8 Pameran Seni dan Instalasi Wajib Tonton Selama Frieze London 2026
Mulai dari aksi melukis berskala industrial ala Slawn hingga dominasi mobil seni Kozo di The Peninsula London, inilah hal-hal yang wajib ditonton di luar pameran utama.
Ringkasan
Frieze London 2026 menghadirkan deretan pameran, instalasi, dan pertunjukan yang padat di seluruh penjuru kota dari 14–18 Oktober.
Sorotan utamanya mencakup presentasi besar dari Justin Caguiat, Tarek Atoui, Salman Toor, dan Issy Wood.
Melampaui galeri tradisional, Slawn, JW Anderson, dan CART Department x Kozo mengaburkan batasan antara seni kontemporer, fashion, desain, dan ruang publik.
Seiring dengan kembalinya Frieze London dan Frieze Masters ke Regent’s Park dari tanggal 14 hingga 18 Oktober, kancah seni kota ini meluas hingga jauh melampaui arena pameran. Di seluruh London, berbagai institusi besar, galeri independen, dan ruang pamer inkonvensional menghadirkan deretan pameran, pertunjukan, dan instalasi yang padat.
Sorotan tahun ini mencakup segalanya, mulai dari seni suara eksperimental dan lukisan kontemporer, hingga intervensi dan kolaborasi berskala besar di persimpangan seni, mode, dan desain. Baik Anda tengah menjelajahi kota di sela-sela kunjungan pameran atau ingin sepenuhnya menghindari keriuhan, inilah presentasi luar biasa yang patut Anda simak selama Frieze Week.
Justin Caguiat, ‘Change Ringing’ di Serpentine South
8 Oktober 2026 – 10 Januari 2027
Justin Caguiat melangsungkan debut institusionalnya di Inggris dengan ‘Change Ringing’, sebuah pameran ambisius yang merangkum lukisan, patung, seni grafis, hingga tata suara dan film. Mengambil alih ruang Serpentine South, presentasi ini mengeksplorasi hubungan antara seni, arsitektur, dan berlalunya waktu. Di antara sekian banyak daya tarik, terdapat lukisan dari pigmen peka panas yang warnanya berubah tergantung pada lingkungan sekitarnya, disandingkan dengan lonceng perunggu yang dicetak menyerupai bentuk bunga dan biji. Hasilnya adalah pameran yang terus berkembang, menantang gagasan bahwa karya seni merupakan sesuatu yang statis.
Tarek Atoui, ‘Hold’ di Tate Modern
13 Oktober 2026 – 11 April 2027
Seniman dan komposer Lebanon, Tarek Atoui, mengubah Turbine Hall ikonis Tate Modern menjadi ruang sonik nan luas untuk Hyundai Commission terbaru. Bertajuk ‘Hold’, instalasi ini menyatukan berbagai instrumen rancangan khusus, objek pahatan, perangkat elektronik, dan perkusi demi menciptakan orkestra bunyi dan gerak yang terus bertransformasi. Pengunjung diundang untuk menyelami karya tersebut melalui pendengaran dan sensasi fisik, sementara program pertunjukan langsung akan terus membentuk ulang suasana ruang. Ini adalah sebuah eksplorasi monumental tentang bagaimana musik, arsitektur, dan interaksi manusia dapat berpadu menjadi satu harmoni.
CART Department x Kozo, ‘A World Within’ di The Peninsula London
15–31 Oktober 2026 | The Peninsula London
CART Department dan The Peninsula London bekerja sama dengan seniman Kozo guna menyulap enam kendaraan mewah milik hotel menjadi karya seni yang bergerak. Diberi tajuk ‘A World Within’, proyek ini menampilkan Kozo yang menuangkan bahasa visualnya yang rumit ke atas deretan mobil Rolls-Royce, Bentley, dan kendaraan lainnya, seraya mengambil inspirasi dari kekayaan sejarah budaya London, alam Inggris, serta imajinasi surealis. Menggabungkan elemen masa lalu, masa kini, dan masa depan, setiap kendaraan menjadi kanvas bagi dunia fantastis sang seniman, tempat ragam motif ikonis mengambil wujud tak terduga. Diluncurkan saat Frieze Week, armada ini bakal menjelajahi London di bulan Oktober, membawa seni kontemporer keluar dari dinding galeri menuju jalanan kota.
