Jaeger‑LeCoultre Luncurkan Model Reverso Terbaru di Pop‑Up Miami Design District
Selain lini jam tangan reversible terbaru, Maison ini juga menghadirkan kembali interpretasi kalender perpetual super rumit lewat Duometre Heliotourbillon Perpetual.
Ringkasan
- JLC memperkenalkan rangkaian model Reverso Tribute Monoface “Or Deco” terbaru di Miami, mencakup Solo Tempo, jam tangan Cocktail, hingga varian Small Seconds emas putih.
- Peluncuran ini juga menyoroti dua kreasi statement terbaru: Hybris Artistica Pegasus dan Duometre Heliotourbillon Perpetual.
Dalam pameran pop‑up “The Reverso Stories” diMiami Design District, Jaeger-LeCoultre memperkenalkan sejumlah kreasi spektakuler yang menegaskan warisan mendalam dan keunggulan teknisnya. Pameran ini menggali sejarah kaya sang Maison dalam desain Art Deco, komplikasi tingkat tinggi, dan kerajinan tangan langka.
Memperluas semesta kreatif dan nuansa vintage dari koleksi ikonis ini, JLC menghadirkan lima model baru di bawah lini Reverso Tribute Monoface. Bintang utamanya adalah “Or Deco Solo Tempo”, versi tiga jarum berukuran lebih kecil dari model small‑seconds pink‑gold andalan Maison dengan gelang Milanese senada—kini salah satu best seller‑nya—yang pertama kali diluncurkan di Watches & Wonders 2025.
Kisah tonal berlanjut dengan “Or Deco” Small Seconds monokrom terbaru dalam 18k white gold, yang menghadirkan permainan harmonis antara dial abu‑abu keperakan dan gelang mesh Milanese poles nan sleek. Presentasi ini juga secara resmi memperkenalkan trio Reverso Tribute Monoface “Or Deco” Cocktail bertabur batu permata, dua di antaranyatampak menghiasi pergelangan tangan Finn Wolfhard dan Tyriq Withers di karpet merah Met Gala awal bulan ini.
Memperlihatkan keunggulan seni luar biasa dari atelier Métiers Rare, Reverso Hybris Artistica Calibre 179 Pegasus adalah pencapaian teknis dan dekoratif yang menakjubkan, terbatas hanya lima buah. Casing 18K pink gold‑nya dihiasi motif Pegasus—kuda bersayap mitologis—yang diukir tangan, membutuhkan 180 jam pengerjaan teliti untuk memahat relief yang muncul dari latar awan.
Keindahan seni ini berlanjut hingga ke pelat dial berpernis tangan dan jembatan open‑worked, yang membuka kilasan menggoda ke dalam Calibre 179 manual‑winding. Movement Duoface yang kompleks ini mengusung Gyrotourbillon dengan 123 komponen, di mana sangkar dalam berputar setiap 16 detik dan kereta periferalnya berputar sekali setiap menit.
Tak ketinggalan, Jaeger-LeCoultre menafsirkan ulang komplikasi perpetual calendar super canggih miliknya lewat Duometre Heliotourbillon Perpetual, kini dalam casing platinum 44 mm dengan gelang platinum 950 lima baris yang serasi. Diproduksi dalam edisi terbatas dan bernomor hanya 20 buah, jam ini menampilkan dial abu‑abu sepenuhnya yang harmonis, memadukan finishing opaline, brushed, dan azuré.
Di jantungnya berdetak Calibre 388, yang memadukan konsep dual‑gear train Duometre yang menjamin presisi dengan Heliotourbillon tiga sumbu. Tiga sangkar titanium pada mekanisme ini berputar pada sumbu berbeda untuk mengimbangi efek gravitasi, menciptakan efek “gasing” yang memukau dan dapat disaksikan melalui dial dan jendela casing safir.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Jaeger‑LeCoultre.



















