Manual Photo Lab Jadi Warga Baru di Chinatown New York
Label ini hadir secara offline dengan gerai permanen pertamanya — memadukan toko, lab cuci film, dan tempat nongkrong.
Ringkasan
Manual, label gaya hidup kamera asal New York, baru saja membuka toko permanen pertamanya, Manual Photo Lab, di Chinatown
Berlokasi di 89A Allen Street, ruang ini dirancang sebagai tempat nongkrong, lab film, dan toko peralatan, yang dilengkapi dengan kamera, film, buku, zine, dan banyak lagi
Membuka pintunya dengan pameran karya Leon Xu, sang pendiri Malcom Dia mengatakan bahwa lebih banyak pameran, peluncuran zine, set DJ, serta lokakarya sedang dipersiapkan
New York mencintai Manual, dan Manual pun mencintai New York. Sejak didirikan hampir satu dekade lalu, label ini tetap setia pada komunitas kreatif intinya, mulai dari penggemar fotografi hingga mereka yang baru mulai penasaran, lewat aliran acara pop-up, pesta, dan pameran yang terus bermunculan di seluruh penjuru kota. Kini, dengan dibukanya Manual Photo Lab sebagai gerai permanen pertamanya, para pelanggan setia dan pendatang baru akhirnya memiliki tempat nongkrong yang menetap.
Ruang seluas 400 kaki persegi di Chinatown ini terinspirasi dari toko kamera keluarga tempat sang pendiri, Malcolm Dia, menghabiskan masa kecilnya. Tempat-tempat ini dulunya bukan sekadar toko peralatan, tetapi juga menjadi titik kumpul bagi para seniman sepemikiran yang larut dalam karya mereka. “Itu adalah tempat di mana orang bertemu, bertukar kiat, dan mengambil hasil cuci film mereka. Kami merasa ada kerinduan yang nyata akan tempat seperti itu, terutama di kalangan anak muda yang mulai kembali menggunakan kamera,” ungkapnya.
Di jajaran rak, berdampingan dengan kamera digital dan sekali pakai dari label tersebut — keduanya hadir dalam berbagai pilihan warna — terdapat persediaan film Kodak, buku, zine, serta pernak-pernik dari penerbit lokal dan internasional, seperti Loose Joints, Super Labo, Pomegranate Press, Monolith Editions, dan Dobedo UK. Tempat ini juga menawarkan jasa cuci film dengan biaya pengembangan film berwarna 35mm mulai dari 15 dolar AS dan waktu pengerjaan sekitar dua hingga tiga hari kerja.
Ruang ini diluncurkan melalui pameran yang dipersembahkan bersama Silvertooth Agency, menampilkan lukisan orisinal karya Leon Xu serta berbagai karya dari seniman pendatang baru. Pameran lainnya, peluncuran zine, penampilan DJ, hingga lokakarya juga akan segera digelar dalam waktu dekat.
Desain ruangannya sendiri dirancang oleh Protean Practice, dibuat menyerupai kamera digital “HOLO” yang transparan. Panel bening di bagian depan menjaga agar fasad asli bangunan dan susunan bata dari abad ke-19 tetap utuh, sementara tirai semi-transparan membiarkan cahaya masuk menerangi lab film di bagian belakang. Sentuhan baja mentah dan kayu lapis bertekstur kasar menciptakan nuansa industrial yang modis, melengkapi sistem pengeras suara khusus dan bangku baca yang mengapit sisi toko.
Manual telah melangkah jauh sejak pertama kali membuka konter kopi pop-up sekaligus loket penyerahan film pada musim panas 2019 lalu, yang lokasinya hanya berjalan kaki singkat dari rumah barunya saat ini. Namun, bahkan sejak saat itu pun, label ini sudah tahu betul cara menarik perhatian pengunjung.
Chinatown adalah pilihan yang disengaja, mengingat kawasan ini punya sejarah panjang terkait bisnis keluarga, studio foto, dan tempat percetakan. “Kami adalah warga baru di sini, jadi tugas kami adalah menjadi tetangga yang baik,” kata Dia. “Ini berarti bersikap terbuka bagi semua orang, mematok harga lab yang terjangkau agar orang benar-benar bisa menggunakannya, dan menyediakan ruang bagi para fotografer serta seniman lokal.”
Buka dari Selasa hingga Minggu, pukul 11 siang hingga 7 malam, kunjungi dan lihat sendiri tokonya
Manual Photo Lab
85A Allen Street,
New York, NY 10002