Koleksi Denim Tears SS26 “LIBERTAS”: Persembahan untuk Kebebasan dan Emansipasi
Menjadikan Statue of Liberty di NYC dan berbagai simbol kebebasan sebagai pusat desain di atas siluet streetwear khas Denim Tears.
Ringkasan
- Koleksi “LIBERTAS” SS26 menggali kembali sejarah radikal Statue of Liberty, menyoroti tujuan awal monumen ikonik ini sebagai perayaan penghapusan perbudakan dan kemenangan Union dalam Perang Saudara.
- Tremaine Emory memadukan motif diaspora, seperti rangkaian kapas dan rantai terputus, dengan nuansa Americana untuk merayakan sejarah Black yang kerap terabaikan melalui medium streetwear.
Koleksi SS26 “LIBERTAS” dari Denim Tears menjadikan Statue of Liberty sebagai tema sentral. Menghidupkan kembali kaitan historisnya dengan penghapusan perbudakan di Amerika Serikat, label ini merangkai motif diaspora khasnya dengan citra Lady Liberty yang begitu melekat dalam budaya visual global.
Meski Statue of Liberty telah mengakar dalam ikonografi Amerika, asal-usul radikalnya kerap diabaikan. Diresmikan pada tahun 1886, patung berskala raksasa hadiah dari Prancis ini menandai kemenangan Union dalam Perang Saudara dan pembebasan orang-orang Afrika yang diperbudak.
Sepanjang lookbook, sosok Lady Liberty direkontekstualisasi dan direklaim oleh Denim Tears, hadir dalam bentuk ikon, ilustrasi pudar, sulaman, hingga stud logam. Secara bersamaan, rujukan pada diaspora Afrika—seperti rangkaian kapas khas Denim Tears dan bendera bernuansa Pan-African—berdialog dengan ikonografi tersebut, menegaskan kembali kaitannya dengan sejarah perbudakan.
Founder Tremaine Emory dikenal dengan pendekatan sosio-historis dalam merancang streetwear, kerap mengarahkan sorotan pada bab-bab sejarah yang jarang dibahas seputar komunitas dan sosok-sosok Black. Saat meluncurkan lini denim in-house pertama Denim Tears, Emory mengatakan kepada Hypebeast, “Ini tentang melihat sesuatu yang dianggap ‘Americana’ dan mengisinya dengan sejarah yang belum diakui dunia Barat.” “LIBERTAS” tidak terkecuali.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah bomber reversible, menampilkan rangkaian kapas dan sebuah bendera pada sisi luar berwarna hitam serta patch bendera Pan-African berukuran XL di bagian dalam berwarna oranye terang. Di look lain, sebuah varsity jacket berkilau dengan wordmark Denim Tears di bagian depan hadir dalam palet patriotik merah, putih, dan biru.
Print dan pattern menjadi elemen kunci dalam rangkaian ini. Camouflage Denim Tears yang terinspirasi Real Tree hadir pada jaket dan celana kanvas, print bernuansa smoky menyingkap vignette bendera Amerika, dan motif floral tropis khas Denim Tears juga ikut muncul. Motif yang berulang di sepanjang koleksi adalah rantai terputus, yang memberi bobot lebih pada narasi kebebasan yang diusung koleksi ini.
Lihat galeri di atas untuk lookbook Denim Tears SS26 dan belanja koleksinya sekarang di webstore resmi maupun butik Denim Tears di NYC.



















