Hadir dalam format blind-box terbatas pada 1 November, seri boneka plushie menyerupai kelinci ini menandai peluncuran digital terbesar sang seniman hingga saat ini.
Digelar di UNDER R TOKYO, pameran ini mengeksplorasi desain dan keterampilan pengerjaan sepeda motor legendaris tersebut, berdampingan dengan koleksi pakaian eksklusif dan sebuah buku fotografi.
Alana Jessica Martin menjadi muse bagi lebih dari 30 fotografer dalam pameran grup terbaru kurasi Ryan McGinley.
Karya cetak ikonis Rei Kawakubo kembali setelah 35 tahun dengan berbagai instalasi, koleksi kaus, dan tentunya, edisi cetak yang sangat eksklusif.
Kini dipamerkan di Parrish Art Museum sebagai bagian dari ‘FRESH PAINT’ bersama FLAG Art Foundation.
Menjadi yang pertama di kelasnya, sang anak ajaib di dunia seni ini membuka koleksi pribadinya untuk sebuah pameran yang menampilkan 12 karya.
Mulai dari aksi melukis berskala industrial ala Slawn hingga dominasi mobil seni Kozo di The Peninsula London, inilah hal-hal yang wajib ditonton di luar pameran utama.
Ruang di Clerkenwell ini akan membawa arsip Hadid ke hadapan publik melalui berbagai pameran, program pembelajaran, dan komisi karya baru.
New York bertemu Mexico City dalam ’till the body becomes the city, it always is / hasta que el cuerpo se convierte en la ciudad, siempre lo es.’
‘A Pacific Line’ menghimpun karya-karya dari tahun 1954 hingga 2005, memetakan perjalanan sang seniman melintasi Jepang, Amerika Serikat, Prancis, dan Swiss.
Label ini hadir secara offline dengan gerai permanen pertamanya — memadukan toko, lab cuci film, dan tempat nongkrong.
Sebuah retrospeksi baru di Whitney Museum membawa sang seniman yang terobsesi dengan citra ini ke era digital. Berikut cara kurator Meg Onli dan Alex Da Corte merangkai benang merahnya.