Jaeger-LeCoultre Resmi Gandeng IU sebagai Global Ambassador Terbaru
Seniman Korea Selatan ternama ini berbagi tentang evolusi kreatifnya dan keberanian dalam menahan diri lewat seri wawancara Maison, “The Hour Before”.
Ringkasan
Jaeger-LeCoultre resmi menunjuk bintang Korea Selatan IU sebagai Global Ambassador terbarunya.
Kolaborasi ini diperkenalkan melalui seri wawancara intim “The Hour Before”.
Kerja sama tersebut merayakan komitmen bersama terhadap keaslian, pengendalian diri, dan craftmanship yang detail serta penuh ketelitian.
Jaeger-LeCoultre (JLC) secara resmi mengumumkan seniman dan aktris Korea Selatan dengan reputasi menduniaIU sebagai Global Ambassador terbarunya, sebuah kolaborasi yang berlandaskan komitmen bersama terhadap keaslian dan penguasaan craft yang presisi hingga ke detail terkecil. Diperkenalkan lewat seri wawancara intim MaisonThe Hour Before , kolaborasi ini menelusuri ketekunan yang hening di balik perjalanan IU dari “adik kecil” kesayangan Korea menjadi sosok talenta lintas generasi yang serbabisa.
Selaras dengan warisan Maison yang abadi di Le Sentier, IU sangat menjunjung tinggi makna untuk tetap membumi, dengan mengungkapkan, “Berdiam di satu tempat benar-benar membuatku nyaman. Aku merasa paling tenteram dan damai saat berada di rumah, di ruangku sendiri. Di sanalah aku merapikan pikiranku dan menulis begitu banyak hal.” Sepanjang kariernya yang panjang, craft yang ia tekuni menjadi pilar utama jati dirinya; ia merefleksikan, “Di titik ini, pekerjaanku sudah menjadi bagian yang begitu sentral dari siapa diriku, sampai rasanya tak akan banyak tersisa untuk menggambarkan hidupku tanpa itu.” Saat ditanya apa yang paling ia banggakan, jawabannya selaras dengan etos seorang pembuat jam tingkat master: “Terus berupaya untuk sepenuhnya berdedikasi”.
Kolaborasi ini menyoroti paralel yang begitu kuat antara filosofi kreatif IU dan pendekatan JLC terhadap fine horology, khususnya terkait Reverso yang ikonis. Lahir di era Art Deco, Reverso didefinisikan oleh garis-garis bersih dan geometri tegas — sebuah disiplin dalam keindahan yang sangat mengena bagi sang artis. “Menurutku, menahan diri itu sebenarnya sangat sulit,” jelas IU. “Dalam beberapa hal, menurutku itu justru membutuhkan keberanian yang paling besar. Bisa jadi malah lebih berani daripada menunjukkan segalanya.” Alih-alih bergantung pada tren sesaat, karya seninya bertumpu pada keaslian dan keberanian untuk menjelajahi hal-hal yang belum dikenal. Ia memeluk kekosongan kreatif sebagai peluang, dengan menyatakan, “Aku justru merasa kekosongan itu sendiri adalah fondasi yang luar biasa untuk kreativitas,” seraya menekankan bahwa kekosongan itulah yang mendorong kita mengisinya dengan bebas lewat ide-ide. Pencarian kedalaman inilah, yang digerakkan oleh tenaga tersembunyi berupa “kecemasan” dan tenaga yang tampak berupa “cinta”, yang membuat karyanya terus bertahan.
Untuk menandai pengumuman ini, The Hour Before mengabadikan sosok IU yang tenang namun tanpa kepura-puraan, menjawab pertanyaan dengan penuh pertimbangan sambil merakit case jam Reverso dengan begitu teliti. Kolaborasi ini sendiri terasa begitu serendipitous; belum lama ini IU menghadiahkan sebuah arloji JLC kepada seseorang yang sangat ia hargai, tersentuh oleh catatan tulisan tangan staf butik yang berbunyi, “Jam yang indah menghadirkan waktu yang indah bagi pemiliknya.” Hanya beberapa hari kemudian, ia diundang menjadi bagian dari keluarga JLC, sebuah momen yang ia gambarkan terasa “begitu sureal.” Menanggapi sinergi kuat ini, CEO JLC Jérôme Lambert memuji keselarasan tersebut dengan mengatakan, “Keasliannya, dedikasinya terhadap craft yang ia tekuni, dan keanggunannya yang tenang sangat selaras dengan nilai-nilai Maison kami.”



















