Hermès Mendefinisikan Ulang Chypre Modern lewat Barénia Pleine Fleur Eau de Parfum
Parfumier Christine Nagel mengubah dongeng masa kecil menjadi esensi botanis misterius yang mampu mengubah rasa asam menjadi manis.
Ringkasan
Hermès melansir Barénia Pleine Fleur Eau de Parfum terbaru, terinspirasi dari warisan kulit ikonis dan diracik oleh perfumer Christine Nagel.
Aroma khas seperti kayu oak panggang dan patchouli Gayo menjadi pilar utama wangi bernuansa nostalgia ini.
Rilis pada bulan Agustus, wewangian ini dikemas dalam botol oranye-pink dengan detail stud perak Clou Médor.
Hermès mendefinisikan ulang dunia chypre khas rumah mode ini yang memikat lewat Barénia Pleine Fleur, Eau de Parfum yang terinspirasi oleh mutu unggul kulit warisan Hermès.
Berpegang pada adagium Pierre-Alexis Dumas bahwa “tak ada kreasi tanpa ingatan”, parfumier Hermès Christine Nagel meninjau kembali ratusan percobaan awal untuk meracik wewangian bagi perempuan Hermès yang bercahaya dengan pesona magnetis. Di jantung kreasi baru ini terdapat lili putih, sebuah lambang yang dipilih untuk mewujudkan semangat modern dan penuh petualangan. Bunga ini menghadirkan kelembutan membulat bak beludru yang khas pada komposisinya, membangkitkan kelembutan taktil kelopak bunga serta sensasi lembut kulit yang bersentuhan dengan kulit.
Aromanya dibuka dengan nada atas yang segar dan menyejukkan, lalu mengalun dalam percakapan antara lili putih yang elegan dan pendampingnya yang bersahaja, bunga jeruk. Bunga jeruk melembutkan sisi buket yang lebih memabukkan, sekaligus menyinggung simbol kepolosan yang telah hadir selama berabad-abad dan menghiasi pohon jeruk pahit setiap musim semi.
Di balik hamparan floral ini, wewangian tersebut berpijak pada ciri khas utama chypre Hermès: aroma gourmand kayu ek panggang—mengingatkan pada nuansa rum yang kaya—berpadu dengan nilam Gayo yang sensual. Menambahkan sentuhan magis bak dongeng, Nagel meracik esensi botanis miracle berry, menangkap karakter hangat aprikot kering yang terinspirasi legenda Afrika Barat tentang buah yang mengubah rasa asam menjadi manis.
Botolnya melengkapi narasi ini: dilapisi lak berwarna oranye-merah muda, botol tersebut menampilkan pelat berwarna perak dengan motif stud Clou Médor timbul, yang menggemakan warisan kulit Hermès. Dikemas dalam kotak bertanda huruf “H” putih, desainnya mencerminkan keanggunan sekaligus kekuatan. Barénia Pleine Fleur Eau de Parfum akan tersedia di seluruh dunia mulai Agustus 2026 di butik Hermès.



















