, dilihat lewat sudut pandang seorang outsider. Gagasan tersebut dihadirkan lewat sebuah lookbook bernuansa streetstyle-meets-runway, seluruhnya dipotret on location di jalanan apa adanya di distrik bersejarah Dongmyo, Seoul. Dipenuhi tekstur-tekstur tak terduga, busana vintage yang aus, dan benda-benda unik yang terlupakan dari berbagai era sejarah, Dongmyo berperan sebagai latar kasar yang merefleksikan etos inti punk Korea dalam koleksi ini. Para model berpose layaknya pengamat yang terbuang, menyusuri gang-gang belakang, kios piringan hitam vintage, hingga ruang kerja industrial untuk menangkap secara visual sikap tabrakan budaya yang terus-menerus terjadi.
Rangkaian busana ini menonjolkan teknik-teknik signature Kim: patchwork, laser cutting, structural corset engineering, trompe-l’oeil, dan detail handmade yang rumit. Patchwork petal shirts menghadirkan ulang motif bunga sang label sebagai permukaan terfragmentasi, sementara jaket biker kulit ber-emboss mengukir dimensi baru pada siluet klasik. Transformable M‑65 coats bergeser di antara beragam sikap, dan hoodie serta flight jacket dengan laser‑slash mengguncang pakem militer dengan agresi sekaligus humor. Denim tampil dalam gaya boro dan sashiko, menafsirkan ulang konsep reparasi dan akumulasi melalui lensa punk. Melengkapi gaya-gaya ini, aksesori seperti multi-layered punk caps, rantai dompet perak berat, dan tumpukan multi-belt yang mengeratkan pinggang longgar memunculkan estetika grunge alternatif yang sangat khas.
Item unggulan termasuk sneakers ASICS x JUNTAE KIM GEL‑Kinetic FR, yang menjadi pijakan utama persilangan koleksi ini antara streetwear dan performance. Sneakers kolaboratif tersebut dirilis dalam tiga colorway berbeda untuk mengikat garderobe musim ini: versi “Black/Black” yang dalam, colorway “Navy/Blue” yang vibrant, dan varian “Wine Red/Mix Purple” yang kaya dan berani.



















