Setelah mempersembahkan pertunjukan imersif dan patung bersama The Balvenie, sang “arkeolog fiktif” dan Malt Master Kelsey McKechnie mengulas cara menangkap cita rasa waktu.
Inilah lima presentasi unggulan di edisi kelima pameran yang digelar di COEX.
Untuk pameran tunggal perdananya di Mallorca, seniman Portugal ini membawa pintu berukir, papan reklame robek, ubin keramik, dan puing arsitektural ke Baró Mallorca.
Single Malt Scotch The Balvenie berusia 88 tahun ini benar-benar sebuah karya seni.
Menjelajahi bagaimana foto, ingatan, dan referensi budaya berubah saat berpindah dari satu orang ke orang lain, lintas generasi.
Menyatukan tiga dekade karya imersif yang mengeksplorasi kehadiran, partisipasi, dan ruang yang kita bagi bersama.
Usaha patungan ini debut di Seoul Art Week lewat THEMGOOD, pameran berbasis kelangkaan saat pasar kartu Korea Selatan melaju menuju US$1,28 miliar.
Dalam edisi terbaru ‘State of Art’, kurator berbasis di New York ini membahas seni di luar white cube, karya yang menghidupkan kembali kecintaannya pada seni, serta alasan 2026 terasa penuh kemungkinan.
Pameran pulang kampung yang telah lama dinantikan ini juga menjadi yang terbesar sepanjang kariernya.
Seniman kelahiran Tokyo ini menandai kepulangannya ke Jepang setelah 19 tahun di New York lewat karya monumental baru yang diciptakan di tengah hiruk-pikuk jalanan Ginza.
Menyatukan dua arsip yang dibangun secara independen, menampilkan Pharrell Williams, Virgil Abloh, Young Miko, Mac Miller, SZA, dan banyak lagi.
Untuk pertama kalinya, seluruh 22 cetak saring karya seniman Jepang ini dipamerkan bersama dalam reinterpretasi satiris dan visual yang kuat atas ‘The Tale of the Heike.’