Konsorsium Unicode Hadirkan 9 Desain Emoji Baru di Unicode 18
Dari Wajah Retak sampai Kupu-Kupu Monarch, rilis dijadwalkan September 2026.
Ringkasan
Ketua Unicode Emoji Subcommittee, Jennifer Daniel, memamerkan pratinjau sembilan desain emoji terbaru untuk standar Unicode 18 menjelang World Emoji Day.
Deretan kandidat baru ini mencakup “Cracking Face” yang melambangkan kepura-puraan sikap positif, “Meteor” yang didesain mirip bak bola daging berapi, serta “Monarch Butterfly”.
Rilis ini juga menghadirkan ikon mercusuar, penghapus, jaring bertangkai, acar (pickle), dan dua gestur tangan baru dengan ibu jari mengarah ke kiri dan ke kanan.
Unicode Consortium bersiap memperkaya kosakata digital kita dengan sederet grafis baru untuk standar Unicode 18. Menjelang Hari Emoji Sedunia pada 17 Juli, Ketua Unicode Emoji Subcommittee, Jennifer Daniel, membagikan bocoran sembilan desain yang akan hadir. Usulan tambahan terbaru ini mencerminkan pendekatan komunikasi digital yang peka terhadap budaya. Beragam opsi baru tersebut bertujuan menangkap emosi kompleks, kecemasan eksistensial, dan situasi bernuansa yang sulit diungkapkan oleh emoji wajah tersenyum biasa.
Salah satu tambahan yang paling mencuri perhatian adalah emoji Wajah Retak. Komite Teknis Unicode mula-mula menyetujui opsi Wajah Bermata Menyipit pada akhir tahun lalu, sebelum menggantinya dengan wajah yang remuk pada Januari 2026. Desain baru ini menampilkan wajah tersenyum yang retak menjadi beberapa bagian. Emoji tersebut menjadi representasi visual dari fasad yang runtuh, sekaligus menawarkan alternatif yang lebih gelap daripada Melting Face yang banyak digunakan. Grafis ini menangkap persis ketegangan antara persona publik yang positif dan realitas pribadi yang kian memburuk.
Rilisan mendatang ini juga memperkenalkan karakter Meteor tersendiri untuk menyelesaikan perdebatan yang telah lama berlangsung di ranah digital. Sebelumnya, emoji Komet yang sudah ada diperkenalkan sebagai bola es biru berkilau, sebelum mengalami desain ulang tak resmi yang mengubahnya menjadi batu merah membara. Unicode 18 mendamaikan perbedaan ini secara permanen dengan memberikan estetika bak bola daging berapi ruang tersendiri sebagai Meteor. Langkah ini memungkinkan Komet kembali tampil dalam warna biru langit yang seragam di semua sistem operasi. Kini, pengguna dapat memakai Komet untuk mengirimkan harapan, sembari menyimpan Meteor untuk menandai akhir yang berskala kosmis atau pertengkaran grup chat yang katastrofik.
Fragmentasi antarplatform juga mendapat solusi melalui diperkenalkannya Kupu-Kupu Monarch. Selama ini, seseorang bisa mengirim emoji Monarch dari ponsel tertentu, sementara penerimanya melihat Morpho biru. Serangga biru itu telah mengakar secara global sebagai simbol estetika yang tertata rapi. Sebaliknya, Monarch khas berwarna oranye dan hitam akhirnya memperoleh titik kode sendiri untuk merepresentasikan ketangguhan lintas generasi.
Deretan selebihnya dilengkapi perangkat yang sangat spesifik untuk menghadapi friksi digital sehari-hari. Emoji Acar baru hadir agar pengguna pesan dapat mengungkapkan secara visual bahwa mereka terjebak dalam situasi pelik tanpa perlu mengetik penjelasan panjang. Tambahan lainnya mencakup Mercusuar, Penghapus, Jaring Bertangkai, serta dua gestur tangan baru dengan ibu jari yang menunjuk ke kiri dan kanan. Unicode 18.0 dijadwalkan rilis pada 15 September 2026 dan saat ini tengah menyelesaikan periode peninjauan akhirnya.



















