Desainer berbasis London ini memadukan sportswear dan tailoring di Milan sembari menampilkan preview kolaborasi terakhirnya bersama lululemon.
Kolaborasi keempat dua brand ini menghadirkan gaya modular yang adem dan super breathable.
Show debut sang desainer menuai banyak kritik—tapi apa semua orang justru melewatkan poin utamanya?
Rumah mode Milan ini melembutkan busana siang yang terstruktur dengan nostalgia lintas generasi dan tekstur keartisan inovatif.
Miuccia Prada dan Raf Simons menyuguhkan masterclass transformasi harian dan tailoring penuh kontradiksi.
Tetap up to date dengan tren dan berita terkini industri fashion.
Menampilkan wajah-wajah familiar seperti supermodel Kate Moss, berdampingan dengan talenta baru seperti Fakemink dan Nettspend.
Menampilkan penghormatan pada ciri khas pendiri Marni, Consuelo Castiglioni: payet raksasa, motif kotak-kotak playful, dan rajutan tebal yang ikonis.
Mulai dari quarter zip intarsia, sherpa pullover bermotif, hingga jaket shell retro dipadu denim rugged dan washed.
Siluet yang menyanjung tubuh dan detail yang dipangkas habis menghadirkan koleksi berfokus tailoring, terinspirasi fotografi Anders Petersen.
Menukar monogram heboh dengan tas statement, craftsmanship berbasis bulu, dan siluet bernafaskan Art Nouveau.
Statement warna permen dan tampilan denim terdekontruksi dipresentasikan di tengah instalasi berisi 50.000 objek dari proyek-proyek sebelumnya, membentuk taman memorabilia bak karya Bosch.