Shai Gilgeous-Alexander Bintangi Kampanye Levi's FW26 dan Ungkap Gaya Berbusana Tanpa Batas
Dalam wawancara eksklusif bersama Hypebeast, MVP NBA ini membahas pendekatan fesyennya yang mengandalkan insting serta caranya mendobrak pakem berbusana untuk koleksi terbaru.
Ringkasan
Levi’s menggandeng MVP NBA bertahan, Shai Gilgeous-Alexander, sebagai wajah kampanye Fall/Winter 2026 mereka bertajuk Keep it Loose.
Dalam wawancara eksklusif dengan Hypebeast, Gilgeous-Alexander mengulas gaya tunnel-nya yang kerap melanggar pakem, akar Kanadanya, dan cara ia menata koleksi tersebut.
Sang superstar NBA membangun seluruh tampilan kampanyenya dari denim-denim fondasional, termasuk 501 Loose dan Baggy Barrel yang dipadukan dengan luaran bersiluet rileks.
Levi’s resmi meluncurkan kampanye Fall/Winter 2026 bertajuk “Keep it Loose”, yang menempatkan MVP NBA saat ini sekaligus ikon gaya Shai Gilgeous-Alexander sebagai bintang utama. Berlandaskan semangat “Loose Prep” khas Levi’s, kampanye ini mendobrak pakem berbusana yang kaku lewat siluet longgar, proporsi yang ditata sendiri, serta cara santai mengenakan item-item klasik di lemari pakaian.
Dengan kebebasan kreatif penuh untuk menata gayanya sendiri dalam kampanye ini, Gilgeous-Alexander membangun padu padannya lewat potongan denim berkaki lebar seperti 501® Loose dan Baggy Barrel, yang dipasangkan dengan jaket MA-1 Bomber dan Authentic PO Hoodie. Diambil menggunakan film oleh sutradara Mel Bles, kampanye ini menangkap pendekatan sang superstar yang santai terhadap gaya personal.
Dalam wawancara eksklusif bersama Hypebeast, Gilgeous-Alexander berbagi tentang proses kreatifnya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Menyoal padu padan ikonisnya saat berjalan melewati lorong menuju pertandingan NBA, guard Oklahoma City ini mengungkapkan bahwa gayanya sepenuhnya mengandalkan insting: “Bukan soal tidak pernah mengulang, melainkan tidak pernah memadukan outfit yang persis sama… Dalam berpakaian, sebenarnya tidak ada aturan. Saya bisa bereksperimen, mengikuti insting, dan bersenang-senang.” Ia juga merefleksikan masa tumbuh besarnya di Toronto dan Hamilton, Kanada, serta menuturkan bahwa paparan terhadap beragam budaya sejak kecil terus membentuk referensi fesyennya yang mendunia, tanpa terpaku pada tren sesaat.
Hypebeast: Kamu dikenal berkomitmen untuk tidak pernah mengulang outfit, hingga momen berjalan melewati lorong menuju pertandingan NBA menjelma menjadi panggung peragaan busana yang sesungguhnya. Bagaimana kamu menjaga kreativitas yang terus mengalir itu, dan sebagai ruang kreatif di luar tekanan lapangan, apa yang diberikan fesyen kepadamu?
Shai Gilgeous-Alexander: Bukan semata soal tidak pernah mengulang, melainkan tidak pernah memadukan outfit yang persis sama. Saya suka mengombinasikan berbagai hal dan mencari cara baru untuk menata item yang sama. Di situlah kreativitasnya bagi saya. Dalam berpakaian, sebenarnya tidak ada aturan. Saya bisa bereksperimen, mengikuti insting, dan bersenang-senang. Fesyen menjadi ruang kreatif lain bagi saya untuk bercerita tanpa mengucapkan apa pun.
Kampanye terbaru Levi’s Keep it Loose berfokus pada upaya menafsirkan ulang pakem gaya prep yang kaku dan mengabaikan aturan berbusana tradisional. Adakah elemen dari kampanye ini yang juga kamu terapkan dalam gaya sehari-hari?
Kampanye ini terasa alami karena selaras dengan cara saya berpakaian sehari-hari. Saya tidak pernah menjadi orang yang mengikuti aturan gaya; saya hanya mengenakan apa yang terasa tepat bagi saya. Banyak elemennya terbawa ke gaya harian saya: potongan longgar, denim berkualitas, dan cara memadukan item dengan berbagai gaya. Intinya adalah menjadikannya milikmu sendiri.
