Su Yiming Siap Keluar dari Zona Nyaman

Menghiasi digital cover terbaru Hypebeast China, sang juara Olimpiade bercerita bagaimana extreme sports, Pharrell Williams, dan kultur anak muda membentuk visi di balik label pakaian garapannya, Süugar.

Fashion
726 0 Komentar
Simpan

Di usia yang baru 22 tahun, Su Yimingsudah empat tahun menyandang gelar “Olympic Champion.” Perjalanan kariernya sebagai snowboarder profesional dan langkahnya menuju podium tertinggi dunia telah dikupas tuntas oleh begitu banyak media. Setiap puncak, titik terendah, terobosan, hingga fase transisi dalam karier olahraganya berulang kali diputar dan dibedah layaknya highlight kompetisi dalam gerak lambat.

Setelah kemenangannya di Milan pada Februari lalu, ketika ia kembali mendominasi tajuk utama dunia, mengulang lagi kisah legenda di atas lereng salju terasa seperti sekadar memutar kaset lama. Kami sadar, menapaki ulang pola “riwayat tumbuh-kembang seorang juara” sudah tak cukup menjawab pertanyaan yang jauh lebih menggugah: Di luar salju, sebenarnya Su Yiming sedang tumbuh menjadi siapa? Jarang disadari orang bahwa, di balik statusnya sebagai atlet elit, Su Yiming sejak awal selalu merupakan seorang kreator. Untuk feature kali ini, kami menggeser fokus ke bab baru dalam hidupnya — debutnya sebagai founder sebuah streetwear brand. Melalui lensa khas Hypebeast, kami duduk bersama untuk kembali memperkenalkan kepada dunia sosok pria di balik deretan medali.

Tumbuh sebagai aktor cilik di film dan televisi memberinya rasa nyaman yang alami di depan kamera sekaligus kepekaan fashion sejak dini. Sepanjang karier olahraganya, ia secara konsisten berkolaborasi dengan brand-brand global papan atas. Di luar kerja sama endorsement standar, ia terjun langsung merancang outerwear snowboard untuk adidas dan tanpa henti ikut mengembangkan board kolaboratif bersama Burton, pionir utama dunia snowboarding.

Kini, alih-alih sekadar identik dengan sosok juara atau kolaborator brand, Su Yiming ingin membangun secara nyata sebuah simbol personal yang berakar pada kultur street. Menghiasi digital cover terbaru Hypebeast China dengan tema “Made by Ming,” ia memetakan evolusinya dari builder menjadi creator dan pada akhirnya menjadi “the icon,” sambil membuka tirai atas brand personalnya yang begitu dinantikan: Süugar.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Wardrobe credits: BAPE® Mixed Camouflage Work Jacket / BAPE® ABC Camouflage Double-Hooded Shark Hoodie / BAPE® APE HEAD Short-Sleeve T-Shirt / BAPE® Oversized Work Pants / BAPE® Belt / BAPE® Knit Hat / BAPE STA™ Footwear / Cartier SANTOS DE CARTIER Watch / Cartier CLASH DE CARTIER Ring / Cartier CLASH DE CARTIER Necklace

Berbincang Bersama Su Yiming

Hypebeast: Kalau menengok perjalananmu dari aktor cilik hingga menjadi atlet profesional, di fase mana kamu pertama kali mulai benar-benar tertarik dengan streetwear dan fashion?

Su Yiming:Kira-kira saat umur 15 atau 16 tahun. Waktu itu aku mulai benar-benar sadar akan gaya personal dan fashion. Aku mulai membentuk opini sendiri dan menemukan arah yang memang aku suka. Sepanjang jalan, aku terus membuka diri pada hal-hal baru dan bereksperimen untuk mencari apa yang paling pas untukku. Beralih dari dunia akting ke olahraga profesional membuatku merasakan banyak lingkungan berbeda, yang justru jadi sumber inspirasi besar. Semakin jauh aku melangkah di jalur ini, semakin aku sadar bahwa menemukan gaya yang unik dan tidak bisa diduplikasi adalah hal yang paling bekerja untukku.

Siapa desainer atau brand yang paling banyak memengaruhimu? Inspirasi seperti apa yang mereka berikan?

