Zayn Umumkan Album Kelima ‘Konnakol’ dan Single Baru “Die For Me”
Sang superstar global terinspirasi tradisi ritme Asia Selatan untuk proyeknya yang paling eksperimental sejauh ini.
Ringkasan
- Zayn Malik resmi mengumumkan album studio kelimanya bertajuk Konnakol, yang dijadwalkan rilis pada 17 April 2026
- Single utama “Die For Me” menjadi pengantar proyek ini, memadukan R&B kontemporer dengan pola vokal ritmis yang kompleks, dan akan dirilis pada 6 Februari.
- Malik berkolaborasi dengan para pemain perkusi legendaris untuk menghadirkan seni perkusi vokal Asia Selatan yang menjadi judul album ini ke dalam produksi albumnya.
Lewat pengumuman album studio kelimanya, Zayn Malik bersiap mengajak para pendengar dalam sebuah perjalanan sonik lintas budaya, Konnakol. Mengambil nama dari seni tradisional Asia Selatan yang menampilkan suku kata perkusi secara vokal, proyek ini menandai karya Zayn yang paling ambisius dan eksperimental sejauh ini. Dirilis lewat Mercury Records, album ini dipimpin oleh single terbaru “Die For Me”, sebuah lagu yang menandai pergeseran dari folk-pop minimalis di album sebelumnya, Room Under the Stairs, menuju fusi berkonsep tinggi antara ritme global dan R&B bernuansa larut malam.
Konsep album ini berangkat dari keinginan Malik untuk mengeksplorasi warisannya lewat sudut pandang modern. “Sudah tiba waktunya lagi, saya cukup beruntung bisa membuat album studio kelima,” ujar Malik dalam siaran pers. Ia menambahkan, “Konnakol dalam definisinya adalah tindakan menciptakan bunyi perkusi dengan suara manusia, tetapi maknanya bagi saya jauh lebih dalam. Ini adalah sebuah suara yang menyimpan gema dari masa sebelum kata-kata tercipta. Sejak pertama kali membuat musik sendiri, saya selalu menjadikan warisan saya sebagai sumber inspirasi; album ini adalah pengembangan dari pemahaman itu—lebih dari sebelumnya, saya tahu siapa diri saya, dari mana saya berasal, dan ke mana saya ingin melangkah.” Album ini menampilkan produksi dari beragam kolaborator, termasuk produser elektronik eksperimental dan musisi klasik India tradisional, dengan tujuan menjembatani Timur dan Barat.
Single utama “Die For Me” memberikan cuplikan pertama dari lanskap suara hibrida ini. Lagu tersebut menonjolkan falsetto khas Malik yang melayang di atas aransemen sinkopasi sarat bass yang memanfaatkan napas manusia sebagai elemen perkusi. Secara lirik, lagu ini mengulik tema pengabdian yang intens dan kerentanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan sebuah hubungan di era digital. Single ini turut ditemani video musik sinematik garapan kolaborator kreatif Ricardo Gomes, yang menghadirkan visual surealis untuk memvisualisasikan ketegangan ritmis dalam musiknya.
Rangkaian peluncuran Konnakol disebut akan mencakup sederet “immersive listening experiences” yang intim di berbagai kota besar, di mana para penggemar dapat mendengarkan album ini dalam format spatial audio berkualitas tinggi. Setelah menghabiskan sebagian besar tahun lalu merekam di studio rumahnya di pedesaan Pennsylvania, Malik menggambarkan proses tersebut sebagai sebuah “kebangkitan kembali” jiwa kreatifnya. Saat sang musisi memasuki era baru ini, Konnakol berdiri sebagai bukti penolakannya untuk terkungkung dalam satu genre saja, sekaligus semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu suara paling tak terduga dan paling haus eksplorasi budaya di kancah pop kontemporer.
Versi lengkap Konnakol akan dirilis pada 17 April dan single “Die For Me” meluncur pada 6 Februari.
Lihat postingan ini di Instagram



















