Randomevent x Timberland Menghidupkan Kembali 3-Eye Classic Lug dalam Warna Kuning Sand-Dune
Kolaborasi ini membubuhkan grafis eksklusif pada bagian tumit, lidah sepatu, dan alas kaki dari ikon Timberland tahun 1978.
Nama: Randomevent x Timberland 3-Eye Boat Shoe
Warna: Krem Muda
SKU: A6F6WAHA
Harga ritel yang disarankan: ¥35.200 JPY (sekitar US$215)
Tanggal rilis: 24 Juli (di toko), 27 Juli (daring)
Tersedia di: Timberland Boutique Tokyo, Timberland Japan
Timberland dan Randomevent berkolaborasi menggarap 3-Eye Classic Lug, menafsirkan ulang salah satu siluet paling bertahan lama dari brand ini lewat palet warna yang terinspirasi gurun. Fondasi sepatu yang tangguh tetap dipertahankan, namun kini hadir dengan sentuhan akhir yang lebih hangat dan bertekstur, mengambil inspirasi dari alam.
Palet warnanya menjadi daya tarik utama versi ini. Upper kulit cokelat muda menjadi dasar, lalu dipadukan dengan lapisan kulit berbulu kuning cerah dan suede yang memberi desain ini dimensi serta karakter kuat. Timberland menyebut palet tersebut terinspirasi oleh gumuk pasir, sebagai penghormatan pada kekuatan alam yang hadir lewat perpaduan kulit berbulu premium dan suede berbulu. Hasilnya, sebuah rancangan ekspresif yang tetap setia pada akar outdoor siluet ini.
Detail kolaborasi tersebar di seluruh bagian sepatu. Grafis eksklusif dan logo khas Randomevent hadir di tumit, lidah sepatu, serta alas kaki, menyematkan identitas kedua brand ke dalam detail desain alih-alih sekadar mengandalkan branding di permukaan. Di bawahnya, sol luar karet Vibram menghadirkan daya cengkeram dan ketahanan, sementara sepasang tali cadangan, lapisan dalam kulit, dan alas kaki berbahan kulit melengkapi konstruksi premiumnya.
Latar belakangnya memberi bobot lebih pada rilis ini. 3-Eye Classic Lug berakar pada 1978, ketika Timberland melanjutkan kesuksesan boots kuning orisinalnya dengan memadukan upper boat shoe tiga lubang tali yang dijahit tangan dengan sol lug boots yang kokoh. Perpaduan inspirasi bahari dan ketangguhan outdoor itu menjadikan model ini ikon lintas generasi. Kolaborasi ini melanjutkan warisan tersebut dengan mempercayakan siluetnya kepada mitra yang berani mengarahkan estetikanya ke jalur yang lebih berani.



















