Menampilkan kolaborasi Supreme dengan Larry Clark, rilisan musiman terbaru Palace, serta koleksi perdana JENNIE bersama adidas Originals.
Pop-up yang mempertemukan Jepang dan Paris ini menghadirkan deretan merchandise lengkap, mulai dari kaus kolaborasi, tote bag Zantan, hingga gantungan mewah, serta pilihan kuliner yang berganti setiap akhir pekan.
Saat runway dilanda suhu panas yang memecahkan rekor, tren seperti biru akuatik, oranye semburat matahari, celana boxer, dan kemeja transparan tampak menjadi jawaban mode terhadap temperatur yang terus meningkat.
Menampilkan Oakley, adidas, Nike, dan lainnya.
Koleksi kapsul ini menampilkan motif patchwork quilt bernuansa heritage yang dirancang oleh seniman tekstil Jessica Ogden.
Potret ikonis pose pukulan ini dipasangkan dengan frasa “What you’re thinking is what you’re becoming” di seluruh koleksi.
Runway “The New Classics” karya Chitose Abe mendobrak pakem footwear klasik dengan mengawinkan Boston clog, Arizona sandal, dan seni tato garis-halus yang ikonis.
Desainer Chitose Abe melancarkan intervensi fashion intelektual di Paris, mengawinkan tailoring Brooks Brothers, ikonografi Soul II Soul, dan sandal Birkenstock hybrid.
Label asal Jepang ini memberi penghormatan pada mendiang ikon R&B Aaliyah lewat lini baru busana uniseks.
Menerjemahkan ketenangan dan keindahan skulptural fotografi floral, Chitose Abe menghadirkan dekonstruksi organik dan sensualitas fungsional.
Chitose Abe menghadirkan ulang ikon warisan Inggris dengan sentuhan “disruptive” dalam kapsul edisi terbatas.
Koleksi kapsul ini mendefinisikan ulang staple utilitarian lewat sentuhan hybrid yang sophisticated dan penuh presisi.