Desainer asal New York City ini menafsirkan ulang sneaker tabi-toe Nike dengan sol berukuran ekstra besar dan bagian atas bertekstur retak.
Menghadirkan bagian atas dari kulit full-grain premium serta kilau ekstra untuk interpretasi ulang nan elegan atas sneaker yang lahir pada 1995.
Memanfaatkan batu lava dari Gunung Vesuvius, Italia, koleksi desainer berbasis di London ini mengeksplorasi pertemuan antara geologi purba dan teknologi yang tengah berkembang.
Dipotret Joshua Woods, kampanye ini menampilkan Scott Barnhill, MJ Marte, dan Idriys Ali-Chow menyusuri jalanan NYC yang bermandikan cahaya neon.
Dalam program perdana Jordan Design Studio, para kreator dari berbagai negara ditantang untuk mendesain ulang AJ1.
Diproduksi di Inggris dalam rilisan terbatas 90 pasang, pendiri mfpen Sigurd Bank mengungkapkan secara eksklusif, “Seluruh material bagian atas merupakan surplus dari produksi sebelumnya.”
“Saya tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas luka yang ditimbulkan oleh kata-kata saya di masa lalu, terutama rasa sakit yang saya sebabkan kepada komunitas Yahudi dan Asia, dan saya sangat menyesalinya,” ujar Galliano.
“Melalui Velum 2, kami berkesempatan mengembangkan bagian upper sambil mempertahankan tooling dan DNA visual yang dibangun oleh model orisinal,” ungkap Salehe Bembury secara eksklusif kepada Hypebeast.
Saat Christophe Lemaire dan Sarah-Linh Tran merilis koleksi Uniqlo U terakhir mereka, pertanyaan besar masih menyelimuti masa depan sublabel Uniqlo yang berorientasi pada desain.
Rilis pada 28 Agustus, koleksi ini memadukan klasik prep dan esensial musim gugur dengan sentuhan streetwear.
Jin, EsDeeKid, Rico Nasty, Shawn Mendes, dan NINGNING mewakili musik global bersama talenta dari berbagai ranah budaya.
Hadir dengan detail terinspirasi denim vintage, seperti jahitan gaya sashiko dan pull tab tumit bergaya selvedge.