“Korean Sabotage” menghidupkan kembali fragmen-fragmen terbuang lewat koordinat indigo super distressed dengan motif boro yang intens.
Koleksi menswear dan womenswear SS27 hadir dengan kolaborasi Converse dan Paraboot, sekaligus menggali dalam arsip KENZO.
Koleksi ini menerjemahkan mahakarya puitis Stéphane Mallarmé ke dalam visi kabur dan terdekontruksi tentang maskulinitas modern.
Presentasi “Dreaming of Spring” ini merajut pertemuan para cendekiawan dinasti Tiongkok, mahakarya Renaisans, dan kemitraan unik bersama Under Armour.
Koleksi menswear SS27 ini menelusuri dualitas maskulinitas melalui lensa melankolis yang sarat nuansa sejarah.
Koleksi ini berlabuh pada permainan dualitas, romantisisme 1970-an, dan kolaborasi hipnotis bersama seniman Claudine Wick.
Sang desainer menyalurkan pengalaman hidup mentah, kisah emosional tentang California, dan opening performance kontroversial dalam presentasi tanpa filter.
Apparel performa tinggi ini debut di Paris Fashion Week sebelum dirilis secara komersial dalam jumlah ultra-terbatas di seluruh dunia.
Koleksi terbaru brand Jepang ini menghadirkan estetika punk-grunge yang raw, berakar pada eksplorasi material ekstrem dan kode gaya underground.
Anthony Vaccarello merancang koleksi yang sepenuhnya bertumpu pada pengekangan dan penghilangan, menjadikan instalasi imersif Fujiko Nakaya sebagai “pemain” aktif untuk menghadirkan kemewahan dari ketiadaan.
Desainer Ryota Iwai menampilkan studi refined tentang kemudahan modern dan tailoring mengalir untuk musim semi mendatang.
Pertama kali tampil di runway AURALEE SS27, siluet kolaboratif ini menghidupkan kembali ikon sepatu lari arsip dalam wujud baru bergaya low-profile yang terinspirasi sepatu resmi.