Santo Studio Luncurkan Sneaker Racikan Ryan Sheckler, Khalil Rountree dan Lainnya
Trento & Clemente Sneaker dipersenjatai teknologi penuh, namun tetap serbaguna untuk gaya hidup aktif maupun kegiatan harian.
Creative Director Bear Degidio tidak berniat mengguncang dunia sneaker atau mengejar sekadar jargon kemewahan ketika mulai merancang lini sepatu Santo Studio. Dorongannya lahir dari kegelisahan yang lebih senyap, melihat betapa jauhnya desain produk masa kini dari orang-orang yang benar-benar memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih bertumpu pada mood board, Degidio justru mendalami obrolan dengan para atlet yang bertahun-tahun telah “menjinakkan” sepatu mereka sendiri dengan cara paling keras.
Twitch, Ryan Sheckler, Cole Houshmand, CJ Barham, Khalil Rountree, dan Jett Lawrence diundang untuk menguji sebuah gagasan. Di Newport Beach, mereka duduk bersama tim desain dan berbicara blak-blakan tentang apa yang bekerja, apa yang gagal, dan apa saja yang nyaris tak pernah dipertimbangkan ketika fashion melaju terlalu jauh meninggalkan fungsi.
Dari proses itu lahir wawasan berharga dari mereka yang hidup di skate park, surf break, lintasan tanah, dan fight camp. Ruang-ruang ini menjadi medan uji sesungguhnya, sehingga material seperti karet vulkanisasi, Flow Memory Foam, dan insole berteknologi tinggi dipilih agar mampu bertahan seharian penuh bergerak dan tetap terasa tepat saat malam. Lewat terciptanya Trento Sneaker dalam program ini, benang merahnya adalah fleksibilitas, bukan kompromi. “Ini sepatu yang bikin saya yakin bisa menembus dua dunia sekaligus, dari sesi skating sampai makan malam bareng keluarga, dan tetap memberi rasa yang elevated,” ujar ikon skate Ryan Sheckler.
Tarik-menarik antara fungsi dan kesederhanaan itulah yang justru menjadi pijakan Santo Studio. Desain model ini duduk manis dalam percakapan soal luxury ready-to-wear, namun tanpa perlu bergaya berlebihan atau menjelaskan dirinya terlalu jauh. “Ini benar-benar rangkuman dari bertahun-tahun saya membuat sepatu untuk berbagai brand, dibungkus jadi satu sneaker harian yang nyaris sempurna—bisa saya pakai berkendara seharian penuh dan tetap terasa nyaman sekaligus fresh,” ujar freestyle motocross (FMX) rider sekaligus peraih medali X Games, Twitch.
Pada intinya, program footwear Santo Studio benar-benar berfokus pada esensi dan ketahanan, dengan wawasan dari mereka yang terus mendorong batas gaya hidup aktif. Pendekatan Degidio mengisyaratkan bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan sebuah brand saat ini adalah melambat, mendengar lebih saksama, dan membangun bersama komunitas yang mereka klaim wakili. “Saya ingin akhirnya menghadirkan ke dunia sebuah program footwear yang bukan sekadar menempelkan nama selebriti, tetapi benar-benar didesain oleh para ikon dan jawara olahraga dengan cahaya dan pengaruh mereka sendiri—mengembalikan kultur, makna, dan tujuan ke item modern wear sehari-hari,” tambah Degidio.
ProdukSanto Studio Trento Sneaker akan lebih dulu hadir di flagship store brand ini di Lido Marina Village sebelum tersedia di seluruh jaringan Nordstrom di Amerika Serikat. Lihat rangkaian foto di atas untuk mengintip lebih dekat detail sepatu ini dan para kolaboratornya.















