Maison Mihara Yasuhiro FW26 Menemukan Kejernihan dalam “Eternal Now”

Rangkaian busana memadukan kerapuhan dan ketangguhan lewat distorsi dan ketidakteraturan yang terencana.

Fashion
855 0 Komentar
Save

Ringkasan

  • Maison Mihara Yasuhiro FW26 “Eternal Now” mengeksplorasi penuaan, ingatan, dan persepsi yang mulai mengabur lewat inspirasi puitis.
  • Ketidakselarasan dan disonansi menjadi karakter siluet, dengan outerwear serba kebesaran dan knitwear hasil rekonstruksi yang memunculkan kesan distorsi surealis.
  • Tema keheningan abadi dipertentangkan dengan gerak maju, merefleksikan kerapuhan, ketangguhan, dan harapan.

Diperkenalkan di Paris Fashion Week, koleksi Fall/Winter 2026 Maison Mihara Yasuhiro bertajuk “ETERNAL NOW” menyuguhkan visi yang sangat introspektif tentang waktu, ingatan, dan persepsi lewat kode-kode sartorial. Terinspirasi dari renungan personal sang desainer tentang penuaan dan sebuah perjumpaan bak mimpi di dalam kereta, koleksi ini mengulik momen ketika dunia kehilangan garis tegasnya dan mulai “meleleh perlahan.” Rasa keterasingan ini—yang terekam dalam catatan puitis Mihara tentang terlewatnya sebuah stasiun dalam kabut—menjadi jangkar emosional musim ini, memosisikan fashion sebagai medium bagi serpihan ingatan yang tetap begitu nyata meski penglihatan dan sekeliling mulai mengabur.

Terjemahan estetik dari tema ini hadir lewat penggunaan “ketidakselarasan dan disonansi” yang dieksekusi dengan sangat piawai. Koleksi ini menampilkan busana yang tampak terdistorsi atau sedikit bergeser dari pakem, merefleksikan sensasi fisik ketika dunia perlahan kehilangan batas-batasnya. Pusat perhatian mencakup outerwear serba kebesaran dan knitwear yang memanfaatkan teknik rekonstruksi khas Mihara untuk menciptakan siluet yang terasa sekaligus familiar dan surealis. Dengan memadukan elemen-elemen yang tak sejalan dan “kesalahan” struktural yang disengaja, desain-desain ini menangkap “kelembutan yang kokoh” dalam objek keseharian, yang dibayangkan ulang lewat kacamata penuaan—saat benda-benda tampak mengabur, namun tetap terukir jelas dalam benak sebagai fragmen yang tak lekang.

Nuansa “keheningan abadi” meresapi keseluruhan lineup, berkontras dengan gerak maju tanpa henti dari kereta yang menjadi inspirasi peragaan. Tekstil dan tailoring-nya membangkitkan sensasi seperti air diam dalam sebuah tangki, ketika kecemasan dan kesepian hadir namun telah menemukan titik seimbang. Pendekatan struktural ini menyiratkan penyerahan diri pada yang tak diketahui, saat tujuan akhir bukan lagi pusat perhatian, dan tindakan untuk terus bergerak di “tempat yang tak terlihat” menjadi wujud harapan paling murni. Dengan merangkul ketidakselarasan dan ketakteraturan, Mihara Yasuhiro menawarkan sebuah garderobe yang mencerminkan pengalaman manusia akan penuaan dan ingatan—rapuh namun tangguh, mengabur namun tetap begitu vivid.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

AMIRI FW26 Menggema dalam Ritme Abadi Laurel Canyon
Fashion

AMIRI FW26 Menggema dalam Ritme Abadi Laurel Canyon

Lemari pakaian yang dibentuk oleh musik, memori, dan wastra tanpa batas waktu.

WOOYOUNGMI FW26 Menggali Golden Age of Travel
Fashion

WOOYOUNGMI FW26 Menggali Golden Age of Travel

Mengajak penonton seakan berdiri di peron kereta musim dingin Seoul yang bersalju.

