Ruang di Causeway Bay ini menghadirkan “Lush Reminiscence,” sebuah konsep desain yang terinspirasi dari impresi sekilas tentang kota tersebut.
Koleksi kado akhir tahun terbesar dari label ini merangkum rangkaian produk perawatan kulit, wewangian, dupa, dan aksesori rumah yang terinspirasi dari momen perjalanan pulang.
Diciptakan melalui kolaborasi dengan Agostino Iacurci, koleksi ini memberikan sentuhan baru pada tradisi bertukar kado akhir tahun lewat karakter hotel yang jenaka, motif geometris, serta keahlian tangan artisan.
Karakter kayu pahatan karya Jean-Simon Roch mewujudkan koleksi meriah berupa lilin, wewangian, dan beragam objek yang terinspirasi dari fantasi hutan.
Eau de parfum terbaru ini merangkum esensi surat tulisan tangan ke dalam keharuman woody-musky yang menonjolkan aroma tinta sumi dan cedar.
Terinspirasi dari malam di Liwa, rumah parfum ini membotolkan sensualitas hangat pasir gurun yang begitu nyata saat disentuh.
Menjadi pusat peluncuran ini, Eau de Parfum “Unforeseen Aer” memadukan akor “Pure Air” yang segar dengan kehangatan bertekstur dari pala untuk mengeksplorasi keindahan perubahan.
Eau de Parfum terbaru ini memadukan bergamot Calabria, kayu cedar Virginia yang berkarakter tegas, serta aksen gourmand yang lembut dan creamy.
Dakota Johnson dan Alexander Skarsgård membintangi narasi memikat tentang gairah, pelarian, dan keintiman yang penuh perlawanan.
Co-founder David dan Kavi Moltz mengungkap bagaimana wewangian gourmand terbaru mereka menangkap gairah masa muda, kemungkinan malam hari, dan pertemuan antara suara dengan seni olfaktori.
Saat 10 “Kenangan Batin” diwujudkan menjadi aroma.
Studio parfum niche ini mengangkat sisi pohon Ho yang lebih hening untuk menghadirkan suasana tenang yang menyelimuti dan menyeimbangkan diri.