Jam Tangan Monterey dari Louis Vuitton Kembali Hadir dalam Warna Hitam Mengilap dan Heritage Green
Desain tahun 1988 ini kembali hadir dengan case keramik, ukuran 37mm, dan mesin jam otomatis buatan in-house.
Ringkasan
Louis Vuitton memperluas koleksi Monterey dengan model keramik baru dalam balutan warna hitam dan hijau.
Keduanya tetap mempertahankan casing berbentuk kerikil (pebble-shaped) berukuran 37mm dan crown di posisi jam 12.
Movement otomatis in-house kini menggantikan kaliber quartz orisinal tahun 1988.
Louis Vuitton menghadirkan kembali Monterey ke dalam koleksi permanennya melalui dua interpretasi keramik baru yang menilik kembali eksperimen awal sang Rumah Mode dalam rancangan jam tangan. Sejarah Monterey berawal dari LV I dan LV II, yang diciptakan pada tahun 1988 bersama arsitek dan desainer asal Italia, Gae Aulenti, sebagai jam tangan pertama Louis Vuitton. Dikenal lewat bentuk case yang menyerupai kerikil dan penempatan crown yang tak biasa di posisi pukul 12, versi orisinalnya kembali menarik minat para kolektor dalam beberapa tahun terakhir, serta muncul dalam presentasi koleksi FW25 dan SS26 karya Nicolas Ghesquière sebagai jam tangan, liontin, dan aksesori sabuk.
Menyusul kebangkitan Monterey pada tahun 2025 dalam edisi emas kuning yang hanya diproduksi sebanyak 188 buah, Louis Vuitton kini menerjemahkan desain tersebut ke dalam keramik hitam mengilap dan hijau, serta memasukkan kedua versi ini ke dalam koleksinya secara reguler dan tidak terbatas. Kedua model ini mempertahankan proporsi ringkas 37mm seperti versi aslinya serta crown baja Clous de Paris yang ikonis di posisi pukul 12, sembari memperkenalkan pendekatan material yang lebih kontemporer. Edisi warna hijau mengusung gaya yang hampir monokromatik, memadukan case keramik yang dipoles dengan dial pernis hijau matte, detail railway track putih, serta jarum jam dan menit berpernis kuning cerah—sebuah pilihan warna yang mengingatkan kita pada jahitan kuning khas produk kulit Louis Vuitton.
Versi warna hitam menciptakan kontras yang lebih tajam antara case keramik hitam mengilapnya dan dial pernis putih matte, yang dipertegas dengan jarum dan tanda railway berwarna merah serta jarum penunjuk detik ramping berwarna biru; tali jam dari kulit sapi muda bertekstur warna hitam melanjutkan detail merah ini melalui jahitan kontras. Louis Vuitton memproduksi case keramik dari zirkonium oksida dan pigmen warna sebelum melalui proses pemesinan, kemudian dibakar pada suhu di atas 1.000°C, digiling secara manual, dan akhirnya dipoles dengan tangan untuk mencapai bentuk Monterey yang halus, reflektif, dan menyerupai kerikil.
Perbedaan paling signifikan dari LV II keluaran 1988 terletak di bagian dalam case. Menggantikan mesin quartz orisinalnya, kedua model Monterey Ceramic kini menggunakan kaliber otomatis LFT MA01.02 buatan in-house Louis Vuitton, sebuah mesin penggerak dengan 174 komponen yang menawarkan cadangan daya selama 45 jam dan berdetak pada kecepatan 28.800 getaran per jam. Hasil akhir dari mesin ini tetap tersembunyi di balik penutup belakang baja, namun tetap dihiasi dengan detail circular graining, sandblasted bridge, bantalan safir tanpa warna, serta rotor rose-gold 750/1000 yang diukir dengan Monogram LV. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web resmi Louis Vuitton.