Lini parfum genderless berisi enam wewangian ini menerjemahkan prinsip dekonstruktif Artisanal Atelier ke dalam dunia haute parfumerie mewah.
Masing-masing terinspirasi dari momen-momen penentu dalam hidup Ermenegildo Zegna.
Paduan puitis iris bedak dan kehangatan musk yang sensual, terasa halus seperti lapisan kulit kedua.
Parfum paradoksal yang terinspirasi dari simbolisme ganda bunga violet.
Natalie Cetto menyuntikkan napas baru pada ikon bernuansa kayu ini lewat formula segar bernuansa citrus, dipertegas sentuhan green tangerine dan yuzu Jepang.
Kolaborasi wewangian dan koleksi kapsul busana minimalis beraroma sensori.
Perfumer Alexis Dadier menghadirkan Colonia dalam versi baru dengan sentuhan buah dan rempah dari satu panen Ylang‑Ylang Madagaskar yang langka.
Untuk Dior Addict, para duta A-list Dior Perfumes memperkenalkan Rosy Glow, Peachy Glow, dan Purple Glow racikan Francis Kurkdjian.
Koleksi wewangian ini menafsirkan ulang tradisi wewangian Korea melalui komposisi kontemporer yang diracik bersama perfumier ternama.
Empat aroma yang mengeksplorasi lanskap olfaktori yang kaya dan kontras.
Dilengkapi jajaran merch edisi terbatas.
Scent pertama dari desainer yang berbasis di London tersebut.