Pharrell Williams punya pengaruh yang sangat besar buatku. Aku selalu mengikuti karyanya, dan gaya street bernuansa skate di awal kariernya meninggalkan kesan yang kuat. Aku tumbuh dalam kultur snowboarding, skateboarding, dan surfing, jadi filosofi desainnya benar-benar nyambung denganku. Kalau suatu hari aku berkesempatan berkolaborasi dengannya, aku ingin menggabungkannya dengan duniaku sebagai atlet dan menciptakan sesuatu yang benar-benar seru bersama.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Kolaborasimu dengan adidas dan Burton memberimu kesempatan untuk terlibat secara mendalam dalam proses desain dari nol. Apakah pengalaman itu memicu rasa puas dalam membangun sesuatu secara nyata? Pelajaran terbesar apa yang kamu dapatkan?

Itu adalah proses yang sangat menyenangkan dan terasa magis karena setiap produk yang kami rancang adalah sesuatu yang benar-benar akan kupakai dan kugunakan sendiri. Berkompetisi di panggung dunia sambil mengenakan apparel yang turut kubantu desain memberi dorongan energi ekstra. Sebelumnya, aku tidak punya ruang untuk terlibat penuh dalam siklus desain dari awal hingga akhir, jadi ini menjadi proses belajar besar dengan mengamati para desainer profesional dan orang-orang di sekelilingku. Kami berangkat dari kertas kosong dan, lewat usaha bersama, lahirlah sebuah produk jadi. Berdiri di atas lintasan dengan pakaian yang kami ciptakan bersama, membiarkan orang melihat kepribadian dan gayaku — rasanya tak tergantikan.

“Aku tidak suka melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak benar-benar aku minati, atau hal-hal yang semata-mata didorong oleh kegunaan. Aku ingin semua yang kulakukan datang langsung dari hati.”

Selain snowboarding, kamu juga gemar biliar dan golf. Apakah skill dan pengalaman yang kamu kumpulkan selama bertahun-tahun di atas salju bisa diterapkan ke olahraga lain, atau bahkan dalam membangun brand personalmu?

Bagiku, apa pun yang kamu lakukan, logika dasarnya tetap sama. Pertama, kamu harus menemukan apa yang kamu cintai — itu yang paling penting. Aku tidak suka melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak benar-benar aku minati, atau yang hanya digerakkan oleh faktor kegunaan. Aku ingin semua yang kulakukan lahir dari hati. Kedua, snowboarding mengajarkanku kesabaran. Kamu harus mengumpulkan pengalaman sedikit demi sedikit dan melangkah maju dengan kaki yang tetap membumi. Kadang keberhasilan tidak datang seketika, tapi kamu tetap harus rendah hati, penuh harapan, dan positif.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Kamu sempat menyinggung pentingnya waktu. Satu run di big air ramp biasanya berakhir secepat kilat — meluncur, berputar, lalu mendarat hanya dalam hitungan detik — tetapi butuh persiapan yang luar biasa panjang. Bagaimana kamu memandang hubunganmu dengan waktu itu?

Itu benar sekali. Di Big Air, satu run dari titik luncur hingga mendarat hanya sekitar 10 detik, dan hanya sekitar tiga detik di antaranya yang benar-benar di udara. Misalnya saat kami berlatih spin, naik dari 1.800 (lima putaran) ke 1.980 (lima setengah putaran) berarti hanya tambahan 180 derajat. Tapi setengah putaran ekstra itu sering kali membutuhkan satu musim panas penuh atau lebih dari setengah tahun latihan fisik dan simulasi. Aku baru berani mencobanya di salju sungguhan ketika konsistensiku sudah total. Extreme sports punya risiko tinggi, jadi faktor keselamatan adalah segalanya.

Soal waktu, Milan Winter Olympics benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagiku. Setelah run terakhir di final Big Air, aku memang mendaratkan trik itu, tapi aku tahu eksekusinya bukan yang terbaik — pendaratannya jelas masih ada cacat. Di detik itu juga aku sadar medali emas sudah lepas. Namun tepat saat menunggu skor keluar, hal terbesar yang terlintas di kepalaku adalah: “Wow, empat tahun ini ternyata lewat secepat itu.” Seluruh usaha empat tahun terakhir bermuara pada satu lompatan, satu kompetisi ini. Meski pulang dengan medali perunggu, aku tetap sangat bahagia. Itu adalah penutup yang tepat untuk diriku sendiri. Rasa aneh ketika empat tahun berakhir dalam sekejap itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kulupa.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

“Brand ini bernama ‘Süugar.’ Di satu sisi, itu permainan dari namaku. Di sisi lain, aku ingin semua orang menjalani hidup dengan energi positif, rasa bahagia, dan banyak ‘manisnya’.”

