Di ‘HOME’, BOYNEXTDOOR Berani Ngomongin Hal yang Selama Ini Cuma Dipendam
Para member ngobrol soal penulisan lagu, perjalanan mereka, dan apa sih arti rumah yang sebenarnya.
BOYNEXTDOOR — SUNGHO, RIWOO, JAEHYUN, TAESAN, LEEHAN, dan WOONHAK — baru saja merilis album studio perdana merekaHOME, yang sudah tersedia di seluruh platform streaming global melalui KOZ Entertainment, label di bawah naungan HYBE. Proyek ini hadir sebagai karya paling personal mereka sejauh ini: sebuah rekaman yang menengok kembali tahun-tahun sebelum siapa pun mengenal nama mereka dan sampai pada orang-orang, momen, serta perasaan yang kini memaknai kata “rumah.”
Hal paling penting dariHOMEbukan ambisi yang melatarbelakanginya, meski ambisi itu terasa di setiap sudut. Yang paling menonjol adalah kepengarangan. Untuk pertama kalinya dalam satu proyek, keenam member memegang kredit penulisan lagu, sebuah tonggak yang menandai evolusi kreatif yang tak kalah berarti dari capaian di tangga lagu mana pun. SUNGHO mengenang bagaimana perubahan itu terasa dalam praktik: “Bisa ikut menentukan penulisan membuat lagu-lagunya benar-benar terasa milik kami. Prosesnya juga jadi lebih jujur, karena kami membagikan lebih banyak sisi diri kami sendiri.” LEEHAN menambahkan dimensi lain pada kejujuran itu: “Keterlibatan yang lebih besar membuatku merasa punya rasa memiliki yang lebih kuat terhadap lagu-lagu ini. Di saat yang sama, bekerja sebagai enam orang membuatnya terasa bukan lagi sekadar ide individu, tapi sesuatu yang kami ciptakan bersama.”
Kepengarangan kolektif itu membentuk arsitektur emosional album ini.HOMEmenjelajah spektrum nuansa yang luas, dari kecemasan pra-debut di “06070” hingga kehangatan kekeluargaan di “Forever You,” dari tarikan indrawi “DIVE” hingga dorongan maju tanpa henti di “ADIOS!” Lagu-lagu seperti “06070,” “Forever You,” “I Wonder,” dan penutup eksklusif CD “I Wonder, Always” mengkreditkan keenam member secara bersama alih-alih membagi tugas penulisan, menegaskan rasa kisah kolektif yang mengalir di sepanjang daftar lagu. Album ini berakhir pada finale berdurasi enam menit itu dalam wujudnya yang paling tanpa filter: pilihan sadar untuk menempatkan materi paling personal di urutan terakhir.
Single utama “VIRAL” berada di pusat segala sesuatu yang ingin disampaikan olehHOMEitu. Dibangun dari harapan agar sebuah lagu bisa menyebar dan menjangkau seseorang dari masa lalu, lagu ini memadukan kerinduan itu dengan satu kalimat yang hanya bisa disampaikan grup self-producing dengan keyakinan setinggi ini: “Gonna put my copyright on it.” TAESAN dan WOONHAK berbicara lugas soal apa arti viral bagi mereka di titik karier saat ini. “Bagi kami, viral itu bukan lagi soal angka, tapi soal koneksi. Jauh lebih penting kalau orang benar-benar merasa relate dengan lagunya,” kata TAESAN. WOONHAK merumuskannya secara sederhana: “Bukan soal angka atau tren. Lebih ke bagaimana kami merilis sesuatu yang jelas-jelas terasa milik kami — sesuatu yang dengan percaya diri bisa kami bilang merepresentasikan kami, entah itu jadi viral atau tidak.”
Di saat yang sama, video musik single utama ini memperluas bahasa visual album secara keseluruhan dan menempatkan keenam member di latar dramatis berupa insinerator, cerobong asap, dan hamparan ladang terbuka, dengan kenangan-kenangan terpecah yang diwujudkan lewat asap, abu, dan kehampaan. Semua ini menjadi kontras yang sengaja dihadirkan terhadap energi cerah dan playful dari rilisan-rilisan awal mereka, menampilkan versi grup yang lebih tertahan dan dewasa. Koreografinya mengikuti logika yang sama, dibangun lewat sinkronisasi yang terstruktur sebelum memuncak dengan ledakan energi berintensitas tinggi di paruh kedua.
Yang membuatHOMEterasa begitu layak adalah bagaimana para member sendiri menjelaskan apa yang ia wakili. RIWOO mengungkapkannya begini: “Rasanya lebih seperti sebuah awal daripada tujuan akhir. Album ini menengok kembali perjalanan kami sejauh ini, tapi juga membuatku sadar bahwa rumah tidak selalu harus berupa tempat. Rumah bisa jadi orang-orang dan momen yang menetap bersama kita ke mana pun kita pergi.” Bagi JAEHYUN, definisinya bahkan lebih langsung: “Buatku, rumah adalah orang-orang di sekitar kami. Sebelum ada para member, aku hanya seseorang yang suka musik. Setelah kami bersama, segalanya berubah dan itulah yang jadi rumah.”
HOMEsudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming global. BOYNEXTDOOR akan merayakan rilis ini dengan world tour perdana mereka, “BOYNEXTDOOR TOUR ‘KNOCK ON Vol. 2,’” yang akan dimulai Juli ini dengan 33 show di 22 kota.















![Ulysse Nardin Rayakan 25 Tahun Freak dengan Freak [X] Terbaru yang Lebih Tipis dan Canggih](https://image-cdn.hypb.st/https%3A%2F%2Fid.hypebeast.com%2Ffiles%2F2026%2F06%2Fulysse-nardin-freak-x-new-generation-release-info.jpg?fit=max&cbr=1&q=90&w=750&h=500)



