Label lari asal Swedia ini secara eksklusif menghadirkan koleksi “perangkat teknis yang nggak selalu kelihatan teknis, plus pakaian yang bisa kamu pakai keluar rumah sebelum lari dan tetap pengin kamu pakai lama setelah larinya selesai.”
Membawa energi Brasil yang super meriah ke Los Angeles, para penggila bola pulang bukan cuma dengan sandal personalisasi, tapi juga pengalaman tak terlupakan yang terinspirasi dari budaya penuh warna negeri tersebut.
Sub-label hemat dari jejak Virgil Abloh dengan koleksi t-shirt, jaket, dan sneakers di bawah $200 USD.
Drop eksklusif Asia dengan tiga desain kacamata berlogo menyamping dan frame titanium.
Brand sandal asal Brasil ini merayakan dukungan untuk tim negaranya lewat pesta bertema sepak bola, dipadati lautan fans berbaju kuning-hijau dan sandal jepit yang baru saja dipersonalisasi.
Menampilkan versi terbaru Paris Trainer, Dakar Loafer, dan Julien Slipper dalam kulit, suede, dan ponyhair, lengkap dengan rangkaian apparel yang menyempurnakan koleksi.
Satu produk body care yang wangi, fungsional, dan siap nemenin kamu gerak nonstop seharian.
“Kehidupan kantor itu kebalikan dari kaku; buat saya, ini adalah playground untuk imajinasi, tempat saya bisa membelokkan kode berpakaian formal,” ungkap desainer Jonny Johansson soal koleksi SS27 yang eklektik ini.
Menyorot Sir Don McCullin, Don Letts, dan Danny Fox dalam rangkaian potret lo-fi jelang show 25 Juni.
Siluet rileks dan material menyejukkan mengundang suasana liburan pesisir, dari celana linen, knitwear mesh berembus ringan, hingga tailoring super-ringan.
Tetap ter-update dengan tren dan berita terbaru dunia fashion.
“Dunia Denim Tears itu seperti sebuah rumah, dan aku baru menambah satu furnitur lagi di dalamnya,” ujar Tremaine Emory secara eksklusif kepada Hypebeast.