Wawancara ini menandai debut resmi brand personalmu di hadapan publik. Bisa kamu kenalkan kepada audiens global kami — mulai dari nama, logo, hingga positioning-nya?

Ini adalah pertama kalinya aku mengumumkan ide ini secara terbuka. Brand ini bernama Süugar. Karena marga keluargaku adalah Su (Sü), aku sengaja membuat huruf “S” kapital dan menambahkan beberapa huruf “u”. Nama ini memang bermain-main dengan identitasku, tapi yang lebih penting, aku ingin semua orang menjalani hidup dengan energi positif, rasa bahagia, dan banyak “manisnya” setiap hari. Logonya akan tetap mempertahankan elemen “butterfly.” Sejak proyek desain pertamaku, kupu-kupu selalu menjadi simbol yang paling merepresentasikan diriku.

Dari sisi positioning dan produk, aku memulainya dari zona nyamanku: snowboarding. Aku ingin memberi orang kesempatan merasakan boots, board, binding, dan outerwear profesional yang benar-benar kupakai saat latihan dan kompetisi. Ke depannya, aku akan perlahan memperkenalkan pandangan yang lebih luas tentang streetwear dan lifestyle apparel versiku.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Carhartt WIP S/S AMERICAN SCRIPT T-SHIRT / Carhartt WIP OG DOUBLE KNEE SHORT / Carhartt WIP SHORT WATCH HAT / Carhartt WIP MICHIGAN COAT / Cartier SANTOS DE CARTIER series watches / Cartier LOVE series rings / Cartier LOVE series bracelets / adidas Hyperboost Edge

Mengapa kamu begitu tertarik pada motif kupu-kupu?

Bagiku, kupu-kupu bukan hanya menyerupai siluet tubuhku saat melayang di udara; ia juga merepresentasikan kerinduanku yang dalam akan kebebasan. Mengenakan motif kupu-kupu saat latihan dan bertanding terasa seperti sumber energi dan inspirasi ekstra. Itu membuat gerakanku terasa lebih ekspresif dan lebih panjang, menampilkan sisi diriku yang berbeda dari yang lain.

Bukan hal langka ketika atlet elit beralih ke industri lain, tapi benar-benar mendirikan brand independen adalah sesuatu yang cukup jarang. Apakah ada pemicu khusus di balik keputusan ini, atau semuanya mengalir secara alami?

Ini adalah proses yang bertahap. Bekerja dekat dengan brand seperti Burton dan adidas membawaku menyelami sisi desain teknis secara mendalam, dan di situ aku sadar ternyata aku benar-benar punya passion di bidang ini. Aku berpikir: Kalau aku sebegitu cintanya, kenapa tidak memulai brand sendiri, di mana aku bisa mencurahkan lebih banyak waktu, energi, dan mengekspresikan visiku sepenuhnya? Dari situ semuanya berkembang secara alami.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Sebagai kreator muda yang sudah bekerja dekat dengan raksasa global, apakah mendirikan brand sendiri berarti kamu kini memegang kontrol kreatif sepenuhnya?

Ya, ini memberiku kanvas yang jauh lebih luas untuk menuangkan ide-ideku sendiri. Sejak kecil, aku selalu berkata pada diri sendiri untuk “never set limits.” Snowboarding memberiku rasa kebebasan yang murni, jadi aku berharap brand ini tidak akan terkurung pada satu kategori produk saja. Sebaliknya, aku ingin brand ini bisa menampilkan banyak hal lewat desain yang beragam.

Apakah kamu khawatir brand ini hanya akan dipandang sebagai “merchandise Su Yiming” semata?

Niat awalnya adalah memberi orang medium berbeda untuk mengenalku lebih jauh. Setiap produk yang kami keluarkan memuat pemikiran dan sikap personal dariku. Snowboard, perlengkapan, dan streetwear yang kamu lihat adalah item yang kupakai setiap hari — hal-hal yang menurutku paling pas untuk kondisi olahraga dan gaya hidup saat ini. Jadi ini bukan sekadar “merch” tradisional. Aku ingin orang bisa merasakan kebahagiaan yang kurasakan di atas lereng salju lewat benda fisik yang nyata. Untuk apparel-nya, kamu bisa melihatnya sebagai perpanjangan dari lemari pakaianku sendiri, cerminan gaya hidupku ketika kamera tidak menyala.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Sebagai atlet profesional, targetmu sangat jelas dan terukur. Tapi di ranah bisnis dan fashion, cakrawalanya nyaris tanpa batas. Seperti apa bentuk “menjuarai kejuaraan” bagi Süugar?

