Tren Sepatu Terbaik di Tokyo Fashion Week FW26
Dari siluet chunky avant-garde sampai kolaborasi teknis paling diburu, inilah deretan sneakers yang menguasai jalanan ibu kota Jepang.
Ringkasan
-
Street style di Tokyo Fashion Week Fall/Winter 2026 menjelma menjadi runway raksasa bagi deretan sneakers paling hype dan paling berani menabrak batas di dunia.
-
Siluet chunky dengan proporsi berlebihan tetap menjadi pakem di kota ini, dipimpin desain menjulang dari label Jepang Grounds dan trainers Balenciaga yang berat dan berkarakter tegas.
-
Runners hasil kolaborasi dan siluet teknis mendominasi trotoar, dengan kolaborasi Kith x On yang sangat dinantikan tampil paling depan memimpin arus.
Saat presentasi runway di Tokyo Fashion Week Fall/Winter 2026 menentukan masa depan busana, detak sesungguhnya kultur sneaker global justru terasa kuat di trotoar. Tokyo sejak lama dipandang sebagai arena uji pamungkas untuk footwear avant-garde dan kolaborasi incaran, dan para tamu show musim ini sama sekali tidak mengecewakan. Dari sol chunky yang seolah menentang gravitasi hingga technical runners yang sleek, pilihan sepatu di luar venue dengan sempurna merangkum pendekatan styling Tokyo yang berani dan tanpa rasa takut.
Proporsi maksimalis yang berlebihan sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda melambat di Tokyo. Label footwear Jepang Grounds membuat pernyataan besar di jalanan, dengan para tamu banyak menjatuhkan pilihan pada Moopie yang seolah menentang gravitasi dan sneakers Orca Black Gray yang mencolok. Melanjutkan tren tapak besar nan utilitarian, rumah mode mewah Balenciaga tetap mempertahankan cengkeramannya di ranah luxury streetwear. Para showgoers terlihat dengan mudah menciptakan gaya dengan Triple S.2 versi terbaru maupun Cargo trainers yang super besar, menegaskan bahwa gelombang sepatu chunky masih tertanam kuat dalam DNA sartorial kota ini.
Sementara itu, kehadiran Nike di jalanan sukses menjembatani nuansa heritage basket yang nostalgik dengan crossover beraroma high fashion. Pernyataan retro yang bold hadir lewat Air More Uptempo ’96 dalam colorway “Black Laser Crimson” yang mencuri perhatian, berdampingan dengan deretan Air Max 97 klasik yang tampil kuat. Di ranah kolaborasi, Swoosh banyak diwakili detail rumit pada PEACEMINUSONE x Nike Air Force 1 Low dan Jacquemus x Nike Moon Shoe SP bernuansa bumi yang mewah dalam warna “Fauna Brown.”
Technical runners dan kolaborasi sportswear yang lebih elevated juga membuka jalurnya sendiri musim ini. ASICS x HAL STUDIOS GEL-NYC 2.0 SSHS menghadirkan estetika refined yang berfokus pada material ke jalanan, sementara model Y-3 Regu yang sleek dari kemitraan berkelanjutan Yohji Yamamoto x adidas menegaskan kecintaan Tokyo pada minimalisme gelap nan futuristik. Namun, yang jelas memimpin arus dan paling banyak mencuri perhatian musim ini adalah kolaborasi Kith x On, yang mulus memadukan kurasi gaya hidup premium ala Ronnie Fieg dengan teknologi performa berstandar Swiss yang elit.
Seiring Tokyo Fashion Week FW26 terus menetapkan arah untuk sisa tahun ini, tampak jelas bahwa pertemuan antara proporsi ekstrem, kebangkitan heritage, dan kolaborasi berteknologi tinggi akan menjadi penentu pasar sneaker hingga jauh ke sepanjang 2026.


















