Tas Denim Tears Sudah Lama Ada di Blueprint Tremaine Emory
“Dunia Denim Tears itu seperti sebuah rumah, dan aku baru menambah satu furnitur lagi di dalamnya,” ujar Tremaine Emory secara eksklusif kepada Hypebeast.
Ringkasan
-
Denim Tears memperkenalkan koleksi tas perdana SS26, memperluas identitas budaya label ini lewat desain kanvas katun dan kulit yang menampilkan motif khas Cotton Wreath.
-
Dirilis pada 12 Juni secara online dan di butik, rangkaian tas serbaguna ini dibanderol dengan harga relatif terjangkau, antara $390 hingga $590 USD.
Setelah peluncuran denim in-house terbarunya, Denim Tears secara resmi mempersembahkan koleksi tas in-line pertamanya, yang memadukan detail teknis dengan narasi budaya label yang begitu kaya.Bagi desainer Tremaine Emory, Denim Tears bukan entitas yang statis; ini adalah sebuah dunia yang terus tumbuh, yang ia ibaratkan seperti membangun rumah. “Dunia Denim Tears adalah sebuah rumah, dan aku baru saja menambahkan satu furnitur lagi ke dalamnya,” ujarnya kepada Hypebeast; “Tak ada ide yang benar-benar baru — semuanya sudah dibicarakan dan direncanakan sejak awal.”
Meski denim dan produk kulit buatan sendiri selalu menjadi bagian dari visinya, sang desainer memilih bergerak dengan ritme yang sangat terukur, pelan namun sengaja dalam membentuk semesta Denim Tears. “Kamu melakukan apa yang bisa kamu lakukan sesuai kemampuan. Seperti apartemen: kamu akan beli ranjang dulu sebelum kursi baca mahal. Tas-tas ini adalah kursi baca itu, dalam pengertian tertentu,” jelasnya.
“Seperti apartemen: kamu akan beli ranjang dulu sebelum kursi baca mahal. Tas-tas ini adalah kursi baca itu, dalam pengertian tertentu. Denim Tears adalah rumah yang sedang aku isi perabotannya.” — Tremaine Emory
Meneruskan warisan motif ikonis Cotton Wreath, lini tas SS26 mendorong signature brand ini ke kategori baru yang secara historis dikuasai para raksasa luxury. “Aku suka kualitas dan desain keseluruhan tas-tas ini, tapi sulaman wreath-nya benar-benar menonjol. Sekarang ini soal menggerakkan wreath itu ke berbagai item esensial — tas, jeans, topi — dan membawa item-item kunci ini ke dalam dunia Denim Tears,” tutur Emory.
Tas-tas ini hadir dalam material kanvas katun 15oz yang kokoh dan kulit soft grain, sejalan dengan upaya Emory menjembatani streetwear dan craftsmanship. Model kulitnya menampilkan siluet yang sangat adaptif dengan kancing di sisi; ketika kancing dibuka, tas berubah menjadi tote yang lapang, dan saat dikancingkan kembali, bentuknya mengencang menjadi lebih terstruktur.Tersedia dalam ukuran Large (16,5 x 5 x 12,5 inci) dan Small (11,5 x 4,5 x 9 inci), setiap tas dilengkapi tali selempang yang bisa dilepas-pasang. Menariknya, dengan harga model kulit mulai dari $390 USD hingga $590 USD, tas-tas Denim Tears ditawarkan hanya seharga sebagian kecil dari koleksi sebagian besar rumah mode luxury.
Lensed oleh sahabat brand ini, Gabriel Moses, kampanye ini menampilkan Adit Ajhok Deng dan Crystall Mess. Visual bernuansa murung khas Moses menggabungkan bendera American Wreath milik brand serta motif-motif religius, menjadikannya perpanjangan langsung dari identitas Denim Tears yang sarat nuansa diaspora.
Denim Tears SS26 Bags akan rilis pada Jumat, 12 Juni pukul 11 siang EST melalui denimtears.com dan secara offline di Africa Diaspora Goods, 176 Spring St.



