Dunia olahraga dan fashion itu sangat berbeda. Dalam olahraga, tujuannya linear: mendaratkan trik, meraih medali, dan target pun tercapai. Dalam bisnis dan streetwear, aku benar-benar masih pemula, dengan begitu banyak hal yang harus dijelajahi dan dipelajari. Kalau dianalogikan dengan snowboarding, target utamaku berulang setiap empat tahun lewat Olimpiade, tapi begitu satu siklus berakhir, siklus baru dimulai lagi lewat World Championships atau Olimpiade berikutnya. Di fashion pun sama. Aku ingin terus membangun brand ini dengan baik, menginspirasi lebih banyak orang, dan membuat mereka merasakan kebahagiaan di balik apa yang kami lakukan. Itulah definisi kemenangan versiku.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Louis Vuitton suede work jacket / Louis Vuitton MONOGRAM striped short-sleeved shirt / Louis Vuitton denim work shorts / Louis Vuitton JAZZ boat shoes / Louis Vuitton INITIALES DAMOFLAGE 40mm reversible belt / Louis Vuitton KEEPALL 35 handbag / Louis Vuitton KEEPALL 50 travel bag / Cartier SANTOS DE CARTIER watch / Cartier JUSTE UN CLOU necklace

Kamu tumbuh di era ketika generasi muda di China benar-benar mendefinisikan ulang makna “keren.” Bukan lagi sekadar menerjemahkan kerangka Barat; kalian sedang membangun bahasa sendiri. Peran seperti apa yang kamu inginkan untuk brand-mu di tengah gelombang ini?

Menurutku, anak muda di era ini hanya ingin mengekspresikan identitas mereka yang unik dan individual — untuk “never set limits.” Tidak ada satu jawaban yang mutlak benar; semuanya butuh eksplorasi dengan emosi dan pemahaman masing-masing. Selama kamu mencintai apa yang sedang kamu lakukan dan menikmati proses berkembangnya, itu sudah sangat indah. Aku berharap brand-ku bisa menyampaikan kerinduan akan kebebasan ini dan fokus total pada passion.

Mengoperasikan sebuah brand berarti memasuki arena yang benar-benar baru, dengan risiko: “kalau brand-nya gagal, Su Yiming juga dianggap gagal.” Apa kamu siap memikul beban ekspektasi kolektif sebesar itu?

Aku pasti akan memberikan segalanya untuk membuatnya berhasil. Tapi di saat yang sama, aku harus menyeimbangkan banyak identitas: aku ingin terus mendorong diri sebagai atlet profesional dan meraih lebih banyak gelar, sementara aku juga masih berstatus mahasiswa. Manajemen waktu jadi tantangan besar. Karena brand ini lahir dari passion yang tulus, aku akan mengerahkan usaha maksimal. Namun sebagai pendatang baru yang belum punya pengalaman bisnis konvensional, aku akan tetap rendah hati, belajar dari para senior, dan berkembang selangkah demi selangkah.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar

Di mata publik, nama “Su Yiming” sudah melampaui sosok atlet individu dan menjelma simbol kultural bagi generasi muda. Bagaimana kamu memaknai status sebagai seorang “Icon”? Lebih terasa sebagai tekanan atau tanggung jawab?

Perasaan itu semakin kuat setelah aku berusia 18 tahun. Pengalaman Olimpiade pertamaku terasa seperti anak kecil yang mengejar mimpi tanpa tekanan berarti karena semuanya masih baru dan aku ke sana hanya untuk menikmati. Tapi ketika aku berdiri di panggung Olimpiade untuk kedua kalinya, aku merasakan beban tanggung jawab itu. Aku sadar aku sudah tidak lagi berpartisipasi semata-mata demi hobi pribadi; aku mewakili sebagian dari snowboarding China, dan aku harus menampilkan semangat serta kekuatan anak muda China di panggung dunia.

