Pergeseran Sistem: Apa Arti PHK 1.400 Staf Teknologi Nike untuk Masa Depan Aplikasi SNKRS

Sebagai bagian dari strategi turnaround “Win Now”, raksasa footwear ini menggabungkan tim digitalnya dan memangkas besar-besaran tenaga kerja di divisi teknologi.

Footwear
957 0 Komentar
Simpan

Ringkasan

  • Nike mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 1.400 karyawan secara global, dengan konsentrasi terbesar di divisi teknologi dan operasi globalnya.
  • Mewakili hampir 2% dari total karyawan brand tersebut, pemangkasan ini menjadi komponen kunci strategi “Win Now” yang tengah dijalankan CEO Elliott Hill untuk merampingkan operasi dan membalikkan tren penurunan penjualan.
  • Salah satu korban terbesar dari restrukturisasi ini adalah tim aplikasi SNKRS; Nike telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menggabungkan tim engineering SNKRS dan tim engineering untuk aplikasi utama Nike menjadi satu unit terpadu.

Lanskap digital di Swoosh tengah mengalami konfigurasi ulang yang besar—dan menyakitkan. Dalam putaran kedua pemangkasan besar tenaga kerja untuk 2026, Nike mengumumkan PHK sekitar 1.400 karyawan di seluruh dunia. Meski raksasa footwear ini sudah beberapa kali melakukan pengurangan karyawan, gelombang terbaru terasa berbeda: sasarannya secara agresif adalah divisi teknologi dan operasi global brand tersebut. Bagi para sneakerhead, yang paling mengkhawatirkan adalah kabar pembongkaran besar-besaran terhadap tim di balik aplikasi SNKRS yang tersohor itu, yang menandai pergeseran strategi besar dalam cara Nike akan mengelola rilis digital paling diincar ke depan.

Gelombang PHK besar ini mencakup sedikit di bawah 2% dari total tenaga kerja global Nike dan menjadi pilar utama strategi turnaround “Win Now” milik brand tersebut. Dipimpin CEO Elliott Hill dan Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy, inisiatif ini dirancang untuk menyederhanakan operasi, mengintegrasikan rantai pasok, dan mengurangi kompleksitas korporasi secara keseluruhan. Dalam memo internal, Alagirisamy menyebutkan bahwa brand ini berniat mengonsolidasikan upaya teknologinya ke dalam dua hub utama—di Oregon dan India—sembari memanfaatkan “otomasi yang lebih canggih” untuk membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan di masa depan.

Namun justru dampak mendalam terhadap platform SNKRS yang membuat komunitas sneaker ramai membicarakannya. Menyusul spekulasi luas, Nike mengonfirmasi bahwa mereka secara resmi menggabungkan tim engineering SNKRS dan tim engineering untuk aplikasi utama Nike ke dalam satu divisi terpadu. Meski secara resmi Nike menyatakan merger ini akan “mengurangi handoff dan mendorong efisiensi” demi menghadirkan pengalaman belanja yang mulus, kesaksian para orang dalam justru menggambarkan situasi yang jauh lebih suram. Mantan karyawan Nike, Stacy Devino, baru-baru ini menulis di LinkedIn dan menggambarkan perubahan internal ini sebagai sangat drastis, menyatakan bahwa organisasi dan orang-orang di balik SNKRS pada dasarnya telah “dilenyapkan.” Laporan yang belum terverifikasi menyebut hingga 90% tim yang terhubung langsung dengan peluncuran SNKRS—mulai dari engineering, produk, hingga operasi peluncuran—kemungkinan terdampak sangat berat.

Restrukturisasi agresif ini menandai pergeseran fundamental dalam filosofi direct-to-consumer (DTC) Nike. Selama bertahun-tahun, brand ini menjadi poster child dalam membangun ekosistem digital masif dan proprietari secara in-house. Kini, ketika harus berhadapan dengan pasar yang kian kompetitif dan kebangkitan brand seperti On dan Hoka, kalkulasi ekonominya ikut bergeser. Para analis industri berspekulasi bahwa dengan memangkas tajam tenaga kerja internal di bidang teknologi, Nike mungkin tengah bersiap mengandalkan penyedia e-commerce eksternal dan infrastruktur raffle spesialis—seperti Shopify atau EQL—untuk menangani trafik berat setara DDoS dari rilis sneaker berprofil tinggi.

Saat debu dari 1.400 PHK ini mulai mengendap, masa depan arena sneaker digital masih terasa berubah-ubah. Nike memang berjanji bahwa SNKRS tetap menjadi “alat krusial” dalam strategi marketplace-nya, namun penggabungan tim dan hilangnya pengetahuan institusional dalam skala besar mengisyaratkan bahwa platform ini, dalam bentuk yang kita kenal, akan berubah selamanya. Konsumen harus menunggu dan melihat apakah pendekatan yang lebih ramping dan terpadu ini akhirnya bisa memperbaiki problem rilis yang sudah lama menghantui aplikasi tersebut, atau justru menandai awal dari akhir bagi landasan peluncuran digital eksklusif milik Nike.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Nike Umumkan 10 Rilis SNKRS Paling Populer 2025
Footwear

Nike Umumkan 10 Rilis SNKRS Paling Populer 2025

Apa Nike sekarang cuma mengandalkan rilis retro?

