Pengalaman Bersantap Ini Akan Mengubah Cara Pandangmu terhadap Kopi
Hypebeast berbincang dengan mixologist Kevin Jiang untuk mengungkap cara ia memadukan kompleksitas kopi dengan narasi ritualistik omakase lewat Coffee Omakase, menyoroti racikan paling unik.
Pesanan kopi kita kian personal dari tahun ke tahun, mengikuti selera yang berubah dan cara kita ingin mengawali hari. Namun, begitu lepas dari konteks pagi hari, kopi kerap seolah tak punya tempat dalam suasana makan siang maupun makan malam.
Kevin Jiang, sosok di balik Coffee Omakase, menantang anggapan tersebut. Enam tahun lalu, mixologist ini mulai tertarik pada racikan unik yang tersedia di kedai-kedai kopi New York, tetapi merasa profil rasanya belum ditonjolkan secara maksimal. “Saat itu, saya bekerja dengan Kona Coffee, kedai kopi spesialti asal Hawaii,” ujarnya kepada Hypebeast. “Saya menyadari ada begitu banyak konteks dan informasi seputar kopi yang belum mendapat kesempatan untuk dibagikan.”
Ia terus bereksperimen dengan beragam hidangan secara berturut-turut. Namun, ide Coffee Omakase baru lahir ketika restoran sushi omakase mulai menjamur di daerahnya. Dengan menafsirkan kembali format intim berhidangan lengkap dari Jepang, ia dapat memadukan racikan khas dengan tren kuliner populer. “Saya terpikir untuk menyajikan beberapa kopi, diawali dan diakhiri dengan satu hidangan agar para tamu dapat merasakan perbedaan di antara tiap kopi,” tambahnya.
“Menu saya merupakan perpanjangan dari pengalaman pribadi saya di berbagai skena kopi internasional.”
Setelah menguji Coffee Omakase di East Village, New York, ia membawanya ke Katsute 100 di London. Di sanalah kami bertemu sang mixologist untuk mencicipi menu Musim Semi 2026. Kini memasuki edisi ketiga, Jiang menyempurnakan konsep tersebut dengan cermat agar selaras dengan musim. Pendekatannya langsung terasa sejak sesi pencicipan dibuka oleh teh osmanthus sebagai pengantar menuju rangkaian sajian kopi. Berikutnya hadir deretan kopi Catimor dari Tiongkok dan Vietnam, serta minuman khas Figs + Daisies yang memadukan teh oolong dengan kopi bourbon Meksiko yang diproses dengan metode washed. Sebagai penutup, tart berlapis hasil kolaborasi dengan kafe tersebut menghadirkan akhir yang manis dan menenangkan bagi nuansa buah dalam rangkaian minuman.
Bagi penikmat kopi yang sudah mendalami dunia ini, menu tersebut membuka kesempatan untuk menemukan sangrai kopi baru dari berbagai negara di seluruh dunia. Sementara bagi mereka yang baru menjelajahi dunia racikan artisanal, pengalaman ini membuka mata akan potensi kopi sebagai bintang dalam jamuan fine dining, dengan profil rasanya yang kompleks memperkaya cita rasa hidangan musiman.
Usai sesi pencicipan, Hypebeast berbincang dengan Kevin Jiang untuk mengetahui lebih jauh perjumpaan-perjumpaan yang mengantarkannya mendirikan Coffee Omakase. Simak wawancara lengkapnya berikut ini.
Hypebeast: Bagaimana perjalanan Anda memengaruhi penciptaan menu-menu ini?
Kevin Jiang: Menu saya merupakan perpanjangan dari pengalaman pribadi saya di berbagai skena kopi internasional. Saat menyiapkan menu musim semi, saya tertarik pada perkembangan kopi spesialti di kota asal saya, Shanghai, dan ingin merangkainya ke dalam cerita menu ini. Saya juga ingin menyoroti penyangrai kopi lokal seperti Killbean dan Zero to One, yang berfokus merepresentasikan budaya kopi dari berbagai wilayah di Asia. Pendekatan mereka selaras dengan cara saya memandang kopi, baik sebagai minuman maupun ekspresi budaya.
