Menampilkan jaket ranch washed, celana barrel, dan flanel bernuansa usang, koleksi ini menghadirkan estetika autentik yang dirancang untuk dipakai secara intens.
Mulai dari ransel ELVO yang dapat mengembang, tas-vest RENO berkerudung, sling PO S berpilin ala origami, hingga aksesori lainnya.
Koleksi musiman ini menyegarkan siluet klasik kanvas Dearborn dan denim dalam nuansa dark navy serta tobacco.
Menampilkan polo 100% katun slub dan deck skateboard kustom karya Tim Hans, rilisan ini menyeimbangkan kultur lokal dengan fungsionalitas premium.
Tailoring berstruktur berpadu dengan performa teknis dalam rilisan bernarasi yang terinspirasi dari perjumpaan singkat di tengah kota.
Brand streetwear ikonis ini memadukan siluet longgar, celana pendek baggy, dan luaran untuk masa peralihan musim.
Memadukan pengaruh biker, militer, dan punk, koleksi ini mengubah jaket kulit tebal serta knitwear berkesan usang menjadi seragam harian yang lebih premium.
Memadukan nostalgia subkultur dengan gaya kontemporer, rilisan ini menghadirkan beragam siluet yang dirancang untuk layering serbaguna.
Tekstil pilihan dari Inggris, Irlandia, dan Skotlandia menjadi fondasi koleksi ini.
Menerjemahkan arsitektur interior era 1950-an dan 1960-an ke dalam busana pria modern, label asal Los Angeles ini menghadirkan siluet yang tak lekang oleh waktu dan tertata rapi.
Material tahan cuaca berpadu dengan gaya streetwear yang refined dalam koleksi untuk transisi mulus dari kota ke jalur outdoor.
Dari outerwear fungsional hingga fleece grafis kasual, label asal Korea Selatan ini memperbarui seragam streetwear untuk musim gugur.