Glass Cypress Membuka “Quiet Frontier” untuk FW26
Fashion

Glass Cypress Membuka “Quiet Frontier” untuk FW26

Di tengah hiruk-pikuk tren, koleksi ini menghadirkan lanskap tenang berisi tekstur smocking dan ketegangan fungsional yang terinspirasi dari Jackson Hole.


Koleksi Menswear FW26 Michael Rider: Mengutamakan Karakter, Bukan Kostum
Fashion

Koleksi Menswear FW26 Michael Rider: Mengutamakan Karakter, Bukan Kostum

Memperkenalkan koleksi menswear debut solo yang taktil untuk rumah mode tersebut.

Glass Cypress Membuka “Quiet Frontier” untuk FW26
Fashion

Glass Cypress Membuka “Quiet Frontier” untuk FW26

Di tengah hiruk-pikuk tren, koleksi ini menghadirkan lanskap tenang berisi tekstur smocking dan ketegangan fungsional yang terinspirasi dari Jackson Hole.

Intip Lebih Dekat Post Archive Faction x On Cloudsoma
Footwear

Intip Lebih Dekat Post Archive Faction x On Cloudsoma

Diperkirakan rilis pada bulan Juli.

'Dragon Ball Super' Umumkan Dua Proyek Besar Menyambut Ulang Tahun ke-40 Franchise
Hiburan

'Dragon Ball Super' Umumkan Dua Proyek Besar Menyambut Ulang Tahun ke-40 Franchise

Menampilkan rekonstruksi total arc ‘Beerus’ dan sekuel “Galactic Patrol” yang sudah lama dinantikan.

Kiko Kostadinov FW26 Menswear Menggali “Systemized Intuition” dengan Tailoring Futuristik
Fashion

Kiko Kostadinov FW26 Menswear Menggali “Systemized Intuition” dengan Tailoring Futuristik

Palet earth tone lembut dengan sentuhan metalik menyeimbangkan kesan tertahan dan eksperimental.

Nike Zoom Vomero 5 “Blue Void” Tampil Tangguh dengan Closed Mesh yang Lebih Awet
Footwear

Nike Zoom Vomero 5 “Blue Void” Tampil Tangguh dengan Closed Mesh yang Lebih Awet

Upgrade siap musim dingin dengan material ekstra kuat untuk pelari.

Kith Treats Rayakan Year of the Horse dengan Koleksi Spesial Lunar New Year
Fashion

Kith Treats Rayakan Year of the Horse dengan Koleksi Spesial Lunar New Year

Rilisan meriah berisi apparel, set Mahjong, dan dessert edisi khusus.


Houseplant Naikkan Level Sesi Kamu dengan Roach Clip Side Table
Desain

Houseplant Naikkan Level Sesi Kamu dengan Roach Clip Side Table

Label gaya hidup milik Seth Rogen memadukan desain mid-century dengan fungsi maksimal.

Kolaborasi Nike x “Stranger Things” Hadir Lagi dengan Air Foamposite One Tema “Upside Down”
Footwear

Kolaborasi Nike x “Stranger Things” Hadir Lagi dengan Air Foamposite One Tema “Upside Down”

Menampilkan gradasi hitam-ke-merah yang mencekam dengan detail branding terbalik.

Album ‘DON’T BE DUMB’ A$AP Rocky Debut No. 1 di Billboard 200
Musik

Album ‘DON’T BE DUMB’ A$AP Rocky Debut No. 1 di Billboard 200

Bad Bunny dan NBA YoungBoy juga masuk 10 besar tangga album minggu ini.

Polo Ralph Lauren dan BEAMS Resmi Merilis Ulang “JAPANORAK” Legendaris
Fashion

Polo Ralph Lauren dan BEAMS Resmi Merilis Ulang “JAPANORAK” Legendaris

Item arsip bernuansa 1930-an ini kembali hadir bersama koleksi topi edisi spesial yang menandai perjalanan kolaborasi historis BEAMS x Polo Ralph Lauren.

Charles Jeffrey LOVERBOY Hadirkan Pagan-Punk untuk FW26
Fashion

Charles Jeffrey LOVERBOY Hadirkan Pagan-Punk untuk FW26

Menjadikan Scottish thistle sebagai motif utama perlindungan dan ketangguhan.

More ▾