'Between You and Me' Memperkenalkan RM Sang Kurator
Di SFMOMA, sang bintang BTS menyulap koleksi pribadinya menjadi “suaka” seni rupa Korea.
Ringkasan
RM dari BTS melakoni debutnya di SFMOMA melalui pameran baru bertajuk 'Between You and Me'
Pameran ini, yang berlangsung hingga 7 Februari 2027, menghimpun hampir 200 karya, termasuk 145 koleksi pribadi milik RM
Kurasi ini berfokus pada tokoh-tokoh terkemuka dalam seni modern dan kontemporer Korea yang kurang dikenal di luar negeri, dengan harapan dapat memberikan apresiasi baru terhadap pilihan lukisan, foto, gambar, patung, dan banyak lagi yang dipamerkan
RM sejenak menepi dari gemerlap panggung menuju ruang museum untuk mempersembahkan pameran yang mungkin paling personal baginya. Selama bertahun-tahun, BTS telah sukses menjadikan musik Korea Selatan sebagai fenomena global. Kini, melalui debutnya sebagai kurator di SFMOMA, sang pentolan grup berharap dapat membawa kesuksesan serupa bagi para perupa dari negaranya.
Pameran Between You and Me menjadi momen perdana koleksi sang penyanyi rap dipamerkan di museum. Dengan persiapan selama dua tahun terakhir, pameran ini dikuratori bersama oleh RM—yang bernama asli Kim Namjoon—serta América Castillo dan Hyoeun Kim dari SFMOMA. Acara ini menampilkan 145 karya dari koleksi pribadinya yang disandingkan dengan 45 karya milik museum, dengan harapan dapat memberikan penghormatan yang layak bagi seni modernisme Korea di kancah internasional.
Pameran ini dibagi menjadi delapan bagian: Blue Water, Friendscape, Home, Photo Buddha, People, Passion, Umber, dan ‘I don’t know, but I like it.’ Di dalamnya, Anda akan menemukan deretan lukisan, patung, keramik, fotografi, hingga kaligrafi. Sebagian besar karya ini baru pertama kali dipamerkan di Amerika Serikat, menampilkan segalanya mulai dari vas berusia ratusan tahun hingga lembaran sel animasi lawas Pikachu.
Sepanjang kariernya, RM tidak pernah ragu mengutarakan apresiasi mendalamnya terhadap seni pascaperang di Korea Selatan. Ia sangat mengagumi ketangguhan para perupa yang terus berkarya di tengah masa kolonial, pesatnya pembangunan kembali, serta berbagai pergolakan politik di negaranya. Koleksi pribadinya mencakup karya-karya dari seniman ternama, seperti Kim Whan-ki, Chang Ucchin, Kim Yun Shin, Kwon Jinkyu, Kwon Okyon, Park Rehyun, To Sangbong, dan masih banyak lagi.
View this post on Instagram
Salah satu daya tarik utama dari pameran ini adalah lebih dari belasan koleksi lukisan karya Yun Hyong-keun, sang pelopor aliran Dansaekhwa, milik RM. Salah satu lukisan tersebut dipamerkan bersebelahan dengan mahakarya ikonis “No. 14” (1980) karya Mark Rothko. “Yun sering kali diperkenalkan sebagai ‘Rothko dari Korea’—sebuah label yang praktis untuk mengenalkan nama yang belum familier,” tulis RM pada teks pengantar di dinding galeri. “Namun, saya tidak ingin Yun terus berada di bawah bayang-bayang siapa pun. Itulah sebabnya saya menyandingkan kedua karya mereka.” Sosok Yun juga menjadi inspirasi di balik lagu pembuka pada album solo perdana RM, yang diyakini sebagai lagu K-pop pertama yang didedikasikan khusus untuk seorang pelukis asal Korea Selatan.
Melengkapi pameran ini, hadir pula deretan karya dari Donald Judd, Yves Klein, Agnes Martin, Henri Matisse, Georgia O’Keeffe, dan Nam June Paik. Karya-karya tersebut merupakan bagian dari koleksi SFMOMA yang dikurasi khusus untuk menyoroti berbagai tema yang saling bersilangan, seperti Timur dan Barat, ranah personal dan universal, hingga dialog lintas generasi. Demi memberikan sentuhan personal yang lebih mendalam, sang musisi juga menulis sendiri judul untuk setiap bagian pameran dan meminjamkan suaranya untuk panduan audio dalam bahasa Korea dan Inggris.
Ketertarikannya untuk mengoleksi karya seni bermula setelah ia mengunjungi Art Institute of Chicago di sela-sela tur BTS pada tahun 2018, yang kemudian menumbuhkan kecintaan mendalamnya terhadap sejarah seni Korea Selatan. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi pendukung setia dunia seni—sebuah hobi yang kerap dijuluki “Namjoon-ing” oleh para ARMY. Ia bahkan didaulat sebagai duta global pertama untuk Museum Nasional Korea dan baru-baru ini menyumbangkan lebih dari $70.000 untuk pendanaan akuisisi artefak. Pada tahun 2023 lalu, ia juga meminjamkan enam karya seniman Chang Ucchin kepada Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer.
“Menurut saya, hanya sedikit hal yang mampu menggambarkan jati diri seseorang dengan sejujur koleksi yang telah mereka kumpulkan dalam waktu yang lama,” ungkap penyanyi rap dan pemimpin BTS tersebut menjelang pembukaan pamerannya. “Oleh karena itu, pameran ini bisa dibilang sebagai ajang perkenalan diri saya yang cukup panjang.”
Pameran Between You and Me saat ini tengah berlangsung di San Francisco dan akan dibuka hingga 7 Februari 2027. Jika Anda belum berkesempatan untuk hadir, jangan khawatir. SFMOMA juga merilis koleksi cenderamata eksklusif pameran—mulai dari busana, aksesori, keramik, poster, jurnal, buku catatan, hingga majalah zine—yang dapat dipesan terlebih dahulu melalui situs toko daring mereka.