Kapsul dua bagian ini menerapkan kode rumah “NEW CONNECT” dan “DETAIL PATCH” milik label Tokyo tersebut untuk membongkar lalu merakit ulang siluet ikonis Dickies hingga tercipta bentuk workwear baru.
Rangkaian empat item amfibi ini menghadirkan warna oranye mencolok serta material tahan air dan anti-UV di setiap produknya.
Enam grafis sinematik dicetak di atas bahan katun heavyweight yang sudah melalui product-wash, sehingga langsung terasa lembut dan seolah “sudah lama dipakai” sejak hari pertama.
Produsen papan selancar elektrik asal Swedia dan label menswear bernuansa pesisir ini berkolaborasi pada papan flat-water yang bisa melaju hingga 35 mph tanpa perlu satu ombak pun.
Dua colorway kece University Red/Black dan Flax/Pale Ivory hadir dengan outsole waffle Gum Medium Brown yang klasik.
Gol penyeimbang di babak pertama dan gol penentu di perpanjangan waktu dari Jude Bellingham menenggelamkan Norwegia dan mengantar Inggris ke semifinal Piala Dunia.
Huruf “S” dengan bordir 3D tampil timbul di 9FORTY, sementara mirror logo penuh Saturdays NYC dijahit flat di panel snapback Low Profile 9FIFTY.
Set ini merekreasi optik internal teleskop, panel surya yang bisa diposisikan ulang, dan pintu aperture yang dapat dibuka dalam bentang display sepanjang 15 inci.
Dua kursi Coleman co-branded, satu Leisure Sheet, dan satu Cooler Box buat melengkapi momen summer kamu.
‘NO LABELS: PART 02’ adalah pernyataan terjelasnya sejauh ini — 50 gerakan koreografi, satu Billboard No. 1, dan sebuah film yang berbicara sendiri.
Sandal jepit kolaboratif ini memadukan strap kulit anyaman buatan tangan artisan Britania dengan alas suede asli dari salah satu produsen sandal tertua yang masih beroperasi di Hawaii.
Setiap pasang disulam satu per satu oleh pengrajin di Prefektur Iwate, membuat tiap sandal dalam edisi terbatas ini benar-benar unik secara struktur dan detail.