Show runway ini memadukan wetsuit teknis dengan tailoring mewah, lengkap dengan suguhan musik eksklusif di atas runway.
Koleksi terbaru brand Jepang ini menghadirkan estetika punk-grunge yang raw, berakar pada eksplorasi material ekstrem dan kode gaya underground.
Dari indigo fermentasi sampai katun organik rajut tangan, koleksi “Trees Are Poems” dari label asal Inggris ini menguatkan proses handmade yang nyaris mustahil ditiru produksi massal.
Desainer Ryota Iwai menampilkan studi refined tentang kemudahan modern dan tailoring mengalir untuk musim semi mendatang.
Pertama kali tampil di runway AURALEE SS27, siluet kolaboratif ini menghidupkan kembali ikon sepatu lari arsip dalam wujud baru bergaya low-profile yang terinspirasi sepatu resmi.
CAPSULE “271” menerjemahkan warisan performa brand Norwegia ini ke dalam jajaran modular SS27 yang dirancang untuk pergerakan luwes antara kota dan alam bebas.
Menjelajah dunia buram nan romantis yang terasa seperti mimpi.
Presentasi runway di Milan menjembatani gaya prep gentleman klasik dengan perlengkapan outdoor berperforma tinggi dan tekstil artisana.
Ansambel putih tembus pandang hadir kontras di runway, berdampingan dengan dominasi leather dan denim yang bold.
Terinspirasi dari perjalanan ke Gabon, desainer Satoshi Kuwata menghadirkan tema jaring nelayan artisana dan detail overlay “Japanese Square Knot” ke panggung Milan Fashion Week.
Desainer berbasis London ini memadukan sportswear dan tailoring di Milan sembari menampilkan preview kolaborasi terakhirnya bersama lululemon.
Siluet hibrida “Dressneaker” terbaru ini menghadirkan hardware bunga yang dapat dilepas-pasang, memadukan nuansa romantis dan punk dalam satu desain.