Jamiroquai x JOURNAL STANDARD relume Hadirkan Fade Print T-Shirt dengan Teknologi Sablon Unik di Tiap Warna
Black menyala dalam gelap, Yellow pakai tekstur flock berdimensi, dan ketiganya menggunakan bahan open-end jersey dengan proses fading dan grinding yang bikin setiap T-shirt tampak usang dan benar-benar unik.
Ringkasan
- JOURNAL STANDARD relume meluncurkan T-shirt kolaborasi yang tersedia via pre-order bersama Jamiroquai, dengan pengiriman dijadwalkan pada pertengahan Juli 2026
- Setiap varian warna mendapatkan perlakuan sablon yang berbeda: sablon pink glow-in-the-dark pada Black, hasil akhir vintage standar pada White, dan sablon flock tiga dimensi pada Yellow
- Bagian dasar menggunakan material open-end jersey yang diberi proses pelunakan khusus, lalu melalui fading dan grinding untuk menciptakan nuansa usang ala pakaian vintage, dengan setiap item menampilkan tingkat efek worn-out dan tekstur yang sedikit berbeda
JOURNAL STANDARD relume kembali berkolaborasi dengan Jamiroquai untuk sebuah koleksi spesial. Rilisan tiga varian warna ini menghadirkan teknologi sablon berbeda untuk tiap warna: sablon pink glow-in-the-dark pada Black, hasil akhir vintage standar pada White, dan sablon flock tiga dimensi pada Yellow, merangkai narasi kreatif kolaborasi ini lewat eksplorasi material alih-alih satu grafis tunggal yang diaplikasikan seragam pada ketiganya.
Konstruksi dimulai dari material dasar lalu bekerja ke luar. Open-end jersey menjadi fondasi — jenis kain yang dikenal dengan tekstur tegas dan kering yang memberi struktur pada pakaian bahkan sebelum proses apa pun dimulai. Perlakuan pelunakan khusus kemudian “melunakkan” ketegasan itu, menghadirkan kelenturan yang membawa jersey lebih dekat pada rasa vintage yang sudah sering dipakai. Proses fading dan grinding menyusul, memberi efek penuaan visual dan taktil pada permukaan sehingga tercipta kedalaman layaknya pakaian yang dikenakan bertahun-tahun, bukan tampilan rata dan mulus dari produk baru. Karena seluruh proses ini dilakukan secara manual, bukan dengan mesin yang seragam, setiap potong akan memuat tingkat efek worn-out dan tekstur yang sedikit berbeda — sebuah variasi yang diposisikan brand sebagai karakter, bukan cacat produksi.
Keputusan soal sablon kemudian ditumpuk di atas fondasi tersebut dalam tiga arah berbeda. Varian Black mengusung hasil akhir vintage sekaligus sablon glow-in-the-dark: grafis pink yang menyimpan cahaya saat terang dan memancarkannya sebagai semburat glow lembut saat gelap. Efek glow ini perlahan memudar seiring pencucian berulang, menjadikan ciri paling ikonik dari Black tee ini memiliki “masa hidup” alih-alih kondisi statis. Varian White mendapat perlakuan paling sederhana di antara ketiganya, yaitu sablon dengan hasil akhir vintage yang membiarkan material dasar yang sudah di-aging menjadi pusat perhatian visual. Varian Yellow B menghadirkan sablon flock, teknik yang membangun tekstur tiga dimensi langsung di permukaan grafis, memberi dimensi taktil yang tidak dimiliki versi Black maupun White. Tiga colorway, tiga teknologi sablon, satu material dasar yang melalui proses penuaan yang sama — koleksi ini paling terasa maksimal saat dimiliki lengkap, bukan hanya memilih satu.
Siluet relaxed membuat konstruksinya terasa mudah dipakai. Lebarnya seimbang, bukan oversized, berada di rentang yang ideal baik dikenakan sebagai statement piece tunggal maupun sebagai inner untuk layering. Catatan dari tim menyebutkan bahwa varian Black tampil dengan semburat abu-abu halus alih-alih hitam pekat, yang merupakan konsekuensi langsung dari proses fading dan merefleksikan seperti apa tampilan open-end jersey setelah seluruh perlakuan aging diterapkan.
Pre-order untuk koleksi Jamiroquai x JOURNAL STANDARD relume Fade Print T-Shirt dijadwalkan dibuka pada pertengahan Juli.



















