Tampilan Resmi Sepatu Harris Tweed x Vans Old Skool
Motif kotak-kotak Skotlandia tenun tangan dan Sidestripe bertabur stud menghadirkan sentuhan artisan yang rebel pada klasik skate ini.
Nama: Harris Tweed x Vans Old Skool
Pilihan warna: TBC
SKU: VN000E8VBIP
Harga ritel yang disarankan: TBC
Tanggal rilis: Musim Gugur 2026
Vans berkolaborasi dengan Harris Tweed untuk menghadirkan interpretasi Old Skool klasik yang lebih premium dengan menonjolkan material. Dijadwalkan rilis pada Musim Gugur 2026, kolaborasi istimewa ini menggantikan kanvas tradisional model tersebut dengan Harris Tweed autentik yang ditenun tangan oleh penduduk kepulauan Outer Hebrides.
Bagian atasnya menampilkan tekstil kotak-kotak bernuansa biru pekat, dengan semburat lila, hijau, dan cokelat yang halus, menghadirkan estetika tailoring vintage nan rapi pada sepatu skate ikonis ini. Basis tenun bertekstur tersebut dikontraskan secara apik dengan lapisan kulit biru navy tua yang mulus, membalut area ujung sepatu, lubang tali, dan panel tumit. Hasilnya adalah fondasi premium yang kaya tekstur, memadukan warisan kerajinan kain Inggris yang tangguh dengan kultur skate West Coast yang santai.
Tak hanya menonjol lewat pilihan materialnya yang memikat, sepatu ini juga tampil berbeda berkat hiasan bernuansa perhiasan yang tegas serta efek usang yang sengaja dihadirkan. Sidestripe khas siluet ini ditafsirkan ulang dalam bahan kain hitam bertabur kristal warna-warni, dilengkapi duri krom perak, batu hias, serta pin unik yang tersebar di seluruh panel bagian atas. Menambah karakter rebel sekaligus artisanalnya, unit sol karet klasiknya telah melalui proses pengusangan awal, dengan guratan dan bagian-bagian yang tampak aus untuk menciptakan kesan lawas dan seolah sudah dipakai sejak pertama kali dikeluarkan dari kotaknya. Branding sengaja dibuat subtil agar detail rumitnya menjadi pusat perhatian, dengan sertifikasi resmi Harris Tweed® ditempatkan secara samar pada lidah sepatu dan kerah sisi luar. Ini menegaskan posisinya sebagai item koleksi unik yang mengutamakan narasi material, alih-alih pembaruan struktur.



















