Gerai Pertama Noah di Los Angeles Hadirkan Skate Bowl 5.000 Kaki Persegi, Ruang Komunitas, dan Toko dalam Satu Tempat
Brendon Babenzien dan Estelle Bailey-Babenzien merancang ruang ini agar terasa lebih seperti venue kultural daripada sekadar toko ritel.
Ringkasan
- Noah telah membuka gerai pertamanya di Los Angeles, berlokasi di 911 North Orange Drive, kawasan Sycamore District, yang menandai toko keempat brand ini secara global sekaligus yang pertama di West Coast.
- Ruang seluas 5.000 kaki persegi ini dirancang langsung oleh para cofounder, Brendon Babenzien dan Estelle Bailey-Babenzien, sebagai lingkungan multifungsi yang memadukan retail, komunitas, dan program budaya.
- Toko ini dilengkapi sebuah skate bowl dan dirancang untuk menjadi tuan rumah intimate dinner, diskusi panel, klub buku, pemutaran film, hingga live performance.
Noah telah membuka toko pertamanya di Los Angeles di 911 North Orange Drive, kawasan Sycamore District, menjadi lokasi keempat secara global setelah flagship di Mulberry Street, New York, serta gerai di Tokyo, Osaka, dan Seoul. Dirancang oleh para cofounder Brendon Babenzien dan Estelle Bailey-Babenzien, ruang seluas 5.000 kaki persegi ini dibangun dengan gagasan bahwa sebuah toko pertama-tama harus berfungsi sebagai venue kultural, dan baru kemudian sebagai ruang retail.
Layout-nya mencerminkan prioritas tersebut. Sebuah skate bowl menjadi jangkar fisik ruang, menghadirkan elemen yang belum pernah ada di lokasi Noah lainnya dan dengan jelas menandai karakter tempat ini. Di sekelilingnya, desain mengakomodasi seluruh rangkaian program yang telah dirancang para founder: intimate dinner, diskusi panel, klub buku, pemutaran film, dan live performance. Elemen retail hadir di dalam kerangka itu alih-alih memimpinnya, sejalan dengan filosofi ruang komunitas yang telah Noah terapkan di lokasi lain, namun di sini dieksekusi dalam skala yang sebelumnya belum pernah dijangkau brand tersebut.
Keluarga Babenzien merancang sendiri ruang ini, sehingga bahasa visual toko menjadi perpanjangan langsung dari sensibilitas yang selama ini membentuk koleksi busananya. Pendekatan desain Noah selalu bergerak di persimpangan fungsi dan referensi kultur — konstruksi preppy yang bertemu dengan pengaruh skate, surf, dan musik — dan toko Los Angeles menerapkan logika tersebut pada arsitektur serta program, bukan pada garmen. Hasilnya adalah sebuah ruang yang tak tampak maupun berfungsi seperti retail konvensional — dan memang itulah tujuannya.
Lokasi di Sycamore District menempatkan Noah di sebuah lingkungan yang sudah lama menjadi destinasi retail dan kultur terkurasi, berdekatan dengan galeri Jeffrey Deitch dan berada di koridor yang juga dihuni Nili Lotan, Officine Générale, dan Jacques Marie Mage. Alamat ini terasa tepat bagi sebuah brand yang pelanggannya tidak sekadar mencari kepraktisan, melainkan sebuah jenis pengalaman tertentu. Babenzien pernah berbicara langsung tentang pengaruh formatif California pada cara pandangnya saat tumbuh di East Coast: “Setiap majalah menampilkan para skater dan surfer di California,” katanya kepada WWD. “The Red Hot Chili Peppers dan Fishbone melakukan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Semua yang ditawarkan California kepada kami terserap, terakumulasi, dan berlapis di atas gaya yang dasarnya preppy, kadang punk, kadang hip-hop, hingga membentuk sikap baru khas Northeast.” Dalam kacamata itu, toko Los Angeles terasa bukan sekadar ekspansi, melainkan sebuah kepulangan.



















