Madame Woo menghadirkan studi lintas budaya tentang sukacita dalam berbusana, dari sheer coat crumple-dye hingga sulaman bangau minhwa dan gantungan leather bergaya norigae.
Menampilkan kolaborasi spesial bareng Takahiro Miyashita.
Di antara mantel tegas dan kemeja romantis, creative director Michael Rider meramu era baru gaya instingtif yang tajam namun lembut.
Dua siluet ikonik, satu kolaborasi: karya kanvas Emma Bennett dan garis arsitektural tajam Jun Takahashi membentuk ulang warisan bentuk klasik Vans.
Koleksi ini meracik estetika resort yang sengaja tampak “belum selesai”, memadukan craftmanship Jepang dengan sederet kolaborasi besar di lini footwear dan outerwear.
Sang desainer menolak permainan visual permukaan dan berfokus pada manipulasi struktur, menguatkan koleksi dengan rangka internal, kacamata Oakley, dan kolaborasi Crocs yang diperbarui.
Sang desainer mengambil alih Espace Niemeyer dengan deretan bintang, kolaborasi UGG® yang garang, dan fitur virtual try-on berbasis AI instan.
Rei Kawakubo memicu kerusuhan penuh suka cita lewat kamuflase warna permen, garis-garis subversif, dan kembalinya ikon sepatu kultus yang spektakuler.
Desainer avant-garde ini mengguncang runway Paris dengan 16 kolaborasi lintas brand dalam satu show spektakuler.
Sang desainer menantang cara pandang konvensional, menitikberatkan pada pengungkapan yang bertahap dan kenyataan bahwa kita tak pernah mampu melihat keseluruhan dalam sekali tatap.
Presentasi di Paris ini menampilkan tekstil berjiwa alam, teknik lipit arsitektural, dan proyek terbaru footwear ASICS.
Memadukan knit santai bergaya boyish dengan tailoring gentleman’s club yang terstruktur dan highly sculpted.