Dalam beberapa musim terakhir—terutama selama playoff—Levi’s 501® Loose tampak menjadi item andalan gaya kamu, baik dipadukan dengan outerwear yang mencuri perhatian maupun item kasual sehari-hari. Elemen atau perasaan apa yang menandakan bahwa sebuah outfit sudah terasa benar-benar pas bagimu?
Bagi saya, semuanya soal bagaimana rasanya saat dikenakan. Jika saya memakai sesuatu dan terasa alami, saya tahu itu sudah tepat. Saya tidak terlalu memikirkannya. 501 Loose adalah salah satu item yang cocok dipadukan dengan hampir apa saja, jadi memberi saya fondasi yang bagus. Setelah itu, tinggal menambahkan item yang terasa seperti diri saya.
Saat ini kamu menyeimbangkan tuntutan besar sebagai pemain di puncak NBA dengan peran sebagai Global Brand Ambassador untuk merek legendaris seperti Levi’s, di samping berbagai proyek kreatif lainnya. Bagaimana disiplin basket profesional dan kebebasan penuh dalam fesyen saling mengisi serta memengaruhi satu sama lain bagimu?
Basket adalah soal disiplin dan konsistensi. Fesyen memberi saya kesempatan untuk berkreasi. Yang satu membuat saya tetap membumi, sementara yang lain memungkinkan saya mengekspresikan diri. Keduanya memberi saya keseimbangan yang baik.
Estetika gayamu terasa sangat intuitif dan kerap mengambil inspirasi dari referensi tak terduga, alih-alih pakem fesyen yang mudah ditebak. Belakangan ini, dari mana kamu menyerap referensi visual? Adakah era, subkultur, atau bahkan sosok di luar ranah fesyen tradisional yang membentuk cara kamu merangkai sebuah look?
Saya tidak terpaku pada satu hal. Inspirasi bisa datang dari mana saja—foto-foto lama, item vintage, atau musik. Saya berusaha tidak memaksakannya. Jika ada sesuatu yang menarik perhatian saya, saya mengambil sedikit inspirasinya lalu menjadikannya versi saya sendiri.
Bagaimana hubunganmu dengan tren—apakah kamu benar-benar memperhatikannya, atau lebih melihat diri sebagai pencipta tren yang bergerak di jalurnya sendiri? Adakah tren saat ini yang benar-benar kamu benci? Sebaliknya, elemen gaya apa yang menurutmu tak lekang oleh waktu?
Saya tidak benar-benar mengikuti tren. Saya hanya mengenakan apa yang terasa tepat bagi saya. Saya juga tidak terlalu memikirkan tren yang tidak saya sukai. Denim berkualitas tak lekang oleh waktu; kamu bisa memakainya sesuka hati.
Kamu bukan hanya mendominasi panggung basket dunia, tetapi juga tak diragukan lagi merupakan salah satu pria Kanada paling bergaya yang pernah lahir di negara itu. Seberapa bangga kamu mewakili Kanada dan membawa budayanya ke peta dunia fesyen? Apakah energi Toronto dan Hamilton, serta masa tumbuh besarmu, masih memengaruhi cara kamu merangkai sebuah look?
Menjadi orang Kanada adalah sesuatu yang sangat saya banggakan. Tumbuh di sana membuatmu terpapar begitu banyak budaya, gaya, dan pengaruh yang berbeda. Menurut saya, hal itu secara alami membentuk cara kita memandang dunia dan mengekspresikan diri. Bagi saya, sejak dulu intinya adalah mengambil inspirasi dari berbagai tempat lalu menjadikannya milik saya sendiri. Entah dalam basket, fesyen, atau hal lain, saya akan selalu mewakili tempat asal saya. Senang rasanya melihat budaya Kanada semakin mendapat pengakuan di seluruh dunia, dan saya bangga menjadi bagian dari itu.
Koleksi Levi’s Fall/Winter 2026 “Keep it Loose”, yang menampilkan pilihan kurasi Shai Gilgeous-Alexander, akan tersedia secara global di gerai flagship Levi’s dan daring.