WORKSOUT x Nike Air Max 95 "Uniform" Resmi Rilis Lagi Lewat Sistem Undian
Footwear

WORKSOUT x Nike Air Max 95 "Uniform" Resmi Rilis Lagi Lewat Sistem Undian

Siluet ikonik bernuansa tech yang terinspirasi seragam sekolah ini kembali hadir dalam rilisan spesial berbasis undian.

Nike Hadirkan Update Mengilap untuk Air Force 1 Low Hitam
Footwear

Nike Hadirkan Update Mengilap untuk Air Force 1 Low Hitam

Gaya formal siap tuksedo ini bakal rilis musim panas 2026.


Nike Kobe 1 Protro “City of Champions”: Tribut untuk The Forum
Footwear

Nike Kobe 1 Protro “City of Champions”: Tribut untuk The Forum

Mengusung nuansa “Work Blue” dan “Metallic Gold” yang merayakan warisan juara LA.

nonnative SS26 Hadirkan “Urban Suburban” dengan Sentuhan Tenang Ala Pesisir
Fashion

nonnative SS26 Hadirkan “Urban Suburban” dengan Sentuhan Tenang Ala Pesisir

Rangkaian kurasi yang memadukan kepraktisan dengan estetika timeless.

Tampilan Resmi OTW by Vans Old Skool 36 Souvenir “Oatmeal”
Footwear

Tampilan Resmi OTW by Vans Old Skool 36 Souvenir “Oatmeal”

Dihiasi jahitan bouclé dan patch badge yang ikonik.

Tyshawn Jones Bintangi Kampanye Louis Vuitton Men’s Pre-Fall 2026
Fashion

Tyshawn Jones Bintangi Kampanye Louis Vuitton Men’s Pre-Fall 2026

Berlatar ikonik Central Park, Pharrell Williams memadukan tailoring mewah dengan kultur skate dalam koleksi visioner terbarunya.

Selamat Datang di “Planet Frog”: Action Bronson Rilis Album 13 Lagu Bertabur Bintang
Musik

Selamat Datang di “Planet Frog”: Action Bronson Rilis Album 13 Lagu Bertabur Bintang

Hadir bareng kolaborasi sneaker baru bertema amfibi.

Sundae School Resmi Buka Toko Permanen Pertama di Chinatown, NYC
Fashion

Sundae School Resmi Buka Toko Permanen Pertama di Chinatown, NYC

Delapan tahun setelah lahir di sebuah apartemen kecil di dekatnya, brand “smokewear” yang penuh terobosan ini mengubah bekas kantor akuntan menjadi sanctuary bergaya kuil Buddha Korea yang menenangkan.

OnlyFans Jual 16% Saham ke Architect Capital, Valuasi Tembus $3,15 Miliar
Tech & Gadgets

OnlyFans Jual 16% Saham ke Architect Capital, Valuasi Tembus $3,15 Miliar

Pasca wafatnya miliarder pemilik platform tersebut, OnlyFans kini gandeng firma investasi berbasis San Francisco itu untuk mengembangkan berbagai inovasi alat finansial bagi kreator konten.


Larry David Gandeng Barack Obama Bintangi Komedi Baru HBO ‘Life, Larry and the Pursuit of Unhappiness’
Hiburan

Larry David Gandeng Barack Obama Bintangi Komedi Baru HBO ‘Life, Larry and the Pursuit of Unhappiness’

Tayang perdana Juni ini, limited series ini menyajikan komedi sejarah Amerika yang sepenuhnya diimprovisasi—plus penampilan mengejutkan sang mantan Presiden di layar.

Koleksi Terbaru WTAPS di HBX Sudah Rilis!
Fashion

Koleksi Terbaru WTAPS di HBX Sudah Rilis!

Belanja sekarang sebelum kehabisan.

Bitmap Books Rilis ‘Fatal Fury: The Ultimate History’, Buku Wajib Fans SNK
Gaming

Bitmap Books Rilis ‘Fatal Fury: The Ultimate History’, Buku Wajib Fans SNK

Tribut 460 halaman untuk franchise fighting legendaris milik SNK.

Anime ‘Sekiro: No Defeat’ Tayang di Bioskop Jepang Musim Gugur Ini
Hiburan

Anime ‘Sekiro: No Defeat’ Tayang di Bioskop Jepang Musim Gugur Ini

Penayangan terbatas selama tiga minggu di seluruh Jepang.

“Leon Must Die Forever” Hadir di DLC Baru ‘Resident Evil Requiem’
Gaming

“Leon Must Die Forever” Hadir di DLC Baru ‘Resident Evil Requiem’

Update gratis ini menghadirkan mode permadeath di 20 stage acak dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat.

Charli xcx Tinggalkan Klub demi “Rock Music”
Musik

Charli xcx Tinggalkan Klub demi “Rock Music”

Visioner pop ini berbelok dari lantai dansa ke noise industrial lewat single dan video eksperimental terbarunya.

More ▾