Tailoring berstruktur berpadu dengan performa teknis dalam rilisan bernarasi yang terinspirasi dari perjumpaan singkat di tengah kota.
Koleksi FW26 menjadi puncak dari tailoring berkelas dan esensial sehari-hari yang semakin elevated.
Brand asal Kopenhagen ini memadukan fungsionalitas bersepeda dengan tailoring modular untuk keseharian.
Menyoroti adegan dan motif ikonis dari anime TV orisinal 1995 serta ‘The End of Evangelion.’
Artis multitalenta ini dan label sportswear Swiss tersebut memperkenalkan siluet mule pertama On, lengkap dengan koleksi apparel yang berfokus pada pemulihan.
Memadukan pengaruh biker, militer, dan punk, koleksi ini mengubah jaket kulit tebal serta knitwear berkesan usang menjadi seragam harian yang lebih premium.
Tekstil pilihan dari Inggris, Irlandia, dan Skotlandia menjadi fondasi koleksi ini.
Menerjemahkan arsitektur interior era 1950-an dan 1960-an ke dalam busana pria modern, label asal Los Angeles ini menghadirkan siluet yang tak lekang oleh waktu dan tertata rapi.
Siluet sepatu lari arsip ini kembali dengan upper merah matte, midsole kuning, dan branding TPU khusus.
Menampilkan kolaborasi dengan Jeff Hamilton dan Swarovski, serta aksesori unggulan seperti skuter bermotif krom dan kamera Kodak Super 8.
Material tahan cuaca berpadu dengan gaya streetwear yang refined dalam koleksi untuk transisi mulus dari kota ke jalur outdoor.