Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia, dengan Valuasi US$4,94 Triliun
Reli saham ini terjadi menjelang transisi Tim Cook menjadi ketua eksekutif pada 1 September, dengan John Ternus mengambil alih posisi CEO.
Ringkasan
Apple kembali merebut gelar sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dari Nvidia selama sesi perdagangan intraday, dengan kapitalisasi pasarnya menyentuh sekitar US$4,94 triliun.
Lonjakan harga saham ini terjadi setelah pemulihan cepat dari koreksi singkat yang dipicu kenaikan harga tak biasa pada lini Mac dan iPad, menyusul kelangkaan RAM global yang berkepanjangan.
Tonggak finansial ini hadir saat raksasa teknologi tersebut bersiap menjalani transisi kepemimpinan bersejarah, di mana kepala divisi hardware John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September.
Apple resmi menyalip Nvidia untuk merebut kembali posisi sebagai perusahaan paling bernilai di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Raksasa teknologi ini mencatat kenaikan saham 17 poin dalam sepekan perdagangan, hingga mencapai valuasi intrahari sekitar US$4,94 triliun. Lonjakan luar biasa ini membuka peluang bagi Apple untuk menjadi perusahaan kedua dalam sejarah yang menembus ambang US$5 triliun. Sebelumnya, Nvidia menyandang gelar sebagai perusahaan pertama yang mencapai tonggak finansial yang belum pernah terjadi itu.
Reli pasar saat ini menandai kebangkitan besar Apple setelah sempat menghadapi keraguan dari Wall Street. Harga saham sempat turun pada awal bulan setelah harga bagi konsumen naik secara mendadak pada lini produk utama seperti Mac dan iPad. Para eksekutif mengaitkan penyesuaian harga ritel tersebut dengan kenaikan biaya komponen akibat kelangkaan RAM global yang masih berlangsung. Namun, investor tampaknya menerima strategi kenaikan harga perangkat keras itu tanpa kekhawatiran berkepanjangan; saham Apple pun cepat pulih dan mencetak rekor perdagangan baru.
Puncak valuasi ini menjadi latar penuh kemenangan bagi pekan-pekan terakhir masa jabatan Tim Cook sebagai CEO. Perusahaan sebelumnya mengumumkan rencana suksesi besar yang akan mengalihkan Cook ke posisi ketua eksekutif mulai 1 September. Cook pertama kali memimpin pada 2011 dan mengawal pertumbuhan eksponensial dari valuasi US$350 miliar, sekaligus memperkenalkan perangkat yang mendefinisikan kategorinya, seperti Apple Watch dan AirPods. Dalam posisi barunya, ia akan menjauh dari operasional sehari-hari untuk lebih berfokus menjalin hubungan dengan pembuat kebijakan di berbagai negara.
Senior Vice President of Hardware Engineering John Ternus akan resmi mengambil alih posisi pimpinan tertinggi bulan depan. Ternus bergabung dengan tim desain produk pada 2001 dan berperan penting dalam pengembangan berbagai generasi iPhone dan Mac. Sebagai CEO baru, ia akan mewarisi imperium teknologi dengan basis perangkat aktif yang berjumlah lebih dari 2,5 miliar unit di seluruh dunia.


