Slawn, ‘Crane Painting’ bersama Saatchi Yates
13 Oktober 2026 | Doon Street Car Park
Tak pernah terikat pada pakem galeri tradisional, seniman kelahiran Nigeria yang bermukim di London, Slawn, membawa karya seninya ke skala industri lewat pertunjukan melukis spesial yang diselenggarakan bersama Saatchi Yates. Bertempat di Doon Street Car Park, aksi tersebut mempertemukan mesin derek, mobil-mobil, dan pesona visual sang seniman yang khas, mengubah latar perkotaan menjadi kanvas di luar nalar. Dikenal karena kepiawaiannya menjembatani kultur jalanan, seni kontemporer, dan hiburan, Slawn senantiasa menantang batasan ruang dan cara untuk menikmati seni.
JW Anderson, ‘A Composition’ di Pimlico
15–20 Oktober 2026
Jonathan Anderson menyatukan seni, mode, dan desain melalui ‘A Composition’, sebuah pameran khusus dari JW Anderson yang bermitra dengan The Platinum Card oleh American Express. Diadakan di toko utamanya di Pimlico, eksibisi ini memamerkan sejumlah karya baru Cerith Wyn Evans bersama kontribusi dari berbagai seniman serta kreator di lingkaran kreatif Anderson. Beberapa koleksi memukau di antaranya adalah keramik karya Akiko Hirai, lukisan Mary Stephenson, dan ragam patung dari Shawanda Corbett. Pameran tersebut menawarkan pandangan lebih dekat terhadap dialog abadi Anderson dengan seni dan kerajinan kontemporer, seraya melebarkan visi kreatifnya agar tak sekadar berwujud busana namun turut merambah ke ruang galeri.
Salman Toor, ‘Someone Like You’ di The Courtauld Gallery
2 Oktober 2026 – 10 Januari 2027
Pameran tunggal pertama Salman Toor di kancah Eropa hadir di The Courtauld Gallery lewat ‘Someone Like You’, yang memamerkan 19 buah lukisan sejak 2019. Terkenal akan gambaran puitisnya tentang kehidupan urban kontemporer, seniman berdarah Pakistan-Amerika ini mengabadikan momen persahabatan, hasrat, isolasi, dan rasa saling memiliki, berpadu dengan palet hijau bercahaya yang lekat akan adegan di ruang intim. Merangkum kelembutan dengan humor dan kegelisahan, persembahan ini memberi pandangan memikat tentang cara Toor mengarungi lautan identitas dan relasi antarmanusia.
Issy Wood, ‘Self-Portraits’ di National Portrait Gallery
9 Oktober 2026 – 28 Februari 2027
Seniman dan musisi berdarah Inggris-Amerika, Issy Wood, memalingkan lensa ke dirinya sendiri berkat deretan lukisan potret diri yang bertempat di National Portrait Gallery, London. Diciptakan sebagai salah satu program dari ajang Artist Focus di institusi tersebut, koleksi lukisannya menilik nilai kedekatan, budaya konsumen, serta betapa rumitnya representasi diri. Lewat komposisi yang dipangkas dengan tegas, perspektif tak biasa, dan distorsi yang lembut, Wood memperlakukan lukisan potret sebagai cara untuk mengungkap sekaligus menyembunyikan identitas. Lebih jauh, pameran ini merangkai cerminan pribadi sang seniman yang piawai bergerak secara leluasa melintasi lukisan, musik, dan budaya kontemporer.
Rirkrit Tiravanija, ‘(situational awareness)’ di Pilar Corrias
9 Oktober – 14 November 2026
Rirkrit Tiravanija kembali ke panggung Pilar Corrias dengan ‘(situational awareness)’, pameran tunggal kelimanya di galeri tersebut. Dipersembahkan di Savile Row, pertunjukan ini menyuguhkan karya lukis dan performa teranyar untuk mengulas korelasi antara sejarah militer Inggris dengan tradisi ketenagakerjaan, kepiawaian kerajinan, dan tata produksi yang terkait akan distrik penjahit ikonis ini. Lekat dengan berbagai praktik sosialnya, Tiravanija mendekati galeri sebagai wadah untuk pertukaran budaya, di mana dia merajut jalinan tak terduga yang mempertemukan narasi bersejarah dengan ritual pembuatan karya di kehidupan sehari-hari.