Oscar Wang x Patina Tianjin Hadirkan Karya Seni Spesifik Lokasi yang Menyatu dengan Bangunan
Pendekatan berbasis lokasi ala seniman Shanghai ini meluas ke program budaya dan koleksi edisi terbatas untuk hotel bersejarah tersebut.
Ringkasan
Seniman multidisipliner Oscar Wang tengah menciptakan sebuah karya seni permanen yang dirancang khusus untuk lokasi tersebut, dibuat eksklusif untuk Patina Tianjin.
Kolaborasi ini lahir dari pendekatan Wang yang memperlakukan arsitektur dan sejarah suatu lokasi sebagai bagian tak terpisahkan dari karyanya, bukan sekadar latar belakang.
Wang dan pihak hotel berencana memperluas narasi kreatif yang sama ke dalam program-program budaya dan deretan produk gaya hidup terkurasi.
Oscar Wang dan Patina Tianjin mengumumkan kolaborasi yang berpusat pada karya seni permanen, yang akan diciptakan Wang secara eksklusif untuk hotel tersebut. Proyek ini mencerminkan cara kerja seniman berbasis Shanghai itu: alih-alih berangkat dari konsep yang sudah jadi, ia memulai dari lokasi itu sendiri. Berangkat dari karya utama tersebut, proyek ini akan berkembang menjadi program kegiatan budaya yang lebih luas serta koleksi edisi terbatas.
Praktik Wang sejak awal bergerak di antara seni, desain, ruang, dan gaya hidup, dengan satu pertanyaan sebagai porosnya: bagaimana material, skala, cahaya, dan pergerakan membentuk cara orang memandang sebuah tempat. Baginya, lokasi bukanlah panggung netral tempat karya seni dipasang, melainkan bagian aktif dalam proses terbentuknya karya. Karena itu, prosesnya biasanya diawali dengan penelaahan mendalam atas sejarah bangunan, logika ruangnya, cara orang bergerak melaluinya, serta fungsinya saat ini, sebelum ia menentukan skala, material, dan bentuk yang memungkinkan karya seni hadir di dalam ruang tersebut.
Naluri tersebut selaras dengan pendekatan Patina yang memadukan seni, desain, dan pertukaran budaya ke dalam pengalaman tamu—dan menjadi landasan kolaborasi ini. Alih-alih memesan objek yang berdiri sendiri, kedua pihak menjadikan karya seni permanen itu sebagai titik awal, lalu mengembangkan bahasa kreatifnya ke dalam konten budaya, produk gaya hidup, dan pengalaman publik. Seperti yang diungkapkan Wang, “Saya selalu percaya bahwa sebuah lokasi bukanlah latar bagi karya seni, melainkan bagian integral dari proses terwujudnya karya tersebut. Begitu kita benar-benar memasuki sebuah ruang, sirkulasi, skala arsitektur, material, cahaya, serta jejak-jejak yang telah ada di dalamnya akan membentuk ulang pemahaman awal kita. Pendekatan Patina terhadap budaya lokal dan pengalaman kontemporer menjadikan kolaborasi ini bukan sekadar soal menempatkan karya seni di dalam sebuah ruang; kolaborasi ini membuka peluang bagi seni untuk menjadi bagian dari ruang tersebut dan kehidupan sehari-hari.”
Riset lokasi yang menjadi tumpuan metodenya menghasilkan temuan tak terduga. Saat menelusuri sejarah lokasi tersebut, tim Patina Tianjin menemukan catatan yang menghubungkan keluarga Wang dengan kota ini—tepatnya dengan bekas No. 4 Telephone Exchange di samping East Courtyard hotel, tempat buyut laki-laki Wang dari pihak ibu, Tuan Zhang Ziqi, pernah bekerja. Dalam kunjungan berikutnya, Wang memasuki bangunan itu dan diperlihatkan arsip terkait serta sebuah reproduksi yang memuat tanda tangan tulisan tangan Zhang Ziqi. Penemuan tersebut bukanlah awal mula proyek ini, tetapi memperdalam hal yang menjadi inti eksplorasi praktiknya: hubungan antara seseorang dan sebuah tempat. “Baru setelah kolaborasi ini dimulai, saya mengetahui hubungan antara keluarga saya dan bekas No. 4 Telephone Exchange di samping hotel,” ujar Wang. “Itu benar-benar di luar dugaan. Hal itu tidak mengubah alasan kami memulai kolaborasi ini, tetapi mengubah cara saya memahami lokasi tersebut ketika kembali ke sana.” Ia berencana menjadikan kenangan itu sebagai benang halus dalam karya, bukan sorotan utamanya, membiarkannya hadir berdampingan dengan sejarah bangunan dan kehidupan kota masa kini agar karya akhirnya tetap terbuka bagi setiap orang yang menjumpainya.
Karya seni ini akan menempati titik penting dalam pengalaman publik di hotel. Berbekal riset arsip, pengamatan langsung di lokasi, dan eksperimen material, Wang akan merespons arsitektur, alur pergerakan di dalamnya, serta karakter sosialnya, sembari menguji bagaimana sebuah karya dapat membangun keterkaitan baru antara konteks sejarah dan kehidupan kontemporer. Latar tersebut sejalan dengan material yang digarapnya: Patina Tianjin terdiri atas 17 bangunan cagar budaya yang telah direstorasi di sebuah distrik budaya bersejarah, tempat arsitektur klasik dan bingkai jendela bergaya Italia berpadu dengan desain kontemporer di antara rangkaian halaman taman.
Selain karya seni imersif tersebut, Wang dan Patina Tianjin berencana meluncurkan koleksi kolaboratif edisi terbatas yang berangkat dari narasi kreatif yang sama, mengembangkan satu proyek pesanan menjadi rangkaian karya budaya yang terus berkembang. Nantikan informasi selengkapnya mengenai konsep kreatif dan instalasinya.