Snowboarding punya sejarah yang relatif singkat di China, dan aku ingin membuktikan pada dunia bahwa lewat usaha kolektif, kami bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan unggul di era ini. Tanggung jawab itu kuubah menjadi bahan bakar. Aku senang mengonversi tekanan menjadi momentum dan menikmati perjalanannya. Bagiku, menjadi seorang “Icon” berarti melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan dengan sebaik-baiknya. Pengalaman yang kamu jalani saat mengejar mimpi adalah satu-satunya kekayaan sejati yang tak akan pernah bisa diulang.

Jika suatu hari karier olahragamu berakhir, apakah kamu akan sepenuhnya mencurahkan diri pada brand ini, atau justru ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar baru lagi?

Brand ini akan selalu berjalan bersamaku, dan aku sepenuhnya bersedia mendedikasikan waktu dan energiku untuk pertumbuhannya. Di saat yang sama, aku percaya hidup seharusnya tidak punya batas. Aku tipe orang yang senang mengambil ide-ide liar yang belum terikat dan mewujudkannya. Apa yang akan terpikir oleh diriku yang berusia 25 tahun nanti, atau versi diriku yang sudah pensiun, masih menjadi tanda tanya — tapi aku menantikannya dengan antusias yang luar biasa.

“Apa pun bidangnya, apa pun jalannya, aku ingin hadir layaknya sambaran petir yang menggelegar.”

“Ming” (鸣) adalah namamu, tapi juga bisa dimaknai sebagai bunyi atau deklarasi — sesuatu yang sudah lama konsisten kamu lakukan. Jika harus kamu definisikan hari ini, “suara” seperti apa yang ingin kamu pancarkan lewat brand ini?

Sesuai makna di balik namaku, apa pun bidangnya, apa pun jalannya, aku ingin hadir layaknya sambaran petir yang mengagetkan (Yiming Jingren / 一鸣惊人). Itulah keyakinan yang kupegang untuk diriku sendiri, dan tujuan akhir yang terus kukejar.

Hypebeast China Digital Cover Story: Wawancara Su Yiming dan Debut Brand Süugar
Photographer: Zhongjia Sun
Director: Daniel Teo
Videographer: Gavin Li
Stylist: Feihong
Hair & Makeup: Siyuan
Producer: Parris
Editor-In-Chief: Phil Gong
Associate Managing Editor: Buzz Lee
Creative Media Associate Director: H
Global Creative Director: Kevin E. Wong
Media Partnerships Manager: Zachary Lai
Graphic Design: Shin Tian, Forrest Grenfell
Gaffer: Xuanchao
Styling Assistant: Paprika
Retoucher/Post-Production: Avery
Production Coordination: Yee
Special Thanks to A BATHING APE®/BYREDO/CARHARTT WIP/LOUIS VUITTON/USM

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

1666: Amsterdam Karya Kreator Assassin’s Creed Siap Rilis Early Access
Gaming

1666: Amsterdam Karya Kreator Assassin’s Creed Siap Rilis Early Access

Gim aksi-petualangan orang ketiga bernuansa gelap garapan Patrice Désilets ini akan hadir di PC pada Agustus.

Cara Busana “Digital Camouflage” Simon Weckert Mengecoh Kamera AI dengan Serangan Adversarial
Desain

Cara Busana “Digital Camouflage” Simon Weckert Mengecoh Kamera AI dengan Serangan Adversarial

Desainer asal Berlin ini menciptakan solusi fisik untuk melawan pelacakan otomatis, memanfaatkan derau visual generatif agar pemakainya tak terdeteksi oleh sistem pendeteksi manusia berbasis AI.

Taemin Menemukan Kekejaman dalam Keindahan lewat 'PHASE 1: Soft Violence'
Musik

Taemin Menemukan Kekejaman dalam Keindahan lewat 'PHASE 1: Soft Violence'

Bintang utama SHINee ini mengurai bagaimana puncak karier dan luka yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun menjadi landasan untuk batas yang kini ingin ia lewati.


Bagi YOASOBI, Setiap Lagu Adalah Mikro-Dunia Cerita dan Suara yang Unik
Musik

Bagi YOASOBI, Setiap Lagu Adalah Mikro-Dunia Cerita dan Suara yang Unik

Duo powerhouse J-pop ini berbincang dengan Hypebeast tentang album terbaru mereka, ‘THE BOOK for,’, kolaborasi bersama ‘Overwatch’, dan apa saja yang terjadi di balik layar studio.

