Crystal Bridges Pamer Ekspansi Baru 114.000 Kaki Persegi yang Super Kece
Mulai dari pameran 3D Keith Haring sampai “Infinity Mirrored Room” ikonis karya Yayoi Kusama jadi jajaran highlight pembukaan ekspansi terbaru yang paling ditunggu.
Crystal Bridges Museum di Bentonville, Arkansas, akan meresmikan perluasan karyaSafdie Architects akhir pekan ini, akhirnya membuka pintunya untuk publik pada 6 dan 7 Juni setelah penantian panjang. Dirancang oleh Safdie Architects, tambahan seluas 114.000 kaki persegi ini menyempurnakan sirkulasi bangunan menjadi bentuk angka delapan yang membentang di atas dua kolam beraliran sungai, menambahkan pintu masuk di sisi utara, dan membalut seluruh kompleks dengan kayu southern yellow pine terekspos, panel tembaga, serta kaca dari lantai hingga langit-langit yang menghadap ke 134 acre hutan Ozark.
Gebrakan besar pertama di ruang pamer temporer yang baru adalah “Keith Haring in 3D”, yang juga dibuka pada 6 Juni. Ini menjadi pameran pertama yang sepenuhnya berfokus pada karya tiga dimensi Haring, mengumpulkan patung, totem, topeng, skateboard, boombox, busana, lukisan, gambar, dan sebuah Buick Special 1963 yang dipinjamkan oleh Cart Dept‘s Larry Warsh. Ruang baru ini memberi Crystal Bridges keleluasaan untuk menyelenggarakan beberapa pameran temporer secara bersamaan—sesuatu yang sebelumnya nyaris tak mungkin diwujudkan.
Galerinya yang baru, Contemporary American Art Gallery, menampilkan spektrum karya yang beragam dari para seniman terkemuka masa kini di kancah seni global. “Infinity Mirrored Room” karya Yayoi Kusama hadir di sini, begitu pula “Manigua (Mirror)” karya Teresita Fernández. Kedua galeri dihubungkan oleh sebuah jembatan yang sekaligus berfungsi sebagai ruang display untuk patung, keramik, dan karya kaca, dengan kafe berkapasitas 40 kursi bernama Quartz + Honey yang seakan bertengger di atas lanskap sekitar, kolam, taman, dan jalur pejalan kaki.
Di sisi koleksi, hampir setiap karya di museum ini dipindahkan dan dipasang ulang sebagai bagian dari proses reimajinasi. Kini pengunjung dapat mengakses hampir 600 karya dari koleksi permanen yang berjumlah lebih dari 4.100, dengan sekitar 200 karya yang untuk pertama kalinya tampil di ruang publik. Seni dan kriya masyarakat adat menjadi jangkar di setiap galeri, dengan Saving the Newcomers karya Kent Monkman sebagai pusat sorotan. Puluhan karya pesanan baru dari para seniman juga telah rampung dalam dua tahun terakhir.
Creative Learning Hub menambahkan ruang-ruang edukasi, studio artist-in-residence, studio seni digital, studio keramik, serta area berkumpul untuk komunitas—semuanya berada di bawah satu atap. Juga tengah dipamerkan hingga akhir Juli: “America 250: Common Threads”, yang merentang dari tahun 1776 hingga hari ini dan menampilkan bendera Amerika Apollo 11 milik Neil Armstrong serta satu ukiran awal naskah Declaration of Independence.
“Peresmian fase kedua ini menandai puncak kolaborasi dua dekade—sebuah dialog yang terus berkembang antara arsitek, patron, dan institusi—yang membentuk bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga visi bersama tentang seperti apa seharusnya sebuah museum. Lebih dari sekadar memperluas program, ekspansi ini memperpanjang dan memperdalam hubungan museum dengan alam—menyematkan ruang-ruang baru untuk komunitas, pembelajaran, dan presentasi seni ke dalam bahasa arsitektur yang dibentuk oleh kontur kawasan ini,” ujar Moshe Safdie, mitra pendiri Safdie Architects. “Kami sangat gembira melihat respons publik terhadap perpaduan seni dan alam ini, dan menantikan kunjungan para pengunjung ke museum yang telah berekspansi ini.”
Crystal Bridges
600 Museum Way
Bentonville, AR 72712