doublet x POTR Menyulap Standar Yoshida & Co. Menjadi Tas dengan Dua "Sisi A"
Ransel mini dan duffel melebur dalam satu siluet yang sama, memberi pemakainya kebebasan untuk menentukan sisi mana yang ingin ditonjolkan hari ini.
Ringkasan
POTR dan doublet merancang tas tanpa bagian belakang yang ditentukan, terinspirasi oleh rilisan single dua sisi A di era CD
Desainnya memadukan ransel mini dengan duffel bag, memadukan jacquard monogram POTR dengan lapisan dalam berwarna turquoise
Tali bahu dan tali jinjing yang dapat dilepas-pasang memungkinkannya dipakai secara crossbody atau dijinjing, sisi mana pun yang menghadap ke luar
POTR dan doublet menjalin kolaborasi untuk menciptakan tas yang memadukan ransel mini dan tas duffel ke dalam satu desain bersisi ganda. Alih-alih menetapkan bagian depan dan belakang secara konvensional, karya ini memperlakukan kedua sisi secara setara, memberikan pemakainya dua tampilan berbeda dari satu siluet.
Konsep ini sejalan dengan DNA desain doublet. Label asal Jepang besutan Masayuki Ino ini dikenal merancang pakaian sehari-hari dengan sentuhan humor dan kejutan; menyulap berbagai staple piece yang sudah familier dengan ide-ide tak terduga hingga hasilnya terasa sedikit melenceng dari kebiasaan. Di sini, filosofi tersebut diterapkan pada tas klasik Yoshida & Co., meminjam logikanya dari rilis CD single dengan dua sisi A (double A-side), di mana tak ada lagu yang dianaktirikan.
Ino memandang format reversible ini sebagai penolakan nyata terhadap kewajiban untuk menetap pada satu pilihan. “Dengan tidak mematenkan bagian depan dan belakang serta membalikkan perspektif, sebuah bentuk ekspresi baru pun lahir. Arahnya berubah setiap kali Anda membawanya, dan itu beresonansi dengan suasana hati serta outfit Anda hari itu,” jelasnya dalam sebuah pernyataan yang diterjemahkan.
Setiap sisi memiliki konstruksinya tersendiri. Bagian ransel dipotong dari anyaman jacquard orisinal dengan monogram POTR dan dilengkapi saku depan beritsleting yang ukurannya pas untuk menyimpan barang-barang kecil esensial seperti earbud nirkabel atau lip balm. Balikkan tas, dan sisi duffel menyuguhkan saku kancing jepret yang berfungsi ganda sebagai ruang penyimpanan: ketika sisi ransel dikenakan menghadap ke depan, pegangan tas duffel terselip rapi di dalamnya, menjaga siluet tas tetap sleek.
Permainan warna menyatukan kedua identitas ini. Pada versi merah muda dan khaki, pita ritsleting dicelup agar senada dengan bahan bodi utama, memastikan tidak ada sisi yang terlihat sekadar pelengkap. Buka tas ini, dan lapisan interior berwarna turquoise—nuansa yang erat kaitannya dengan identitas POTR—mengaliri bagian dalamnya.
Kepraktisannya berlanjut pada cara membawa tas ini. Tersedia dua tali pendamping: tali bahu yang dapat disesuaikan dan dilepas-pasang, serta tali tangan, dan keduanya dapat ditukar menyesuaikan sisi mana yang sedang Anda tampilkan. Baik ransel maupun duffel yang menjadi sorotan utama, tas ini berfungsi secara apik untuk diselempangkan (crossbody) maupun dijinjing.
Tas kolaborasi doublet x POTR ini resmi dirilis pada 10 Oktober di gerai flagship PORTER, PORTER Shinjuku dan Kobe, POTR Ikebukuro, Nagoya, Namba dan Sapporo, KURA CHIKA by PORTER di Fukuoka, dan di K11 ART MALL Hong Kong, PORTER KOREA (Yeouido), PORTER BANGKOK, Yoshida & Co. Official Online Store, serta sejumlah peritel doublet terpilih. Koleksi pakaian dari kolaborasi ini akan tersedia di gerai flagship PORTER di Omotesando, PORTER KOREA (Yeouido), DOVER STREET MARKET GINZA, st company KIRYU, dan 10 Corso Como Seoul.