Balenciaga Siap Jadi Bahan Bakar Latihanmu Berikutnya
Fashion

Balenciaga Siap Jadi Bahan Bakar Latihanmu Berikutnya

Melengkapi bodysuit elastis anti-lembap dari lini TechWear terbarunya, House ini juga merilis snack bar alami “Operational” dan “Reset Form” untuk menunjang nutrisi harianmu.

Travis Scott Pamer Nike Caitlin 1 Serba Hitam
Footwear

Travis Scott Pamer Nike Caitlin 1 Serba Hitam

Ikon musik global ini ikut menguatkan momen debut siluet signature Caitlin Clark lewat penampilan resminya di media sosial.

JW Anderson SS27: Eksplorasi Proses, Orang, dan Craft
Fashion

JW Anderson SS27: Eksplorasi Proses, Orang, dan Craft

Dibintangi para kolaborator dan sahabat dekat Jonathan Anderson.

Di ‘HOME’, BOYNEXTDOOR Berani Ngomongin Hal yang Selama Ini Cuma Dipendam
Musik

Di ‘HOME’, BOYNEXTDOOR Berani Ngomongin Hal yang Selama Ini Cuma Dipendam

Para member ngobrol soal penulisan lagu, perjalanan mereka, dan apa sih arti rumah yang sebenarnya.

Nike Air Force 1 Low "Game Day": Tribute Keren untuk Perlengkapan Olahraga Vintage
Footwear

Nike Air Force 1 Low "Game Day": Tribute Keren untuk Perlengkapan Olahraga Vintage

Versi terbaru ini mengusung bentuk klasik tahun 2001 yang dipadukan dengan warna malachite dan university gold yang mencolok.

'Toy Story 5' Bidik Rekor Box Office, Diproyeksi Raup Lebih dari USD 150 Juta di Akhir Pekan Pembukaan
Hiburan

'Toy Story 5' Bidik Rekor Box Office, Diproyeksi Raup Lebih dari USD 150 Juta di Akhir Pekan Pembukaan

Sekuel animasi terbaru Disney dan Pixar ini diprediksi akan mencetak debut domestik bersejarah di box office.


H. Moser & Cie. Hadirkan Energi Musim Panas di Pioneer Centre Seconds “Sun Berry”
Jam Tangan

H. Moser & Cie. Hadirkan Energi Musim Panas di Pioneer Centre Seconds “Sun Berry”

Memperkenalkan Pioneer Centre Seconds “Sun Berry”, jam tangan berani bernuansa musim panas dengan dial Berry Purple yang penuh energi.

Tampilan Resmi Nike KD 19 “Bubble Gum Bounce”
Footwear

Tampilan Resmi Nike KD 19 “Bubble Gum Bounce”

Lini sepatu basket signature Kevin Durant berlanjut dengan edisi terbaru yang baru saja terungkap.

Nike Rilis Air Force 1 Low "Sunflower" dengan Shroud yang Bisa Dilepas
Footwear

Nike Rilis Air Force 1 Low "Sunflower" dengan Shroud yang Bisa Dilepas

Sneaker low-top ini melengkapi koleksi musimannya dengan nuansa floral cerah dan konstruksi fungsional berorientasi utilitas.

Spesifikasi EPA Tesla Cybercab: Bobot, Tenaga, dan Jarak Tempuh Diungkap
Otomotif

Spesifikasi EPA Tesla Cybercab: Bobot, Tenaga, dan Jarak Tempuh Diungkap

Dokumen EPA membongkar bodi ultraringan Tesla Cybercab, baterai 48 kWh, motor depan, dan efisiensi super irit yang disiapkan untuk peran robotaxi masa depan.
2 Sumber

Vans dan Urban Research Doors Hadirkan Eksklusif 2-Elt Boat Shoe untuk Musim Panas
Footwear

Vans dan Urban Research Doors Hadirkan Eksklusif 2-Elt Boat Shoe untuk Musim Panas

Tampilan klasik low-profile dihadirkan ulang dengan material refined yang ringan dan siap menemani gaya santai musim panas.

Ulysse Nardin Rayakan 25 Tahun Freak dengan Freak [X] Terbaru yang Lebih Tipis dan Canggih
Jam Tangan

Ulysse Nardin Rayakan 25 Tahun Freak dengan Freak [X] Terbaru yang Lebih Tipis dan Canggih

Kini hadir dengan ukuran case baru 41 mm.

More ▾