Pharrell Williams menghadirkan material kulit trompe l’oeil yang menyerupai bahan kaus, tas Monogram Reporter beraksen usang, dan alas kaki tangguh untuk cuaca hujan.
Koleksi komprehensif ini menggabungkan pakaian olahraga bebas PFAS, sistem BOA, dan aksesori shearling dengan gaya dandy metropolitan.
‘Tempo Point’ membawa Ahri, Akali, Evelynn, dan Kai’Sa ke dalam semesta publikasi kolektibel rumah mode ini.
Pharrell Williams menyempurnakan busana esensial pria melalui material kasmir vicuña, poplin sutra, dan tab VVN yang subtil.
Men’s Studio menghadirkan deretan busana tailored dan aksesori yang terinspirasi dari koper klasik menjelang laga tandang UEFA klub tersebut di Roma.
Desain tahun 1988 ini kembali hadir dengan case keramik, ukuran 37mm, dan mesin jam otomatis buatan in-house.
Mulai dari tuas persneling Ferrari, set matcha EVISU, papan xiangqi Gucci, hingga berbagai koleksi lainnya.
Mencakup tas bucket Low Key, Side Trunk, Neverfull, hingga koper Aluminium Horizon.
Karya Art Deco ini menjadi pusat pameran Objets Nomades yang berlangsung di Paris.
Ruang imersif bernuansa hijau tua ini merayakan Art of Travel, sekaligus menjadi lokasi prapeluncuran koleksi Flight Mode.
Maison mewah ini menghadirkan berbagai interpretasi dalam ukuran case 39,5 mm dan 42,5 mm, dari dial hijau gelap bernuansa bumi hingga tourbillon terbang sentral berkomplikasi tinggi.
Pharrell Williams menafsirkan ulang Courrier Lozine 110 melalui marquetry kulit, mother-of-pearl, dan krom pahatan untuk koleksi Menswear Musim Semi–Musim Panas 2027.