LOV. Foundation dan XTANT Menghidupkan Kembali Kriya sebagai Budaya
Menelusuri para seniman, tekstil, dan pengetahuan warisan yang membentuk Mallorca hari ini.
LOV. Foundation dan XTANT baru-baru ini menjalin kemitraan budaya jangka panjang yang berfokus pada kriya, tekstil, serta pelestarian pengetahuan kreatif lintas generasi.
Kolaborasi ini memulai debutnya di Mallorca pada musim panas ini lewat lov.YATRA, program imersif yang mempertemukan seniman, tokoh budaya, dan penggerak perubahan untuk menelisik lebih dekat lanskap seni pulau tersebut yang terus hidup. Berasal dari kata Sanskerta yatra, yang berarti “perjalanan atau ziarah dengan tujuan”, inisiatif ini memandang Mallorca sebagai tempat yang dibentuk oleh tradisi material, ingatan kolektif, dan pertukaran kreatif yang terus berlangsung.
Program ini berpusat pada pembukaan XTANT Nomad, yang mempertemukan komunitas internasional seniman, perajin, kolektor, akademisi, dan pelaku budaya di ranah kriya kontemporer. Melalui pameran, diskusi, dan lokakarya praktik langsung, tekstil ditempatkan sebagai medium artistik sekaligus wahana untuk bertutur, menjalankan ritual, dan mewariskan budaya.
Perjalanan ini berlanjut menyusuri Mallorca melalui kunjungan privat ke studio, galeri, dan sejumlah situs budaya terpenting di pulau tersebut. Para peserta menjelajahi bekas studio dan arsip Joan Miró di Fundació Pilar i Joan Miró, memasuki area La Seu yang biasanya tertutup bagi publik, serta mengunjungi Can Vivot, sebuah istana abad ke-14 yang dipelihara oleh keluarga yang sama selama 21 generasi.
Selain itu, pertemuan di Son Moragues, di kawasan Serra de Tramuntana yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, menghubungkan praktik artistik dengan pertanian regeneratif dan pengelolaan lahan. Pengalaman kuliner di Brut Restaurant dan Bar LaSang turut menelusuri bagaimana ekosistem lokal, fermentasi, dan produksi independen membentuk identitas kreatif pulau tersebut secara lebih luas.
Alih-alih memandang warisan sebagai sesuatu yang statis, lov.YATRA menelisik bagaimana pengetahuan tradisional terus berubah di tangan seniman dan perajin kontemporer.



















