Deion Sanders Umumkan Nike Air DT Proto '92 "Prime Red" Rilis Akhir Tahun Ini
Menghidupkan kembali prototipe 90-an yang tak pernah dirilis, siluet berbahan patent leather mengilap ini memancarkan kilau ikonik sang legenda dua cabang olahraga.
Nama: Nike Air DT Proto ‘92 “Prime Red”
Warna: Prime Red/Sail-Metallic Gold-Desert Maroon
SKU: JF7592-600
Harga ritel (MSRP): US$180
Tanggal Rilis: 2026
Di mana Membeli: Nike
Deion Sanders terus memanfaatkan jejak budaya masifnya untuk kembali membongkar arsip Nike. Lewat media sosial, “Coach Prime” memberi first look kepada para penggemar, sekaligus resmi mengumumkan peluncuran Nike Air DT Proto ‘92 dalam balutan colorway mencolok “Prime Red”. Jauh dari sekadar rilisan retro biasa, siluet ini menyimpan sejarah yang memikat, berawal dari prototipe awal 1990-an yang tak pernah dirilis. Kini, Nike memberi konsep yang lama terlupakan itu kesempatan kedua, dengan mulus menjembatani era kejayaan Sanders di lapangan dan kiprahnya sekarang yang terus mendominasi headline di University of Colorado.
Selaras dengan persona larger-than-life sang legenda, Air DT Proto ‘92 sama sekali tak gentar jadi pusat perhatian. Karakter utama sneaker ini dibangun lewat penggunaan patent leather mengilap “Prime Red” dalam porsi besar yang mendominasi bagian upper. Untuk memastikan rona merah vibran ini benar-benar mencuri pandang, Nike menambahkan aksen bersih berwarna Sail di seluruh bagian dasar, sementara sentuhan Metallic Gold menghadirkan kilau mewah khas yang selalu dinantikan para penggemar dari setiap kolaborasi Deion Sanders.
Rilisan ini menjadi langkah strategis bagi Nike dalam terus membangun arsip footwear Coach Prime. Alih-alih hanya mengandalkan nostalgia dengan merilis ulang turf shoes lawas, menghadirkan prototipe era 1990-an ke pasaran memungkinkan brand tersebut menawarkan sesuatu yang sarat nilai sejarah sekaligus terasa benar-benar baru bagi publik.
Segala aspek pada versi “Prime Red” ini terasa sangat autentik dengan identitas Sanders. Mulai dari patent leather yang flashy, sentuhan emas yang berkesan royal, hingga akar historisnya di era kejayaan dual-sport, sneaker ini hadir sebagai potongan sejarah olahraga yang otentik, bukan sekadar comeback oportunistik demi mengerek penjualan.
Lihat unggahan ini di Instagram

















