Desain rumitnya menampilkan liontin konvertibel dan fitur mekanis pop-out canggih yang mengungkap detail tersembunyi.
Jersey komunitas seharga US$50 ini menawarkan alternatif buatan lokal yang lebih terjangkau dibanding merchandise premium FIFA.
Koleksi kapsul kolaboratif ini mengemas ulang apparel sepak bola Y2K ikonis untuk 10 negara berbeda.
Black menyala dalam gelap, Yellow pakai tekstur flock berdimensi, dan ketiganya menggunakan bahan open-end jersey dengan proses fading dan grinding yang bikin setiap T-shirt tampak usang dan benar-benar unik.
Dari Batwing Hoodie reverse fleece hingga Painter Pants dengan leather tab dan rivet custom, setiap piece dalam koleksi ini dibuat di AS dengan detail yang dirancang super matang.
Koleksi rancangan Pierpaolo Piccioli ini menonjolkan arsitektur ringan dan fluiditas couture yang mengalir bebas.
Desainer asal Inggris ini meninggalkan warisan abadi yang berakar pada estetika vintage militer dan craftsmanship workwear kelas dunia.
Koleksi kapsul perdana ini memadukan musik, basket, dan kultur street dalam satu rangkaian eksklusif.
Langkah Curry Brand bergabung dengan Li-Ning menegaskan tren baru: atlet makin berkuasa atas merek dan kepemilikannya.
Setelah singgah di Shanghai, Tokyo, dan Singapore, babak penutup mendarat di SoHo dengan nonton bareng laga-laga besar, kolaborasi eksklusif, dan program komunitas yang dikurasi.
“Dunia Denim Tears itu seperti sebuah rumah, dan aku baru menambah satu furnitur lagi di dalamnya,” ujar Tremaine Emory secara eksklusif kepada Hypebeast.
Kolaborasi spesial ini rilis Juni.