JISOO Padukan Groove Ceria dan Estetika Dongeng Gelap dalam “CLICK”
Disutradarai Joseph Kahn, video ini menghadirkan chemistry romantis di taman hiburan terbengkalai yang telah ditumbuhi belukar dalam lanskap pascaapokaliptik.
Ringkasan
JISOO merilis single solo synth-pop terbarunya berjudul "CLICK", lengkap dengan video musik resmi yang disutradarai oleh Joseph Kahn.
Lagu ini mengeksplorasi kimia romantis, menyeimbangkan keraguan dengan daya tarik magnetis yang tak terbantahkan.
Berlatar di taman hiburan yang ditumbuhi liar, visualnya memadukan estetika dongeng pasca-apokaliptik dengan figur-figur karnaval mekanis.
JISOO resmi merilis singel solo terbarunya, “CLICK”, beserta video musik resmi yang memikat garapan Joseph Kahn. Dengan groove synth-pop yang mudah menular dan perkusi yang tajam, lagu ini menyeimbangkan nuansa romantis yang ceria dengan keraguan yang mengalir di bawahnya. Dari sisi lirik, JISOO menapaki batas tipis antara persahabatan dan ketertarikan fisik yang lebih dalam. Ia menimbang sikap skeptisnya terhadap pasangan yang “menggoda semua orang” dengan koneksi magnetis yang tak terbantahkan. Bertumpu pada hook ritmis yang adiktif—“Bibir kamu, bibirku, klik / Kita memang diciptakan untuk saling pas”—lagu ini menangkap momen ketika seseorang menyerah pada ketertarikan romantis, meski memahami risiko yang mungkin menyertainya.
Video musik pendampingnya mengubah ketegangan romantis tersebut menjadi narasi pascaapokaliptik yang fantastis, berlatar taman hiburan terbengkalai dan ditumbuhi belukar. Memadukan estetika dongeng gelap dengan elemen fiksi ilmiah, JISOO bergerak di antara manekin karnaval mekanis serta wahana mekanik vintage, ditemani beruang teddy robotik. Dalam beragam tampilan yang kontras, dari gaun balet berstruktur korset hingga gaun renda hitam dramatis, ia berdansa waltz di dalam gazebo bercahaya bersama sosok mekanis yang necis, sebelum menaiki roller coaster berkarat melintasi cakrawala distopia.



