Apa yang Anda pelajari dari menguji konsep ini di New York?
Proses uji coba itu mengajarkan saya beberapa hal penting. Pertama, cerita harus menjadi yang utama. Kopinya memang harus enak, tetapi kontekslah yang membuatnya benar-benar menarik. Kedua, pengalaman tanpa alkohol kian diminati. Generasi muda semakin jarang mengonsumsi alkohol dan makin peduli pada kesehatan, sehingga menu yang sepenuhnya tanpa alkohol justru dipandang sebagai keunggulan, bukan kekurangan. Terakhir, pengalaman adalah sesuatu yang layak dibayar. Para tamu sungguh ingin belajar, dan mereka menghargai kehadiran seseorang yang memandu sesi pencicipan, terutama ketika konteks dan cerita menjadi hal yang mereka cari.
Apa gagasan di balik menjadikannya pengalaman yang intim, alih-alih acara berskala besar?
Saya selalu suka memesan kopi yang luar biasa, duduk di bar, lalu mengulik kopi bersama barista. Namun pada kenyataannya, barista biasanya terlalu sibuk untuk berbincang panjang. Karena itu, saya ingin menciptakan ruang agar selama lebih dari 90 menit, kami bisa memperlambat ritme dan benar-benar terhubung melalui kopi. Kopi adalah medium untuk membangun koneksi, tetapi ketika kita “pergi minum kopi”, kita jarang membicarakan racikannya sendiri.
Suasana omakase menciptakan ruang yang sangat intim untuk menyoroti setiap kopi, memberikan konteksnya, dan menjelaskan keistimewaannya. Ini juga menjadi ruang bagi saya dan para tamu untuk terhubung lewat kecintaan kami pada kopi, dengan minuman tersebut sebagai benang merah yang menyatukan keseluruhan pengalaman. Format ini juga memungkinkan saya menjamin kualitas minuman dan layanan, karena seluruh energi dapat saya curahkan pada kopi serta para tamu di hadapan saya, alih-alih mengelola kerumunan besar sembari berupaya menjaga kualitas dalam skala lebih luas.
“Kopi adalah medium untuk membangun koneksi, tetapi ketika kita “pergi minum kopi”, kita jarang membicarakan racikannya.”
Dalam hal apa Coffee Omakase biasanya mengejutkan para tamu?
Minuman khas Figs + Daisies biasanya menjadi kejutan terbesar. Minuman kopi khas sangat populer di sejumlah wilayah Asia, tetapi di London tren ini masih relatif baru. Karena itu, para tamu kerap terkejut dengan cara yang menyenangkan oleh betapa berlapis dan ekspresifnya sajian tersebut. Banyak warga London juga tak menyangka bahwa kopi saring dingin bisa terasa kuat, ringan, sekaligus kaya rasa.
Di luar menu itu sendiri, para tamu biasanya terkesan oleh penyajian setiap minuman serta suasana sesi yang terasa begitu akrab dan intim. Perpaduan antara unsur teatrikal dan percakapan yang tulus bukanlah hal yang lazim mereka harapkan dari pengalaman minum kopi.
Bagaimana Anda ingin terus mendobrak batasan kopi spesialti? Adakah skena kuliner yang ingin Anda masukkan ke dalam menu-menu mendatang?
Saya berfokus untuk mendobrak batasan kopi sebagai bahan melalui kreasi minuman khas yang kreatif, sekaligus mengubah batasan dalam cara kopi spesialti disajikan. Saya ingin setiap elemen pengalaman ini terasa dipikirkan dengan saksama dan dirancang secara teliti, dengan barista yang dipercaya memandu tamu menyusuri menu pencicipan yang matang. Saya antusias untuk terus bereksperimen dengan teknik yang berangkat dari mixology, seperti gastronomi, hidrosol, dan beragam metode distilasi, sembari terus mengambil inspirasi dari berbagai budaya di seluruh dunia.