Maison Margiela FW26 Bawa Pasar Loak Paris ke Galangan Kapal Shanghai

Di bawah arahan Glenn Martens, rumah mode ini menggabungkan koleksi Artisanal dan ready-to-wear untuk membuka tur pameran empat kota di seluruh Tiongkok.

Fashion
1.3K 0 Komentar
Save

Ringkasan

  • Maison Margiela resmi memperkenalkan koleksi Fall/Winter 2026 di sebuah galangan kapal di Shanghai, memadukan lini ready-to-wear dan Artisanal dalam satu runway
  • Di bawah arahan Creative Director Glenn Martens, koleksi ini benar-benar mengeksplorasi ilusi dan tekstur, membayangkan ulang pasar loak Paris selepas jam tutup lewat detail porselen, lapisan beeswax, dan “draping mustahil”
  • Peragaan ini menjadi pembuka “MaisonMargiela/folders”, rangkaian aktivasi berskala besar selama 12 hari yang menghadirkan pameran publik gratis di Shanghai, Beijing, Chengdu, dan Shenzhen

Maison Margiela resmi “mewarnai” seluruh kota dengan putih. Setelah menggoda para tamu undangan dengan sebuahundangan berbentuk ember cat “Bianchetto Kit”, rumah mode tersebut mengambil alih sebuah galangan kapal raksasa di Shanghai untuk menayangkan perdana koleksi Fall/Winter 2026. Di bawah arahan kreatif Glenn Martens, runway menjelma menjadi pasar loak Paris selepas jam tutup—sebuah dunia surealis tempat boneka porselen hidup, permadani yang dirusak, dan siluet Edwardian diolah ulang secara obsesif. Sebagai sapaan nostalgia pada tahun-tahun awal rumah mode ini, peragaan tersebut secara unik menampilkan busana Artisanal “couture” berdampingan dengan koleksi ready-to-wear global.

Bertumpu kuat pada ilusi dan tekstur, koleksi ini merayakan sekaligus mengembangkan kode-kode dasar Maison Margiela. Arketipe tailoring ala temuan pasar loak dirombak habis-habisan: tailcoat dipotong atau dilapisi cat putih bianchetto, sementara jaket double-breasted dipadukan dengan jersey yang membungkus tubuh layaknya kulit kedua. Konsep “memori busana” dieksplorasi dengan menempelkan gaun vintage yang tak lagi layak pakai ke atas dasar kain lalu merobeknya hingga menyisakan jejak, atau dengan memulihkan gaun Edwardian sepanjang enam meter dan membentuk lapisan-lapisannya menjadi satu menggunakan beeswax.

Runway terasa sangat taktil, menampilkan gaun yang benar-benar dibuat dari pecahan porselen, aplikasi manik-manik berat, dan “draping mustahil” di mana kain disatukan dan dipotong agar tampak seolah tertangkap hembusan angin. Menjaga anonimitas khas rumah mode ini, setiap tampilan dipasangkan dengan masker Artisanal yang terasa seperti karya seni tersendiri. Dengan sengaja menyamarkan fitur wajah para model, rumah mode mengalihkan fokus penonton sepenuhnya pada tekstur yang rumit, siluet arsitektural, dan kemurnian seni dalam setiap busana. Dengan terus mencari ekspresi baru dalam medium yang sudah akrab, penggunaan masker secara konsisten ini secara langsung menghormati visi awal sang pendiri, Martin Margiela: penolakan keras terhadap kultur selebritas yang menempatkan sorotan pada kerja kolektif atelier, bukan pada ego individu.

Ragam sepatu dan aksesori memperluas narasi subversif ini. Musim ini menghadirkan boots “Level Cut-Out” yang memperlihatkan kaki hingga ke ujung jari, sepatu pria “Float” dengan upper yang bertumpu pada sol berukuran jauh lebih kecil, serta boots “Tabi-claw” dengan hak stiletto. Untuk tas, “Link bag” berstruktur lembut terbaru dihiasi rantai logam yang tampak terselubung rapat, sementara ikon “Glam Slam” diamplas habis-habisan hingga menyerupai sofa kulit vintage yang usang.

Peragaan bersejarah di Shanghai ini juga menjadi landasan peluncuran MaisonMargiela/folders, pengalaman imersif selama 12 hari yang merayakan kode-kode penanda sang merek. Mulai 2 April, rumah mode ini akan menggelar rangkaian pameran publik gratis di empat kota besar Tiongkok, menawarkan berbagai sudut pandang berbeda atas identitasnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Postingan yang dibagikan oleh HYPEBEAST (@hypebeast)

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

AMOMENTO FW26 Padukan Estetika Timur dengan Nuansa Nostalgia Tailoring Klasik
Fashion

AMOMENTO FW26 Padukan Estetika Timur dengan Nuansa Nostalgia Tailoring Klasik

Label asal Seoul ini terinspirasi dari toko jahit tradisional untuk mengeksplorasi nilai abadi busana buatan tangan.

