Le Labo Violette 30: Menjelajahi Kontradiksi Lewat Aroma
Parfum paradoksal yang terinspirasi dari simbolisme ganda bunga violet.
Ringkasan
- Le Labo meluncurkan Violette 30, koleksi terbaru dalam rangkaian Classic Collection‑nya
- Terinspirasi dari simbolisme paradoks bunga violet, wewangian ini memadukan white violet, nuansa floral hijau, white tea, cedarwood, dan guaiacwood
- Kini tersedia dalam ukuran 1,5 ml hingga 500 ml
Le Labo menghadirkan Violette 30 sebagai tambahan permanen terbaru dalam Classic Collection yang begitu dipuja, menandai bab baru yang lebih kontemplatif dalam pustaka olfaktori sang label.
Berakar pada simbolisme paradoks bunga violet dalam floriografi era Victoria, parfum ini merangkul kontradiksi—menjaga keseimbangan antara hasrat dan kepolosan, kekuatan dan kelembutan, kebijaksanaan dan optimisme. Di jantungnya terdapat white violet yang lebih langka, dipadu nuansa floral hijau yang rimbun, white tea, cedarwood, dan guaiacwood, menghasilkan aroma yang terasa sekaligus akrab namun tetap tak terduga.
Komposisinya merefleksikan etos Le Labo yang memadukan presisi dan intuisi, menghadirkan wewangian yang terasa sebening kristal namun tetap bebas. Violette 30 dirancang tanpa gender, dicampur segar dan diberi label tulisan tangan dengan pesan personal. Karakter aromanya yang lembut menyebar membuatnya serbaguna, membangkitkan kejernihan sekaligus kehangatan, sementara permainan antara nuansa floral dan kayu menegaskan dedikasi sang label dalam meracik aroma yang kaya dimensi dan penuh nuansa.
Violette 30 kini tersedia di seluruhgerai Le Labo,dengan pilihan ukuran mulai dari 1,5 ml hingga 500 ml dan rentang harga sekitar US$7 hingga US$1.125.



















