Sebuah kisah visual karya PICZO yang menyorot erosi alami dan tekstur-tekstur tak beraturan di lanskap dramatis pesisir Skotlandia.
Kapsul transisi antarmusim ini menghadirkan wash inovatif, tailoring hibrida, dan print abstrak custom yang standout.
Hadir dalam empat versi penuh ekspresi.
Maison ini menuju sebuah château Prancis bersejarah untuk menampilkan identitas lintas generasi dan kemewahan modern dalam kampanye terbarunya.
SHE DO dan HE DO2 menjawabnya dengan buckle stylish, heels skulptural, dan pelindung pergelangan kaki yang bisa dilepas—siap dipakai di kota maupun di lereng bersalju.
Koleksi kolaboratif FW26 ini merayakan kerajinan tradisional Inggris lewat anyaman willow yang rumit dan kulit sayuran bertan kulit secara teliti.
Label ini memadukan keanggunan Paris era 1930-an dengan sentuhan pemberontak bergaya ‘Stepford Wives’ untuk koleksi terbarunya.
Di bawah arahan Glenn Martens, rumah mode ini menggabungkan koleksi Artisanal dan ready-to-wear untuk membuka tur pameran empat kota di seluruh Tiongkok.
Label asal Seoul ini terinspirasi dari toko jahit tradisional untuk mengeksplorasi nilai abadi busana buatan tangan.
Duo desainer Yoshihara dan Ode mengubah seragam arsip jadi siluet modern yang sleek dan chic.
Lulusan Central Saint Martins ini mengeksplorasi tema ketangguhan dan harapan lewat elegansi yang tertahan dan keahlian kriya tingkat tinggi.
Dari siluet chunky avant-garde sampai kolaborasi teknis paling diburu, inilah deretan sneakers yang menguasai jalanan ibu kota Jepang.