Maison Mihara Yasuhiro FW26 Menemukan Kejernihan dalam “Eternal Now”
Fashion

Maison Mihara Yasuhiro FW26 Menemukan Kejernihan dalam “Eternal Now”

Rangkaian busana memadukan kerapuhan dan ketangguhan lewat distorsi dan ketidakteraturan yang terencana.

MM6 Maison Margiela FW26: Puncak Normcore ’90-an
Fashion

MM6 Maison Margiela FW26: Puncak Normcore ’90-an

Mulai dari quarter zip intarsia, sherpa pullover bermotif, hingga jaket shell retro dipadu denim rugged dan washed.


CAMPERLAB FW26: Odise Arktik di Jantung Paris
Fashion

CAMPERLAB FW26: Odise Arktik di Jantung Paris

Achilles Ion Gabriel menggali akar Finlandia-nya untuk menghadirkan koleksi weathered penuh jiwa di Maison de la Mutualité.

AMOMENTO FW26 Padukan Estetika Timur dengan Nuansa Nostalgia Tailoring Klasik
Fashion

AMOMENTO FW26 Padukan Estetika Timur dengan Nuansa Nostalgia Tailoring Klasik

Label asal Seoul ini terinspirasi dari toko jahit tradisional untuk mengeksplorasi nilai abadi busana buatan tangan.

Generasi Baru Kuasai Park Avenue Armory di AIPAD Photography Show 2026
Seni

Generasi Baru Kuasai Park Avenue Armory di AIPAD Photography Show 2026

Menjembatani maestro fotografi abad ke-20 dengan seniman konseptual yang mendefinisikan ulang masa depan gambar.

Vans Tingkatkan Premium Authentic 44 dengan Sulaman Bunga Artisanal
Footwear

Vans Tingkatkan Premium Authentic 44 dengan Sulaman Bunga Artisanal

Tambahan baru yang wajib masuk rotasi sneaker musim semi kamu.

adidas dan Yohji Yamamoto Hadirkan Kembali Sang Beast Lewat Y-3 F50 TUNIT Pack Terbaru
Footwear

adidas dan Yohji Yamamoto Hadirkan Kembali Sang Beast Lewat Y-3 F50 TUNIT Pack Terbaru

Edisi lifestyle dan siap tanding debut jelang Piala Dunia FIFA 2026.

Dior Hadirkan Telur Cokelat Skulptural dan Keramik Trompe-l’œil untuk Paskah
Desain

Dior Hadirkan Telur Cokelat Skulptural dan Keramik Trompe-l’œil untuk Paskah

Chef multi-bintang Michelin Yannick Alléno menghadirkan nuansa couture di atas piring, ditemani kreasi keramik terbaru dari Dior Maison.

Always Do What You Should Do dan AIAIAI Luncurkan Koleksi Audio Essentials Kolaborasi Berjiwa ‘90-an
Tech & Gadgets

Always Do What You Should Do dan AIAIAI Luncurkan Koleksi Audio Essentials Kolaborasi Berjiwa ‘90-an

Brand audio Denmark dan label streetwear London bersatu dalam kapsul bernuansa ‘90-an yang merayakan komunitas dan musik.


8 Rilisan Wajib Cek Minggu Ini
Fashion

8 Rilisan Wajib Cek Minggu Ini

Mulai dari kolaborasi Supreme x DJ Screw, Levi’s x 194 Local, dan banyak lagi.

Nike Dunk Low “Dynasty Purple” Hadir dengan Nuansa Retro Klasik
Footwear

Nike Dunk Low “Dynasty Purple” Hadir dengan Nuansa Retro Klasik

Dipermanis dengan aksen neon yang berani.

Raymond Weil Rayakan Lima Dekade dengan Jam Tangan Millesime “The Fifty”
Jam Tangan

Raymond Weil Rayakan Lima Dekade dengan Jam Tangan Millesime “The Fifty”

Edisi terbatas 50 unit dengan dial arsitektural empat bagian dan mesin Valjoux 23-6 hasil restorasi.

Intip Resmi Kolaborasi PUMA x Pokémon Terbaru
Fashion

Intip Resmi Kolaborasi PUMA x Pokémon Terbaru

Jelajahi koleksi lengkap jersey oversized, tracksuit PUMATECH-X, dan hoodie minimalis yang dirancang untuk Trainer segala usia

Potato Head Rilis Batik di Koleksi Terbarunya
Fashion

Potato Head Rilis Batik di Koleksi Terbarunya

Dibuat dengan arahan Lisa Yamai, Chief Product Officer and former President and Creative Director of Snow Peak

Konsol Xbox dan PlayStation Generasi Terbaru Bisa Tembus Harga Rp15 Juta
Gaming

Konsol Xbox dan PlayStation Generasi Terbaru Bisa Tembus Harga Rp15 Juta

Para analis memprediksi lonjakan biaya komponen bisa membuat konsol gim generasi terbaru jadi barang mewah.

More ▾