Lanvin FW26 Rayakan 100 Tahun Menswear Lewat Koleksi “Homme du Monde”
Menghormati warisan Jeanne Lanvin dengan memadukan kemewahan Venesia 1920-an dan fungsionalisme modern.
Ringkasan
- Koleksi Lanvin FW26 menandai 100 tahun lini busana pria, sekaligus memberi penghormatan pada debut tailoring tahun 1926 dari sang pendiri, Jeanne Lanvin.
- Rancangan-rancangannya memadukan kain arsip Venesia era 1920-an dengan siluet modern yang fungsional.
- Sebuah sweater ber-hoodie dengan detail label vintage merayakan sejarah seabad maison yang begitu kaya.
Untuk menandai seratus tahun divisi busana pria maison ini, Artistic Director Peter Copping menampilkan koleksi Lanvin Fall/Winter 2026 di Paris Fashion Week, bertajuk “Homme du Monde.” Presentasi ini menjadi sebuah penyelarasan ulang yang begitu sofistikasi atas identitas maison, sekaligus menghormati debut tahun 1926 sang pendiri, Jeanne Lanvin, sebagai couturier pertama yang menawarkan tailoring khusus pria.
Koleksi ini banyak terinspirasi dari perjalanan Jeanne Lanvin ke Venesia pada era 1920-an, menerjemahkan kekayaan tekstur dan kemewahan kota itu ke dalam lemari pakaian kontemporer untuk para pelancong global. Tailoring tegas dalam flanel abu-abu ikonis berdampingan dengan rona permata seperti amethyst dan absinthe. Copping menjembatani sejarah dan masa kini dengan piawai melalui penggunaan kain Venesia berpola dari arsip pribadi sang pendiri, yang direproduksi oleh pemasok asli Bevilacqua untuk jaket worker dan denim modern.
Gaung era 1920-an hadir lewat cocoon coat dan knitwear bernuansa Art Deco, sementara tuxedo trousers dengan detail Fortuny Plissé yang lebih rileks menghadirkan kesan keanggunan yang mengalir. Koleksi ini juga menggali elemen arsip yang tak terduga, seperti animalier print pada shearling dan pola kaca Murano yang terabstraksi. Selain itu, sebuah sweater ber-hoodie dalam rona Lanvin blue menjadi kenang-kenangan wearable dari sejarah maison ini. Sweater tersebut menampilkan interpretasi playful dari label-label arsip, menjadi jejak perayaan akan berlalunya waktu. Dengan memadukan kriya heritage dan nilon modern, Copping menegaskan visi yang begitu tersaring untuk sosok pria Lanvin abad ke-21.



















