Menyelami Semesta Anyma: Dari 'Genesys' hingga 'ÆDEN' dan Debutnya di Singapura
Anyma berbincang dengan Hypebeast dalam sebuah wawancara eksklusif mengenai segala hal tentang pekan balapan F1 dan penampilannya di atas panggung megah.
Bagi Anyma, musik elektronik lebih dari sekadar suara. Sang DJ sekaligus produser ini telah membangun sebuah semesta audiovisual yang mengeksplorasi teknologi, fiksi ilmiah, serta hubungan umat manusia dengan era digital. Setelah merampungkan trilogi Genesys miliknya, kini ia memperluas visi tersebut melalui ÆDEN, sebuah babak baru yang terus berevolusi dalam setiap penampilannya.
Setelah membawa karyanya ke Las Vegas Sphere, Coachella, dan Piramida Giza, Anyma kini melangsungkan debutnya di Singapura bertepatan dengan pekan balapan Formula 1. Penampilan ini menandai kembalinya ia ke akar klubnya, membawa semesta audiovisual terbarunya ke dalam nuansa yang berbeda setelah serangkaian pertunjukan berskala besar. Ia akan tampil di MARQUEE Singapore pada tanggal 10 Oktober 2026.
Anda melangsungkan debut di Singapura tepat di tengah pekan balapan, salah satu akhir pekan terbesar di kota ini. Pengalaman apa yang paling Anda nantikan selama berada di sini?
Menikmati Singapura beserta masyarakatnya secara langsung, karena ini adalah negara yang begitu indah, sama halnya dengan seluruh Asia Tenggara pada umumnya. Kawasan ini secara khusus sangat menginspirasi saya, baik dalam wujud modern maupun kunonya.
“Setiap pertunjukan ÆDEN selalu berbeda, dengan narasi yang terus berevolusi melalui deretan lagu dan visual baru.”
Elemen visual telah menjadi bagian khas dari pengalaman menikmati Anyma. Apa yang Anda ingin orang-orang rasakan saat menyaksikannya secara langsung?
Saya ingin mereka merasakan emosi yang lebih dalam ketimbang sekadar datang ke sebuah pesta. Saya harap para penggemar mendapatkan kesan yang berharga dan bahwa narasi tematik tentang masa depan, masa lalu, kemanusiaan, serta teknologi pada akhirnya dapat beresonansi lebih kuat. Tentu saja hal ini utamanya bersifat subjektif dan terbuka untuk interpretasi, tetapi jika orang-orang pulang dari pertunjukan ÆDEN dan merasa tersentuh dengan cara tertentu, maka saya telah mencapai tujuan saya.
Anyma telah berkembang menjadi sebuah semesta utuh yang melampaui musik. Pada titik ini, di manakah batasan antara sosok Matteo dan Anyma?
Menciptakan proyek Anyma sebenarnya adalah refleksi gabungan dari siapa diri saya dan apa saja yang menjadi renjana saya sepanjang hidup. Permainan video, anime, fiksi ilmiah, serta dunia fantasi memberi pengaruh besar bagi saya di luar musik, jadi Anyma terwujud sebagai cara terbaik yang saya tahu untuk meleburkan seluruh kepribadian saya ke dalam satu persona.
Setelah bertahun-tahun membangun Genesys, Anda kini telah memasuki babak baru bersama ÆDEN. Apa yang ingin Anda lakukan secara berbeda kali ini?
Saya ingin mengangkat tema yang sama dari kisah Genesys dan mendorong narasi tersebut ke bentuk selanjutnya, bahkan menjadi sesuatu yang menurut saya lebih relevan dengan cara dunia kita berubah. ÆDEN tetaplah sebuah kisah tentang teknologi dan kemanusiaan, yang tampaknya selalu bertentangan di linimasa dunia nyata kita, tetapi tidak dalam cerita saya. Setiap pertunjukan ÆDEN selalu berbeda, dengan narasi yang terus berevolusi melalui deretan lagu dan visual baru. Kami sering kali menciptakan momen dan narasi khusus hanya untuk pertunjukan dan negara tertentu.
“Saya ingin orang-orang merasakan emosi yang lebih dalam ketimbang sekadar datang ke sebuah pesta.
Mulai dari Coachella dan Sphere hingga Piramida Giza, Anda telah membawa Anyma ke berbagai panggung yang luar biasa. Apa yang Anda nantikan dari membawa semesta tersebut ke MARQUEE?
Setiap pertunjukan terasa spesial dan selalu menyenangkan bisa menantang diri kami sendiri untuk mendorong proyek ini secara kreatif dan menghadirkan pengalaman yang dirancang khusus untuk audiens di sana yang semoga akan terus berbekas di benak mereka. Pertunjukan di MARQUEE akan terasa lebih intim, yang mana menjadi sebuah koneksi menyenangkan kembali ke akar klub saya, namun dengan ruang yang tetap memberi kami keleluasaan berkreasi dari segi produksi dan visual.
Singapura akan menyaksikan penampilan langsung Anyma untuk pertama kalinya. Apa yang Anda harapkan akan membekas di benak para penonton dari malam tersebut?
Saya harap mereka merasa terinspirasi dan reflektif. Saya ingin hadir untuk komunitas di Singapura, menghadirkan pengalaman terbaik yang memungkinkan, serta membangun suasana untuk sisa pekan balapan F1.