Kith Rayakan Ulang Tahun ke-15 bersama BMW & Levi’s Hidupkan Kembali 501 Ikonis Tahun 1942 di Berita Fashion Terpopuler Minggu Ini
Ikuti terus tren terbaru di industri fashion.
Ringkasan
-
Levi’s merilis ulang 501 arsip dari 1942, sementara Gap menggandeng Malcolm Todd untuk kampanye denim terbarunya.
-
Nike Japan menggoda kolaborasi dengan One Piece, sementara Kith memperluas kiprahnya di ranah otomotif mewah bersama BMW.
-
Kacamata pintar Meta dilarang di berbagai venue di seluruh Inggris.
Informasi Rilis Kolaborasi Koleksi Kith for BMW Chapter IV
Setelah memperkenalkan restorasi one-of-one BMW 3.0 CSi 1972 dan BMW M6 E24 1987, Kith resmi meluncurkan koleksi Chapter IV yang telah lama dinantikan bersama BMW. Dalam rangka ulang tahun ke-15 Kith, kolaborasi ini kembali menjembatani warisan otomotif dan streetwear premium. Untuk kategori outerwear, tersedia jaket kulit berpanel hasil kolaborasi dengan AVIREX, berdampingan dengan jaket motor kulit Braun dan Dewitt. Sementara itu, Nelson Quarter Zip, Braxton Track Zip, dan Nelson Hoodie menjadi sorotan dalam deretan esensial untuk sehari-hari. Lini aksesori mencakup tas menginap dari kulit berembos monogram, tas duffel perjalanan, tempat jam tangan, topi ‘47 Sheep Suede Drivers, serta masih banyak lagi. Edisi keempat kemitraan ini menegaskan sinergi langgeng antara dua brand besar tersebut, sekaligus membuktikan bahwa pertemuan mobil mewah dan mode modern masih menyimpan banyak potensi.
Kacamata Pintar Meta Dilarang di Berbagai Venue di Inggris
Kacamata pintar Meta dilarang di berbagai venue di Britania Raya, sebuah pukulan bagi upaya perusahaan memperluas adopsi produknya secara global. Ruang acara dan klub memperketat aturan penggunaan teknologi wearable ini lantaran kekhawatiran serius akan privasi dan perekaman tanpa izin. Wetherspoons menjadi salah satu jaringan terbesar yang memberlakukan pembatasan tersebut di seluruh 800 gerainya, sementara klub privat Soho House juga meminta pengunjung melepas perangkat itu saat masuk. Di sektor hiburan, ATG Theatres melarang penggunaan kacamata tersebut selama pertunjukan, sedangkan Monopoly Events menerapkan larangan penuh untuk Comic-Con. Pembatasan yang meluas ini menjadi pengingat keras bagi pasar kacamata pintar yang tengah berkembang pesat, sekaligus menetapkan preseden jelas bagi integrasi kamera wearable ke dalam kehidupan malam dan dunia hiburan.
Levi’s Vintage Clothing Rilis Ulang Jeans 501 Arsip Tahun 1942
Levi’s Vintage Clothing menelusuri arsipnya untuk merilis ulang jeans 501 ikonis dari 1942. Reproduksi ini secara saksama mengikuti spesifikasi era Perang Dunia II, ketika penjatahan bahan yang ketat memaksa brand tersebut menyederhanakan detail khasnya. Meniru pengerjaan orisinalnya, jeans ini hadir dengan jahitan yoke terbalik, rivet tersembunyi, jahitan arcuate satu jarum pada saku, serta patch kulit klasik bergambar dua kuda. Setiap pasang dijual dalam kondisi raw atau belum dicuci, lengkap dengan reproduksi paper flasher orisinal dan sisipan uang dolar dekoratif. Levi’s Vintage Clothing 1942 501 Jeans akan dirilis pada 13 Agustus di Levi’s Store Kyoto serta melalui undian di toko web resminya, seharga 66.000 yen.
Nike Japan Menggoda Kolaborasi One Piece
Nike Japan kembali menggoda kolaborasi mendatang dengan waralaba legendaris One Piece. Gambar teaser tersebut menampilkan Poneglyph yang mudah dikenali dalam bentuk Nike Swoosh, disertai keterangan singkat “ROMANCE DAWN” yang merujuk langsung pada arc pembuka cerita One Piece. Rilisan ini dirumorkan sebagai paket One Piece x Nike Air Max Plus “Devil Fruits”, tetapi foto produk resminya masih belum diungkap. Meski demikian, pengumuman itu saja sudah cukup memicu antusiasme di berbagai platform media sosial global. Sejumlah sumber menyebut koleksi One Piece x Nike ini akan resmi dirilis pada musim gugur 2026.
Malcolm Todd Menjadi Wajah Kampanye “Denim On Your Own” Gap
Menjelang tur terbesarnya sejauh ini, Malcolm Todd membintangi kampanye terbaru Gap, “Denim on your own”, bersama aktris Amerika Inde Navarrette. Dalam wawancara dengan Hypebeast, musisi tersebut membagikan pandangannya soal mode, pentingnya aksesori yang seru, serta mantra gaya yang dipegangnya: “kalau semua yang ada di lemari saya lucu, semuanya akan baik-baik saja.”



















